[Video] AC-130J Ghostrider Luncurkan Rudal Udara ke Permukaan AGM-114 Hellfire II di Korea Selatan

Momen langka tercipta saat latihan bersama antara Angkatan Udara AS dan Angkatan Udara Korea Selatan, dengan dikawal dua jet tempur F-16 Fighting Falcon, jawara Close Air Support (CAS) AC-130J Ghostrider nampak meluncurkan (live firing) dua unit rudal udara ke permukaan AGM-114 Hellfire II.

Baca juga: Bersiap Hadapi Cina, Howitzer 105mm Bakal Dicopot dari AC-130J Ghostrider

Sebagai sasaran tembak rudal AGM-114 Hellfire II adalah sebuah bukit karang di pinggir pantai di Korea Selatan. Momen penembakan rudal AGM-114 Hellfire II dapat dilihat dalam rekaman video di bawah ini, persisnya mulai menit ke-2 dan detik ke-33. AC-130J Ghostrider yang dioperasikan Angkatan Udara AS (USAF) sudah sangat dikenal. Dengan desain tambun dan terbang lambat, AC-130J bisa diibatkan sebagai tank terbang dengan persenjataan berat untuk melakukan bantuan tembakan udara ke permukaan, yang salah satunya dengan penempatan howitzer kaliber 105 mm pada sisi lambungnya.

Paket serangan presisi pada Gunship ini mengandalkan racikan kanon 30 mm dan howitzer 105mm, kemudian ada Standoff Precision Guided Munition, yang terdiri mulai dari GBU-39 Small Diameter Bomb, GBU-69 Small Glide Munition, rudal AGM-114 Hellfire, dan rudal AGM-176 Griffin. Dalam video nampak AC-130J Ghostrider membawa empat unit rudal AGM-114 Hellfire.

AC-130J Ghostrider menggunakan berbagai sistem untuk mengarahkan dan menembakkan rudal AGM-114 Hellfire. AC-130J Ghostrider dilengkapi dengan pod penargetan canggih yang menggunakan sensor elektro-optik dan inframerah untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak target. Sensor ini memungkinkan pengamatan target dalam berbagai kondisi cuaca dan waktu (siang atau malam).

Setelah target diidentifikasi dan dilacak menggunakan EO/IR, operator senjata (sensor operator) menggunakan laser designator untuk menandai target. Laser ini mengirimkan sinyal yang dapat dibaca oleh seeker (pencari) pada rudal AGM-114 Hellfire.

AGM-114 Hellfire dilengkapi dengan seeker laser semi-aktif yang mencari pantulan sinyal laser dari target. Rudal mengunci pada sinyal laser yang dipantulkan dari target yang ditandai. Setelah rudal mengunci pada target, rudal dapat diluncurkan dari pesawat. Rudal kemudian mengikuti lintasan menuju target, dipandu oleh sinyal laser yang dipantulkan.

Operator senjata terus memantau dan, jika perlu, melakukan koreksi untuk memastikan rudal tetap terkunci pada target selama penerbangannya. Jika target bergerak, operator dapat mengarahkan ulang laser designator untuk menjaga penguncian yang akurat. Sistem penargetan laser memungkinkan penembakan dengan presisi tinggi, meminimalkan kerusakan tambahan.

Meskipun jumlah pastinya dapat bervariasi, AC-130J biasanya dapat membawa beberapa rudal Hellfire pada hardpoints eksternal. Sebagai contoh, hardpoints eksternal dapat dipasangi peluncur rudal yang masing-masing dapat menampung beberapa rudal Hellfire, biasanya antara 4 hingga 8 rudal per peluncur.

AGM-114 Hellfire memiliki berbagai varian, dan jangkauan peluncuran bisa sedikit berbeda tergantung pada modelnya. Varian standar jangkauannya sekitar 8-9 kilometer, Hellfire II (AGM-114R) seperti AGM-114R Hellfire II, memiliki jangkauan yang ditingkatkan hingga sekitar 11 kilometer, dan Longbow Hellfire (AGM-114L): Varian ini, yang menggunakan radar penargetan milimeter-wave, memiliki jangkauan yang serupa dengan Hellfire II. (Gilang Perdana)

Sadis! AC-130J Ghostrider Bakal Dilengkapi Senjata Laser dengan Kekuatan 60 Kilowatt