Untuk Pertama Kali, Cina Sukses Instalasi Rudal Hanud VLS di Kapal Perusak Luhai Class

Bila diibaratkan orang dalam berdagang, Cina pas menyandang gelar Palugada (Apa Loe Mau Gue Ada-red). Dalam arsenal industri pertahanan, palugada seolah menjadi ciri yang melekat pada Negeri Tirai Bambu ini, tak peduli bahwa itu merupakan murni hasil riset sendiri atau mungkin meng-copy produk teknologi dari negara lain. Dan dari lini senjata di kapal perang, belum lama ini ada kabar baru, bawah Cina telah berhasil menginstall sistem rudal dengan VLS (Vertical Launch System).

Baca juga: MBDA Mica Naval – Generasi SAM VLS Pertama Untuk TNI AL

Dikutip dari navyrecognition.com (30/11/2019), disebutkan kapal perusak “Shenzhen” dari Type 051B Luhai Class destroyer diwartakan oleh China Central Television (CCTV) telah dilengkapi sistem peluncur rudal hanud jarak sedang HHQ-16 buatan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Dengan tersedianya rudal HHQ-16, maka otomatis kapal perusak ini juga dibekali 32 tabung peluncur VLS. Seperti terlihat dalam capture di atas, ke-32 peluncur HHQ-16 ditempatkan pada bagian depan anjungan.

Komposisi peluncur HHQ-16 di kapal perusak Shenzhen terdiri dari empat set, dimana setiap set terdiri dari delapan unit peluncur rudal.

Kapal Perusak “Shenzhen” saat masih menggunakan rudal HHQ-7 (Sino Crotale).

Sebelumnya, kapal perusak ini mengandalkan rudal hanud jenis HHQ-7 yang ditempatkan pada bagian dek atau lambung. HHQ-7 sendiri merupakan wujud lain dari rudal hanud terkenal besutan Perancis, yaitu Crotale. Statusnya adalah sebagai rudal hanud jarak pendek. Menurut military-today.com, HHQ-7 adalah hasil reverse engineering alias copy-an dari Crotale yang digarak Cina sejak 1980. Saking populernya, rudal copy-an dari Perancis ini juga terkenal dengan sebutan “Sino Crotale.”

Sementara HHQ-16 merupakan varian naval dari HQ-16A, yaitu rudal hanud jarak sedang (Medium Surface to Air Missile). Meski telah digunakan oleh militer Cina dan telah di ekspor ke Pakistan dalam varian LY-80, namun HQ-16A tak asli dari pemikiran Cina, persisnya HQ-16 menyandarkan pada basis platform rudal hanud Rusia.

Baca juga: LY-80 – Sistem Hanud Andalan Cina dan Pakistan dengan Cita Rasa Rusia

HQ-16A mengambil desain dan inspirasi dari rudal Buk-M1 (kode NATO – SA-11 Gadfly) dan Buk-2M (SA-17 Grizzly). Selain dirancang untuk diluncurkan dari platform di darat, jenis rudal yang mampu melesat dengan kecepatan Mach 3 dapat di setting untuk diluncurkan dari kapal perang.

Luhai Class “Shenzhen” saat proses upgrade dengan pemasangan peluncur rudal HHQ-16.

HHQ-16 terbilang rudal hanud yang gambot, bobot rudal ini total mencapai 690 kg, yang didalamnya terdapat hulu ledak seberat 70 kg. Bobot rudal yang cukup berat nampaknya guna mendapatkan kapasitas ruang untuk power rudal yang bisa melesat Mach 3. HHQ-6 secara teori dapat melesat sampai jarak jangkau 42 km, sementara jarak tembak minimumnya 3 km. Sistem pemandu rudal ini mengandalkan teknologi inertial guidance and intermittent illumination.

Dengan terpasangnya rudal hanud ber-VLS, maka taring kapal perusak Luhai Class makin mengerikan. Senjata utama kapal perusak ini masih ada berupa rudal anti kapal YJ-83 (enam belas peluncur). Kemuduian untuk pertahanan udara masih ada dua pucuk kanon CIWS (Close In Weapon System) Type 730 dan kanon utama pada haluan berupa H/PJ-33B (Type 79B) dual-100 mm gun. (Gilang Perdana)

5 Comments