Turki Tampilkan Fuselage Prototipe Jet Tempur Stealth TF-X, Meluncur di Maret 2023

Ibarat gadis jelita, industri pertahanan Turki menjadi sorotan atas prestasinya yang memukau. Setelah belum lama ini melakukan uji taxiing pada drone tempur bermesin jet Bayraktar Kizilelma, kini jagad industri pertahanan Turki kembali membetot perhatian dunia dengan dirilisnya video yang memperlihatkan prototipe pertama jet tempur stealth generasi mendatang dari Turkish Aerospace Industries (TAI) yang diberi kode TF-X.

Baca juga: [Video] Drone Tempur Bermesin Jet Turki Bayraktar Kizilelma Tuntaskan Uji Taxiing

Prototipe TF-X sudah berbentuk fuselage dan diharapkan dapat memasuki operasional Angkatan Udara Turki pada tahun 2030-an. Prototipe pertama TF-X, yang masuk dalam program Milli Muharip Ucak (MMU, atau Pesawat Tempur Nasional) Turki, sekarang berada di jalur perakitan di Ankara, dengan sebagian besar badan pesawat dan sayap telah disatukan.

TF-X mengadopsi jenis mesin twin jet, yang dalam video terlihat belum dipasang, termasuk belum dipasang adalah sirip ekor miring dan stabilisator horizontal. Sementara kanopi kokpit terlihat sudah terpasang.

Namun, kokpit TF-X belum dilengkapi avionik dan kursi lontar. Sebuah plakat yang menempel di tulang belakang jet mengungkapkan bahwa video itu diambil pada 21 November 2022, yakni saat kunjungan resmi dari Delegasi Kementerian Pertahanan, Badan Industri Pertahanan Turki, dan Komando Angkatan Udara ke jalur perakitan di Turkish Aerospace Industries di Ankara.

Meskipun sedikit lebih kecil dari F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS, TF-X agak lebih besar dari F-35 Lightning II, yakni dengan panjang keseluruhan 18,2 meter dan lebar bentang sayap 11,8 meter.

Dikutip dari TheDrive.com, sebuah laporan menginformasikan jadwal peluncuran TF-X akan dilakukan pada 18 Maret 2023. Pada saat itu, bentuk utuh TF-X sudah dapat dilihat secara jelas.

Secara keseluruhan, timeline untuk program TF-X sudah bergeser dari jadwal. Ketika full TF-X itu diresmikan di Paris AirShow 2019, Presiden dan CEO TAI Temel Kotil mengatakan bahwa penerbangan pertama prototipe akan dilakukan pada tahun 2025. Pada saat yang sama, Koti berharap bahwa produksi pertama TF-X akan dimulai pada awal 2028.

Full mockup TF-X di Paris AirShow 2019.

Dan untuk saat ini, program TF-X akan menjadwalkan terbang perdana akan dilangsungkan pada tahun 2025 atau 2006. Sementara produksi pertama harus diserahkan ke AU Turki pada tahun 2030-an. Program TF-X diluncurkan pada Desember 2010, dengan tujuan mengembangkan pesawat tempur generasi kelima produksi dalam negeri.

Pekerjaan desain konseptual pada pesawat baru dilakukan pada periode 2011 – 2013, yang mengarah ke fase pengembangan skala penuh yang dimulai pada tahun 2016.

Meski belum ada keputusan, desain TF-X merekomendasikan penggunaan mesin turbofan afterburning F110-GE-129 atau F110-GE-132 produksi General Electric. Ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat hubungan antara Turki dan AS sempat kurang harmonis. Meski belakangan, hubungan tersebut telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan, termasuk pembicaraan tentang potensi penjualan F-16 Viper.

Opsi mesin lainnya, adalah dari Rolls Royce, yang awalnya ditolak demi General Electric sebagai pemasok mesin untuk TF-X. Namun, ada ketegangan antara Turki dan Inggris terkait transfer teknologi sensitif dan hak kekayaan intelektual.

Mendapatkan mesin dari Rusia sempat disarankan, tetapi perang saat ini di Ukraina dan sanksi terkait Moskow oleh komunitas internasional membuat prospeknya kurang menguntungkan. Sementara itu, Turki juga menjadi pemasok utama senjata ke Ukraina.

Baca juga: Setelah Permohonan Erdogan, Joe Biden ‘Restui’ Penjualan F-16 dan Suku Cadangnya ke Turki

Akhirnya, ada harapan mesin yang diproduksi di dalam negeri, yang sebelumnya telah diusulkan untuk TF-X, meskipun waktu yang diperlukan untuk menyiapkan mesin seperti itu membutuhkan waktu pengembangan yang panjang, yang kemungkinan tidak akan tersedia sebelum tahun 2038. (Gilang Perdana)

4 Comments