[Video] Perkasa di Medan Off Road, Turangga 4×4 Paskhas TNI AU Hadir di Indo Defence 2018

Ini untuk kedua kalinya bagi Tugasanda, perusahaan karoseri swasta nasional mengikuti ajang Indo Defence, di Indo Defence 2016, perusahaan yang bermarkas di Pasuruan, Jawa Timur ini berhasil membetot perhatian dengan pemunculan rantis (kendaraan taktis) lapis baja Turangga 4×4. Dengan tongkrongan tinggi dan tampang sangar, Turangga 4×4 pada dua tahun lalu langsung menjadi perhatian besar jagad pemerhati alutsista nasional.

Baca juga: Tugasanda Turangga 4×4: Rantis Lapis Baja Kreasi Perusahaan Karoseri Nasional

Dan selang dua tahun kemudian, di Indo Defence 2018 yang berlangsung pada 7 – 10 November 2018, Turangga hadir kembali dalam wujud yang sama, namun kali ini sudah dengan livery dan identitas khusus, persisnya Turangga APC (Armoured Personnel Carrier) 4×4 kini sudah mendapat pesanan 13 unit dari Korps Paskhas TNI AU yang kini telah diserahkan kepada pihak pengguna.

Setelah pada 11 – 12 Oktober 2018, melakukan uji dinamis dan sistem persenjataan di fasilitas Paskhas TNI AU di Lanud Sulaeman, Bandung, maka di Indo Defence 2018, salah satu unit Turangga tersebut diperlihatkan kepada publik. Yang berbeda dari  Turangga pesanan Paskhas adalah, rantis lapis baja ini nampak sudah dilengkapi kubah RCWS (Remote Control Weapon Station), meski laras kanon-nya sendiri terlihat tak dipasang pada Indo Defence 2018.

Turangga 4×4 Paskhas hadir dalam balutan warna hitam dof. Mengandalkan sasis Ford 550, mulai dari suspensi (heavy duty reinforced), setir, rem, girboks dan transfer case, semuanya asli dari Ford F550. Mesinnya adalah mesin turbo diesel 6.700 cc V8 buatan Ford dengan tenaga 400 hp dan torsi 1.085 Nm yang diteruskan via transmisi otomatis 6 percepatan.

Kapasitas kabin dapat dimuati dua awak dan 10 personel, sementara sekujur bodi mengadopsi level proteksi CEN B6, dan untuk perlindungan bagian bawah lambung kendaraan mengacu standar STANAG 4569 level 2+. Persisnya proteksi rantis ini sanggup menahan terjangan proyektil kaliber 5,56 dan 7,62 mm. Roda pun dilengkapi run flat protection dengan bread lock system. Keempat roda mengadopsi jenis run flat type 20-750 ATR dengan merek Michelin 333/80R20.

Menyadari pentingnya pengamanan pada tangki bahan bakar, komponen ini dilapisi ballistic steel case. Bahan bakarnya mengusung standar emisi Euro 3. Dari mesin tersebut, dapat dicapai kecepatan maksimum hingga 110 km per jam dan jarak tempuh 800 km bila kondisi tanki bahan bakar penuh 160 liter. Untuk memperpanjang range, dapat ditambah ekstra bahan bakar dengan 2×20 liter jerry cans.

Turangga 4×4 milik Paskhas TNI AU hadir lengkap dengan radio komunikasi U/VHF dan HF, winch,NATO light, gun ports di setiap jendela pasukan, dan rifle rack.

Penasaran dengan performa Turangga 4×4, di bawah ini adalah video rangkaian mulai dari uji statis dan uji dinamis Turangga dalam melahap medan on/off road di sekitaran wilayah Jawa Timur.

Tampilkan Versi Intai


Di Indo Defence 2018, selain memamerkan Turangga 4×4 APC milik Paskhas, Tugasanda juga memperkenalkan sosok lain, yaitu Turangga 4×4 versi intai (surveillance). Versi ini hadir dengan loreng pixels warna hijau, dan dilengkapi beragam perangkat sensor pengideraan. Dua antena besar dan tinggi ditanam di bagian belakang ranpur untuk memudahkannya mengendus keberadaan lawan pada jarak 40 km. (Haryo Adjie)

7 Comments