[Video] Lihat dari Dekat Helikopter Mil Mi-2 Plus Direktorat Kepolisian Udara

Desainnya terasa tak lazim jika dibandingkan bentuk helikopter yang beredar kebanyakan. Dengan fuselage dan moncong jadulnya, sosok Mil Mi-2 mengingatkan kita pada ikon helikopter di film-film kartun. Namun inilah yang khas dari Mil Mi-2 Plus milik Direktorat Kepolisian Udara, dibalik desainnya yang terkesan ‘kuno,’ helikopter buatan PZL-Swidnik Polandia tahun 2004 ini masih aktif digunakan Polri, khususnya untuk mendukung patroli di beberapa Polda di luar Pulau Jawa.

Baca juga: PZL-Swidnik Mi-2 Plus – Helikopter Serbaguna Polri Bergaya Old School

Bersamaan dengan momen serah terima pesawat CN-295 dari PT Dirgantara Indonesia ke Ditpoludara pada 7 September 2018 di Bandara Pondok Cabe, kami menyempatkan diri melihat dari dekat sosok Mi-2 Plus yang tersimpan di hanggar. Mi-2 ditenagai dua mesin Turboshaft Klimov GTD-350, dimana masing-masing mesin dapat menghasilkan tenaga 450 Kw 604 SHP. Mi-2 dapat melaju dengan kecepatan maksimum 200 km per jam. Meski tidak identik sebagai helikopter tempur, namun Mi-2 dapat dipersenjatai dengan kanon, rudal anti tank dan roket, oleh karena itu dimasanya helikopter ini tetap menjadi perhatian NATO, yang lantas kemudian memberi kode Mi-2 sebagai Hoplite.

Menurut helicopter-database.com, Polri setidaknya memiliki 12 unit Mi-2 Plus (nomer registrasi P-5002 sampai P-5014). Armada Mi-2 Plus Polri dikirim pada tahun 2015. Mi-2 Plus adalah penggunaan bilah pada rotor utama yang menggunakan material komposit, selain itu Mi-2 Plus juga sudah dibekali perangkat elektronik dari Honeywell dan perangkat navigasi dari Garmin. Sebagai informasi, PZL-Swidnik kini menjadi bagian dari Leonardo Helicopters company (Finmeccanica), dengan sentuhan investasi Eropa Barat, maka wajar bila Mi-2 Plus punya jeroan yang lebih berkiblat ke standar NATO. (Haryo Adjie)

5 Comments