Seputar DSEI 2019Klik di Atas

TNI AU Uji Tembak Window Gun FN MAG 58M di AWR Salatri

Langit di sekitar Cianjur Selatan dalam beberapa hari ini ramai dengan suara wara-wiri helikopter tempur. Persisnya selama 5 hari, dimulai pada 8 Januari 2019, dua helikopter Combat SAR H225M Caracal dari Skadron Udara 8 melaksanakan latihan menembak di AWR (Air Weapon Range) Salatri, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Dalam sesi uji tembak, awak helikopter secara khusus menguji kemampuan penggunaan senjata FN MAG 58M kaliber 7,62 x 51 mm yang berperan sebagai window gun.

Baca juga: Kejar Target Helikopter di MEF II, Kemhan Resmi Order 8 Unit H225M Caracal dan 9 Unit Bell-412EPI

FN MAG 58M memang telah menjadi senjata pasangan standar pada helikopter H225M Caracal, atau EC-725 Super Cougar saat perusahaan asal pembuatnya masih bernama Eurocopter. Dikutip dari tni-au.mil.id, disebutkan bahwa latihan ini dalam digelar dalam rangka melatih awak helikopter yang akan melaksanakan tugas ke daerah operasi.

Dua unit H225M Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja diawaki oleh Letkol Pnb Asep Wahyu dan Letkol Pnb David Dwi Martin sebagai pilot dengan kopilot Kapten Pnb Satya dan Zepanya. Dalam sambutannya Pangkoopsau I menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Komandan Lanud Atang Sendjaja dan jajaran serta masyarakat kampung Giri Mukti yang telah mendukung dan berpartisipasi sehingga latihan menembak di AWR Salatri dapat terlaksana dengan baik.

FN MAG 58M pada dasarnya serupa dengan senapan mesin sedang FN MAG yang digunakan satuan infanteri, hanya saja pada varian di helikopter tidak menggunakan popor, sebagai gantinya gunner menarik pelatuk menggunakan spade grips. Dari performanya, FN MAG 58M punya kecepatan tembak yang dapat disesuaikan, mulai dari 650 sampai 1.000 peluru per menit. Sementara kecepetan luncur proyektil 840 meter per detik.

Baca juga: FN Light Door Pintle – Sulap NBO-105 Puspenerbal Menjadi Helikopter Gunship

Dengan penyesuaian bidikan pada sasaran, serta jenis peluru dan kondisi lingkungan, jarak tembak maksimumnya bisa mencapai 1.800 meter. FN MAG 58M sebelumya juga telah digunakan oleh Puspenerbal TNI AL, yakni dipasang sebagai door gun di helikopter angkut ringan NBO-105. Di sekitaran tahun 2011, bertepatan dengan momen Satgas Merah Putih melaksanakan Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia, Puspenerbal memasang satu unit NBO-105 nomer NV-411 dengan door gun. (Gilang Perdana)

5 Comments