Tiga Kali Lebih Mahal dari F-35, Angkatan Udara AS Pertimbangkan untuk Rancang Ulang Proyek NGAD

Rencananya Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) akan memensiunkan jet tempur stealth F-22 Raptor pada tahun 2030. Dan sebagai penggantinya adalah kehadiran jet tempur generasi keenam, atau yang dikenal dalam proyek Next Generation Air Dominance (NGAD). Selain desain NGAD yang masih dimatangkan, ada kabar bahwa nantinya NGAD sulit untuk diproduksi dalam jumlah besar, kok?

Baca juga: Angkatan Udara AS Resmi Mencari Desain Jet Tempur Pengganti F-22 Raptor

Bukan karena adanya masalah teknis, melaikankan biaya produksi sebuah NGAD yang disebut-sebut sangat mahal, yakni mencapai tiga kali lipat dari biaya produksi F-35 Lightning II. Dengan tingginya biaya produksi NGAD, lantas mendorong para petinggi militer AS untuk mempertimbangkan guna merancang ulang proyek NGAD agar dapat mengelola dengan lebih baik.

Seperti dikutip Defense News, informasi ini terungkap dalam wawancara baru-baru ini yang dilakukan pada tanggal 28 Juni dengan Sekretaris Angkatan Udara AS, Frank Kendall. “Saya dapat memberitahu Anda bahwa kami sedang melihat konsep desain platform NGAD untuk melihat apakah itu dapat diterapkan, apakah konsep tersebut tepat atau tidak. Kami sedang melihat apakah kami dapat melakukan sesuatu yang lebih murah dan melakukan trade-off di sana. Ini adalah platform yang sangat mahal. Harganya sekitar tiga kali lipat harga F-35, dan kami hanya mampu membelinya dalam jumlah kecil,” ujar Kendall.

Upaya untuk mengurangi biaya tampaknya difokuskan pada perubahan sistem propulsi pada NGAD, yang pada awalnya berupaya untuk terdiri dari mesin yang dapat disesuaikan dengan kondisi penerbangan, maka dalam hal ini, Angkatan Udara AS sedang mencari alternatif mesin yang lebih kecil dan tidak rumit, yang akan mengurangi biaya proyek secara signifikan.

Kendall menyebut, dengan mengikuti logika ini, maka biaya yang diharapkan untuk mengurangi potensi produksi NGAD ada kisaran 100 juta. “Idealnya, saya ingin menurunkan (biayanya) menjadi kurang dari F-35.

Perancis dan Jerman Beda Pandangan Tentang Proyek Jet Tempur Masa Depan – FCAS/SCAF

Dalam beberapa minggu terakhir, proyek NGAD telah banyak diteliti dalam hal anggaran. Dengan disetujuinya Fiscal Responsibility Act untuk tahun fiskal 2025, seluruh Angkatan Bersenjata AS harus menyesuaikan rencana pendanaan mereka. Angkatan Udara AS sedang dalam proses memodernisasi kemampuan pencegahan nuklirnya, seperti pada upgrade pembom B-52H dan B-21 Reader..

Pada bulan Mei tahun lalu, Angkatan Udara AS telah menerbitkan “classified solicitation” kepada industri pertahanan sehingga dapat membuat kontrak pengembangan teknik dan manufaktur untuk platform Next Generation Air Dominance (NGAD). Permohonan tersebut menginformasikan kapada mitra industri pertahanan tentang spesifikasi yang dibutuhkan Angkatan Udara AS untuk NGAD, yang pada akhirnya akan menggantikan jet tempur generasi kelima F-22 Raptor.

“Platform NGAD adalah elemen penting dari keluarga sistem Air Dominance yang mewakili lompatan generasi dalam teknologi di atas F-22, yang akan digantikannya,” kata Frank Kendall dalam sebuah pernyataan. (Gilang Perdana)

Sosok J-XX ‘Tampak’ di Udara, Inilah Jet Tempur Generasi Keenam Cina

One Comment