Unik, Monumen AMX-10P Marines dengan Cat Loreng KKO Ternyata dalam Kondisi “Aktif”

Kendaraan tempur (ranpur) lapis baja yang diabadikan sebagai monumen, rasanya sudah hal yang biasa kita lihat, namun jadi tak biasa, bila ranpur yang dijadikan monumen ternyata dalam kondisi aktif. Ya, persisnya sosok ranpur AMX-10P Marines yang ada di gerbang Markas Komando Resimen Kavaleri 2 Korps Marinir di Semarung, Surabaya, Jawa Timur, dalam kondisi mesin aktif dan masih sering dipanaskan.

Baca juga: AMX-10P Marines TNI AL – Amphibious APC Pertama di Indonesia dengan Proteksi Anti Nubika

Bukan itu saja yang menarik dari AMX-10P Marines yang kini menjadi ‘penjaga gerbang’ Markas Resimen Kavaleri, dari segi tampilan, cat ranpur amfibi asal Perancis ini juga langsung membetot perhatian bagi siapa saja yang melihatnya, ini tak lain AMX-10P di cat dengan motif dan warna loreng khas KKO AL yang terkenal dengan corak denison smock yang legendaris.

Menurut informasi yang diperoleh penulis dari pihak Resimen Kavaleri 2, selain rutin mesin dipanaskan, bila cat mulai memudar biasanya juga di cat ulang. Ini semua menggambarkan personel Kavaleri Korps Marinir cakap dalam melakukan perawatan pada material tempurnya.

AMX-10 series saat ini statusnya masih dioperasikan oleh Kavaleri Korps Marinir, dengan catatan dioperasikan secara terbatas, termasuk tidak lagi digunakan untuk mengarung atau mendukung operasi amfibi. Di negeri asalnya, kemampuan amfibi AMX-10 lebih ditekankan untuk operasi mengarungi dan menyeberangi sungai.

Baca juga: Mahasiswa STTAL Tampilkan Ranpur AMX-10 PAC 90 Sebagai Unmanned Tank

Tentang AMX-10P Marines, dikenal sebagai ranpur APC yang modern pada zamannya. Persisnya yang kini menjadi monumen di Surabaya adalah AMX-10P Marines varian kanon, lantaran dilengkapi kubah kanon kaliber 25 mm. Dengan standar persenjataan tersebut, maka ini menjadi IFV (Infantry Fighting Vehicle) yang pertama dimonumenkan di Indonesia. (Haryo Adjie)

7 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *