Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Torpedo Latih AL Cina ‘Nyasar’ ke Vietnam, Mungkinkah Membawa Pesan Politik?

Dalam beberapa hari belakangan, pihak intelijen dan aparat keamanan Vietnam sedang sibuk-sibuknya, pasalnya pada 18 Desember lalu, Tran Minh Thanh, seorang nelayan di Provinsi Phu Yen, Vietnam bagian selatan, menemukan sebuah torpedo di lepas pantai, dan kemudian membawanya ke pinggir pantai. Penemuan torpedo sontak menggegerkan warga, dan atas temuan tersebut, torpedo langsung diamankan dan kini telah dibawa oleh aparat keamanan.

Baca juga: Nyaris Disengat Torpedo Kapal Selam Cakra Class, Inilah Profil HMAS Kanimbla

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Vietnam, namun bisa dipastikan dari foto-foto yang dilansir banyak media, maka bisa dipastikan asal torpedo adalah milik AL Cina. Hal tersebut tersirat dari jenis huruf dan karakter yang tertera pada badan torpedo. Dikutip dari caixinglobal.com (21/12), pihak Cina pun sudah mengakui torpedo yang dimaksud adalah milik mereka.

Pihak Kementerian Pertahanan Cina menyebut bahwa AL Cina telah kehilangan salah satu torpedo yang ditembakan dari kapal selam di sekitar Pulau Hainan, peristiwanyta disebut-sebut pada awal Desember dalam sebuah kegiatan latihan tempur. Otoritas Cina berusaha meyakinkan bahwa torpedo yang ‘nyasar’ tidak diarahkan dengan sengaja dan tidak ditujukan ke sasaran tertentu. Pihak berwenang mengidentifikasi temuan tersebut sebagai torpedo latih.

Identifikasi sebagai torpedo latih dapat dilihat dari band warna oranye pada bagian depan. Dalam dunia ‘siluman bawah laut,’ torpedo latih mempuyai performa standar, namun pada torpedo latih tidak dilengkapi hulu ledak. Sejatinya label band warna oranye pada torpedo diterapkan pada standar pelatihan Amerika Serikat dan NATO.

Disarikan dari beberapa sumber, temuan torpedo di Vietnam mempunyai panjang sekitar 6,8 meter. Bodi torpedo dominan berwarna hitam dengan dilengkapi dua bilah propeller yang bergerak saling berlawanan (contra-rotating propeller blades). Dari pengamatan lebih dekat, pada bagian belakang torpedo juga terdapat control-wire dispenser, yang artinya torpedo tersebut menggunakan media kawat untuk perintah kendali dari kapal selam.

Bisa dipastikan torpedo di Vietnam berasal dari kapal selam, mengingat dari dimensinya yang 533 mm (21 inchi) – Heavyweight torpedo. Cina sendiri mengambil langkah meng-copy teknologi dari AS untuk urusan torpedo. Beberapa analis menduga sosok torpedo yang ditemukan nelayan Vietnam adalah dari jenis Yu-6, yang merupakan copy-an dari torpedo MK48 buatan Honeywell. Kisahnya pada akhir 1970-an, nelayan Cina ada yang menemukan torpedo ini, kemudian pada dekade 80-an pemerintah Cina mulai melakukan reverse engineering pada jenis torpedo ini.

AL Cina sendiri baru mulai mengoperasikan Yu-6 pada tahun 2005, torpedo ini dirilis dalam beberapa varian, diantaranya dengan pilihan pemandu wire guidance, passive/active accoustic homing dan wake homing. Dari spesifikasi, Yu-6 ditenagai propellant berupa Otto fuel II, dan punya kecepatan 65 knots dengan jarak jangkau 45 km. Jika dibandingkan dengan jenis torpedo yang kini aktif digunakan kapal selam TNI AL, yaitu AEG SUT 533 mm, punya kecepatan 35 knots dengan jarak jangkau 38 km.

Meski yang ditemukan pada 18 Desember lalu adalah torpedo latih, tak pelak menjadi kewaspadaan ekstra bagi Vietnam, pasalnya memang Cina dan Vietnam masih dalam status bersengketa pada kasus Pulau Paracel di Laut Cina Selatan. Jarak dari Pulau Paracel ke Provinsi Phu Yen sekitar 483 km, dan jarak dari Provinsi Phu Yen ke Pulau Hainan sekitar 643 km. Hainan dikenal sebagai pangkalan kapal selam terbesar AL Cina, yang ditaksir menjadi home base dari 80 kapal selam dalam berbagai jenis.

Baca juga: Torpedo Black Shark Untuk Kapal Selam Nagapasa Class TNI AL

Dengan kejadian di atas, mungkinkah torpedo yang ditemukan pada 18 Desember membawa pesan politik tertentu pada Vietnam? Seperti untuk mengingatkan Vietnam akan kehadiran kekuatan Sang Naga di sekitar Laut Cina Selatan. (Haryo Adjie)

12 Comments