Thales DA05 – Radar Intai Udara Sekunder di KRI Karel Satsuit Tubun 356

Bagi Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), keberadaan radar intai udara di armada kapal perang frigat dan korvet TNI AL juga berperan sebagai gap filler dan mendukung jangkauan radar intai eksisting yang ada di daratan. Seperti dalam operasi pengamanan di kawasan Natuna, selain ada Satuan Radar 212 di Ranai, pengintaian ruang udara TNI mendapat perkuatan dari radar-radar udara yang melekat di kapal kombatan TNI AL.

Baca juga: Thales LW03 – Radar Intai Udara Utama di Frigat KRI Karel Satsuit Tubun 356

Dalam deployment kekuatan di Natuna, seperti diketahui TNI AL menempatkan frigat Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class) – KRI Karel Satsuit Tubun 356. Meski usianya tak lagi muda, bahkan notabene menjadi kapal perang tertua yang beroperasi di Natuna, KRI KST 356 dilengkapi dua jenis radar intai udara.

Setelah pada artikel sebelumnya diulas tentang Thales LW03 yang menjadi radar intai utama di frigat besutan Belanda ini, maka ada tipe radar udara DA05 yang punya jangkauan lebih pendek dari LW03. Radar yang buatan Thales Nederland ini pada KRI KST 356 ditempatkan pada bagian atas menara utama.

Dikutip dari radartutorial.eu, disebut bahwa DA merupakan singkatan dari Doels Aanwijzing (bahasa Belanda), atau dalam bahasa Inggris artinya target indication. Radar ini beroperasi pada frekuensi S-band dan masuk kategori radar untuk medium-range surveillance and target indication.

Ciri khas dari radar DA05 mempunyai high gain dengan narrow beamwidth. Konfigurasi tersebut menjadikan radar DA05 dapat membentuk pola kuadrat cosecant hingga sudut ketinggian 40 derajat. Radar yang dilengkapi hydraulic antenna stabiliser ini memancarkan sinyal lewat tunable coaxial magnetron yang dapat di-setting. Fitur yang tersedia pada radar DA05 mencakup moving target indication (MTI), video processing dan interference suppression circuits.

Radar yang berjalan di rentang frekuensi 500 – 1000 Hz dan peak power 1,2 MW ini punya jangkauan deteksi udara hingga jarak 135 km.

Mengusung teknologi radar era 70-an, jelas usia radar DA05 sudah tak muda lagi. Pihak Thales pun pernah menawarkan program upgrade dan ship life extension program (SLEP) untuk meningkatkan kemampuan solid state transmitter.

Pada Indo Defence 2016, PT Len Industri mengumumkan mendapatkan kontrak upgrade radar DA05, persisnya upgrade radar DA05Β  di tiga unit frigat Van Speijk Class. Paket upgrade dari PT Len mencakup menggantikan pemancar magnetron asli dengan penguat daya solid-state 5kW dan memperkenalkan pemrosesan sinyal digital sambil tetap mempertahankan antena dan pandu gelombang yang ada.

Selain itu upgrade radar DA05 juga mencakup penambahan 1.000 saluran yang dapat dipilih, indikasi target bergerak, dan ekstraksi plot otomatis serta pelacakan multi-hipotesis.

Radar DA05 (dahulu) korvet Fatahillah 361.

Pernah Digunakan di Korvet Fatahillah Class
Selain di armada frigat Van Speijk Class, penempatan radar DA05 juga terdapat di ketiga unit korvet Fatahillah Class – KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363. Radar DA05 pada korvet buatan Belanda itu disematkan pada deck bagian belakang, atau berada area setelah cerobong asap.

Radar DA05 yang tidak lagi terlihat di korvet KRI Malahayati 362.

Namun, seiring modernisasi dan program upgrade pada Fatahillah Class, radar DA05 nampak sudah dilepas dari dudukannya, khususnya pada KRI Fatahillah 361 dan KRI Malahayati 362. Sebagai gantinya korvet tersebut kini menggunakan radar intai udara dan permukaan Terma SCANTER 4100. (Gilang Perdana)

7 Comments