Update Fregat Merah Putih: Indonesia Tambah 2 Unit Arrowhead 140, Total Jadi 4!

Komitmen Indonesia untuk menjadi kekuatan maritim yang disegani di kawasan Indo-Pasifik kembali ditegaskan. Berdasarkan laporan dari Navy Lookout (21/1/2026), Kementerian Pertahanan RI berencana memperluas proyek Fregat Merah Putih dengan menambah pesanan dua unit lagi kapal perang berbasis desain Arrowhead 140 (AH140) dari Babcock International.
Langkah tersebut akan membuat total armada fregat berat modern Indonesia mencapai empat unit, memperkuat struktur pertahanan laut dalam menghadapi dinamika keamanan regional.
Ini adalah perjanjian nyata pertama yang ditandatangani di bawah Maritime Partnership Programme (MPP) senilai £4 miliar yang lebih luas yang ditandatangani Babcock dengan Indonesia tahun lalu untuk membangun hubungan industri jangka panjang. MPP dimaksudkan untuk mendukung modernisasi kekuatan maritim Indonesia dan infrastruktur pembuatan kapal terkait. Lisensi baru ini menyusul ekspor awal dua lisensi Arrowhead 140 yang disepakati pada tahun 2021, yang menegaskan komitmen berkelanjutan Indonesia terhadap desain tersebut.
Rencana penambahan dua unit ini merupakan kelanjutan dari kontrak awal yang ditandatangani pada tahun 2021. Dengan mengadopsi desain Arrowhead 140—yang juga menjadi basis bagi Fregat Type 31 Angkatan Laut Inggris—Indonesia mendapatkan platform kapal perang yang fleksibel, memiliki daya tahan tinggi, dan mampu menjalankan berbagai spektrum misi, mulai dari peperangan anti kapal permukaan, anti kapal selam, hingga pertahanan udara jarak jauh.
Monster Laut Baru: Mengupas MIDLAS VLS 64 Cell di Fregat KRI Balaputradewa 322
Berbeda dengan dua unit pertama yang sedang dibangun di PT PAL, unit tambahan ini dikabarkan akan mengusung beberapa penyesuaian desain, seperti Optimasi Sistem Manajemen Tempur (CMS), unit tambahan kemungkinan besar akan mengintegrasikan sistem sensor dan persenjataan yang lebih mutakhir, disesuaikan dengan perkembangan teknologi terbaru tahun 2026.
Kemudian ada indikasi bahwa Indonesia menginginkan konfigurasi peluncur vertikal (Vertical Launching System) yang lebih banyak atau lebih dalam untuk mengakomodasi rudal pertahanan udara jarak jauh yang lebih besar.
Syarat khusus utama tetap tertuju pada Transfer of Technology (ToT). PT PAL dituntut untuk memiliki peran lebih besar dalam integrasi sistem pada unit ketiga dan keempat, guna memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Pertama di RI, Fregat KRI Balaputradewa 322 Pakai Hull Mounted Sonar Fersah Buatan Aselsan
Proyek ini telah mencapai tonggak sejarah penting dengan peluncuran kapal pertama yang diberi nama KRI Baladaputradewa 332. Kapal ini menjadi simbol kemajuan teknis galangan kapal nasional. Setelah peluncuran (launching) yang sukses pada 18 Desember 2025, KRI Baladaputradewa saat ini sedang memasuki fase outfitting atau pemasangan sistem internal dan persenjataan.
PT PAL saat ini terus mengebut pembangunan unit kedua (sister ship). Jika proses konstruksi berjalan sesuai rencana pasca-pemasangan blok-blok utama, kapal kedua diprediksi akan menyusul untuk diluncurkan ke air (launching) pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Penambahan armada dari desain Arrowhead 140 ini menempatkan Indonesia pada posisi unik sebagai pengguna terbesar desain AH140 di luar Inggris. (Gilang Perdana)
Polandia Teken Kontrak dengan Babcock, Bangun Tiga Unit Frigat Miecznik (Arrowhead 140)



Conima,
Duluuuu waktu jaman Mbah RR jadi menhan ada berita tentang lahan seluas 10.500 ha di salah satu kabupaten di Lampung yang diserahkan untuk dijadikan lokasi industri pertahanan yang baru meliputi PT PAL, PTDI dan PT Pindad akan dikumpulkan di situ. Namun sesudah itu nggak ada kabar lagi.
https://www.tempo.co/ekonomi/kemenhan-siapkan-10-ribu-hektare-untuk-sentra-industri-pertahanan-1247141
Nah paling masuk akal dalam jangka waktu yang dekat PT PAL hendaknya membagi pembangunan struktur kapal kepada galangan lain di dalam negeri supaya bisa ngebut.
