Tiga Jet Tempur F-16 Block 70 Viper Pesanan Bahrain Telah Diterbangkan dari Greenville

Untuk pertama kalinya, jet tempur F-16 Block 70 Viper produksi baru dari Lockheed Martin, meninggalkan wilayah Amerika Serikat, persisnya pada Rabu malam, 6 Maret 2024, tiga unit F-16 C/D Block 70 Viper pesanan Angkatan Udara Bahrain – Royal Bahraini Air Force (RBAF), lepas landas dari Greenville, South Carolina menuju Pangkalan Udara Shaikh Isa di Bahrain.

Baca juga: Momen Penting Bagi Lockheed Martin, F-16 Viper Pesanan Bahrain Sukses Terbang Perdana

Ketiganya, terdiri dari dua unit F-16 C dan satu unit F-16 D Block 70, yang dalam penerbangan ferry flight Trans Atlantik turut didampingi dua pesawat tanker KC-135R Stratotanker. Dalam penerbangan lintas Atlkantik, flight F-16 Viper singgah di Pangkalan Udara Morón de la Frontera di Spanyol. Ketiga F-16 Viper baru yang dikirim ke Timur Tengah, meliputi F-16 C 1603 (FMS 18-0003) dan 1605 (FMS 18-0005), serta F-16D 1612 (FMS 18-0012).

Kesepakatan pengadaan F-16 Block 70 Viper ditandatangani pada bulan November 2017 oleh Lockheed Martin, Departemen Pertahanan AS dan Kerajaan Bahrain. Bahrain menjadi negara pertama yang memesan enam belas unit F-16 Block 70, yang didistribusikan dalam sepuluh model F-16 C (single seat) dan enam model F-16 D (tandem seat).

Hingga saat ini, Lockheed Martin telah memproduksi lima jet tempur F-16 Block 70 untuk Bahrain, dengan tambahan 11 jet dalam tahap produksi dan pengujian. Unit keempat saat ini sedang melakukan misi uji terbang di Pangkalan Udara Edwards di California, dengan ditangani oleh 416th Flight Test Squadron.

Backlog pesanan F-16 Block 70 Viper saat ini mencakup 133 unit pesawat untuk enam negara pemesan. Tahun 2024 ini, Lockheed Martin berencana untuk mengirimkan 19-21 unit F-16 Viper dari jalur produksi di Greenville. Dengan memanfaatkan sistem manufaktur canggih dan teknologi digital 1LMX, Lockheed Martin memperkirakan peluang potensial untuk menambah hingga 300 unit pesanan tambahan F-16 Viper di seluruh dunia.

F-16 Block 70 Viper mewakili lompatan signifikan dalam kemampuan pesawat tempur, yaitu dengan berada di garis depan teknologi generasi 4,5. Pesawat tempur single engine ini dilengkapi dengan radar AESA APG-83, avionik canggih, dan kokpit modern yang menampilkan sistem keselamatan baru dan platform senjata canggih.

Penyempurnaan tambahan pada F-16 Viper mencakup tangki bahan bakar konformal untuk jangkauan yang lebih luas, peningkatan performa mesin, dan masa pakai struktural yang diperpanjang hingga 12.000 jam. Fitur keselamatan utama juga ditampilkan dengan Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS) yang diperkenalkan pada akhir tahun 2014, dan telah berperan penting dalam menyelamatkan nyawa 13 pilot di 12 jet tempur. (Bayu Pamungkas)

Mulai Diproduksi Sejak Akhir 2019, F-16 Viper Perdana Pesanan Bahrain Meluncur dari Pabrik

One Comment