Sayangnya butuh waktu lama untuk bisa berlayar, klo bisa ngebut PT PAL lebih keren lagi, pilihan ngebutnya cuma 2, bagi2 pembangunan struktur atau bangun dockyard baru.
Dalam kesepakatan kerjasama maritim senilai GBP 4 miliar ini juga tercakup pengadaan 1500 kapal penangkap ikan untuk para nelayan di Indonesia. Saya sebenarnya lebih penasaran pada poin 1500 unit kapal penangkap ikan ini. Apakah ini sejenis pursein, trawler atau fishing boat biasa ? Seberapa besar kapalnya? Dibuat dari apakah kapalnya, dari kayu atau baja ? Berapa harga per unitnya ? Apakah kita tertarik untuk membuat semacam satuan milisi kapal nelayan seperti yang dilakukan oleh China ?
U.S. officials, speaking on condition of anonymity, say the aircraft carrier USS Abraham Lincoln and several guided-missile destroyers will arrive in the Middle East in the coming days.
He repeated that claim on Thursday, saying Iran canceled nearly 840 hangings after his threats. “I said: ‘If you hang those people, you’re going to be hit harder than you’ve ever been hit. It’ll make what we did to your Iran nuclear (program) look like peanuts,'” Trump said. “At an hour before this horrible thing was going to take place, they canceled it,” he said, calling it “a good sign.”
https://www.reuters.com/world/middle-east/us-military-assets-heading-middle-east-even-trump-backs-off-toughest-iran-2026-01-22/
Sepertinya harus ditambah hingga 18-36 unit khususnya untuk mengakomodasi kebutuhan Armada Kapal Induk jika ex Admiral Garibaldi tiba di Indonesia.
3 koarmada plus 3 armada bebas dg kapal induk sebagai pusat kekuatan Task Force akan memberikan jaminan kekuatan armada laut Indonesia kedepan.
Ternyata ada orang lucu lagi di forumil ini setelah sekian lama. Kok bisa menyebut range rudal hanud pencegat jauh lebih penting daripada jumlah VLS? Fakta: RNS Moskva milik Rusia yg punya rudal hanud jarak jauh hingga ratusan kilometer saja tenggelam lawan Neptune sedangkan USS Mason bisa dengan mudah menghadapi rudal jelajah C-705 milik Houthi. Kedua rudal tersebut adalah rudal subsonik dengan jangkauan dibawah 300 km saat digunakan.
Kenapa hasilnya bisa beda? Karena untuk menenggelamkan kapal perang dg sistem hanud yg kuat butuh strategi yg jitu, salah satunya dengan decoy dan swarming.
Disisi lain, pertempuran maritim pasti tidak hanya melibatkan AL juga tapi juga AU dan misi sabotase darat AD. Jika musuh diluar jangkauan rudal TNI AL, kan masih ada Sukhoi Flanker yg bisa bawa Kh-59, Kh-35 atau Kh-31P dan Rafale jika nanti hadir juga bisa bawa Exocet. Jadi tak perlu khawatir untuk menjangkau musuh, Kedua pesawat itu bisa menjangkau hingga radius 1500 km dan ditambah air refueling bisa mencapai 3000-5000 km bergantung strategi yg ada.
@Greyhound : Bukan perkara berapa jumlah VLSnya, tapi berapa range rudalnya
Meskipun jumlah VLS terkadang menjadi efek yang diperhitungkan, akan tetapi jika menghadapi lawan yang memiliki rudal range jauh, maka meskipun 1.000 VLS tetap akan kesulitan untuk menghalau / menghadang bahkan membalas lawan
Negara kuat menerapkan menembak lawan dari batas aman
Rudal kita mentok dibawah 300km, jika ingin membalas harus mendekat sampai jarak tembak
Karena kita bukan anggota Missile Technology Control Regime (MTCR) maka jangan berharap TNI kita memiliki rudal dengan cara membeli dari luar dengan jangkauan diatas 300 km
Gap range rudal sebenarnya dapat diminimalisir, diantaranya dengan satelit militer, AWACS, drone, Kaprang kecil seperti KCR dan lainnya
Karena satelit militer, AWACS, drone dan lainnya dapat sebagai mata dan telinga, lalu kenapa TNI AL memilik KCR yang banyak, itu disebabkan untuk hit and run
Selain itu kita juga telah memulai KSOT untuk efesiensi, efektifitas dan lainnya
KSOT dapat membawa 6 torpedo dan rudal
Rencana awal kita akan membangun 30 unit KSOT
Bayangkan jika 30 unit KSOT menembakan 6 torpedo kepada kaprang dan kasel lawan
@Tukang Ngitung : Saya bilang juga apa…
Selagi ada space belum mentok 40% gass terus
@ Greyhound
Kalo segampang itu membuat kapal terutama desain dll? Negara kita gak akan beli desain arrowheads, kenapa gak desain sendiri aja terutama dari light fregat martadinata class lalu diubah dengan di perbesar dan diperpanjang?
Contoh : Inggris aja buat arrowheads pakai desain fregat Denmark (iver huitfield class)
Balaputradewa class aja Cuman ubah desain beberapa meter (2 meter) = PT pal butuh waktu lama tuh bertahun-tahun?
Gak mungkin kapal ini langsung diperbesar jadi destroyer 🤣emang nya pesulap?
Emang bikin kapal kaya bikin kapal mainan apa? 🤣
harus ada biaya r&d, lalu perubahan tata ruang, dll? Emang nya itu gak ribet dan butuh waktu lama?
Banyak negara lebih pilih desain kapal yang udah teruji lalu dibeli lisensi nya daripada membuat desain kapal baru dari awal yang jauh lebih mahal
Inggris beli desain iver huitfield lalu dimodifikasi jadi arrowheads class
Amerika pakai desain frem (Italia) dimodifikasi jadi constellation class
Indo beli desain arrowheads di modifikasi jadi Balaputradewa class
Jika semudah itu membuat desain kapal, kenapa negara yg gw sebut memilih beli desain kapal lalu Cuman memodifikasi nya aja?
@tukang ngitung
Lalu RAFALE gimana? Belum diserah terimakan, udah ada pembicaraan pengadaan tambahan RAFALE?
ini baru rencana belum ada kontrak resmi, kalo pun udh kontrak, pembelian tambahan arrowheads kalo dibuat di PT pal harus menunggu 2 unit batch pertama diserahkan dulu soalnya keterbatasan galangan kapal
Kalo RAFALE yang buat kan prancis, walaupun belum diserahkan, pembelian tambahan bisa diajukan agar mempersingkat waktu tunggu
Update yang ditunggu tunggu
Menarik walaupun baru rencana, harus dikawal min biar jadi realisasi kontrak
Tapi seperti nya kontrak tambahan 2 unit ini harus menunggu PT pal menyelesaikan dulu 2 unit batch pertama
Keterbatasan galangan kapal tentu jadi pertimbangan
Yang menarik di sini apakah akan tetap memakai sensor+ senjata turkiye atau eropa di combine ya?
Tentu agak meragukan kapal arrowheads bisa di pasang aster seriers soalnya sistem itu hanya bisa di pasang untuk kapal buatan Italia dan Perancis (jadi kapal harus dibuat di negara tersebut) , negara lain yg di ijinkan Cuman Inggris
Atau kah ada plot wish arrowheads 140 batch 2 indo pakai sistem China dan senjata China mengingat pemerintah kita juga gencar impor senjata bekas china…
Batch ke 2 apakah apakah pakai desain asli Babcock (138 meter) atau desain PT pal (140 meter) atau apakah batch 2 akan ada perubahan desain lagi panjang kapal 🤣? Menarik sekali 🤣
Au update tambahan RAFALE, jet tempur bekas, Al update istif class + arrowheads
Update juga min untuk Ad? Kenapa jarang terdengar tentang proyek untuk Ad? Misal seperti penambahan mbt? Medium tank dll
Lho kapal pertama belum diuji laik laut apalagi serah terima kok sudah pesan lagi.
Butuh 3-4 tahun, tp batch 2 bs dipercepat
Kayaknya mau bangun destroyer dr platform ini. Lha yg batch 1 aja vls 64, skrg mau di banyakin. Dugaan saya mau bikin destroyer.. kemungkinan ke angka 96 atau 72 atau 80 sell vls.
KRI Baladaputradewa saat ini (pasca peluncuran) menurut salah seorang pengamat militer tanah air masih cukup lama untuk benar-benar siap beroperasi