Tandingi Tridon MK2, KNDS Tawarkan Sistem Hanud RapidFire 8×8 dengan Prinsip Gelar Kontainer

Sistem pertahanan udara (hanud) meriam mobile di kaliber 40 mm menjadi sorotan dalam pemeran pertahanan Eurosatory 2024 yang dihelat di Paris (17 – 21 Juni 20240). Selain BAE Systems yang meluncurkan Tridon MK2, varian meriam Bofors 40 MK4 Naval Gun yang dipasang pada platform truk, maka KNDS (KMW+Nexter Defense Systems), perusahaan patungan Jerman-Perancis juga tak ketinggalan, yakni dengan memperkuat portfolio RapidFire, yang juga naval gun di kaliber 40 mm yang kali ini ditawarkan dalam platform truk 8×8.

Baca juga: BAE Systems Luncurkan Tridon MK2 – Meriam Bofors 40 MK4 Naval Gun yang Dipasang pada Platform Truk

Yakni dengan memperkuat portfolio RapidFire, yang juga naval gun di kaliber 40 mm yang kali ini ditawarkan dalam platform truk 8×8. RapidFire 8×8 tak ubahnya varian RapidFire meriam kapal yang ditampilkan dengan sedikit perubahan. Thales sebelum ini telah memperkenalkan RapidFire pada platform truk 6×6. Bagi Thales, RapidFire 6×6 sebagai platform senjata di darat (ground based) dapat berbuat banyak dan menjadi solusi SHORAD (Short Range Air Defence), khususnya dalam menghadapi drone kamikaze.

Berbeda dengan RapidFire 6×6, maka RapidFire 8×8 dapat dilepas seluruhnya dari truk, mirip prinsip pada kontrainer. Hal ini memungkinkan penempatan darurat unit RapidFire, sementara truk kembali ke pangkalan untuk memasang yang baru. RapidFire dalam hal ini menggunakan meriam otomatis 40CTA yang menembakkan amunisi teleskopik – ased telescopic (CT) unik. Dibandingkan dengan peluru all-up 40 mm yang digunakan oleh meriam Bofors 40 MK4, maka panjang amunisi CT lebih kompak karena peluru terkubur di dalamnya.

Sistem pada RapidFire didasarkan pada meriam 40CTA (40 mm Cased Telescoped Ammunition) yang dikembangkan bersama 25 tahun lalu oleh Nexter dan BAE Systems, di bawah perusahaan hasil joint venture, CTAI. Meriam 40CTA sudah digunakan pada ranpur lapis baja EBRC Jaguar, yang dikembangkan untuk Perancis dan Belgia, dan juga akan dipasang pada ranpur lapis baja Ajax yang sedang dikembangkan oleh General Dynamics untuk Angkatan Darat Inggris.

Amunisi CT 40 mm ditawarkan dalam varian APFSDS-T, HE dan airburst. Meriam otomatis 40CTA dapat menyerang target hingga jarak 4.000 meter dengan laju tembakan 200 proyektil per menit. Dalam satu modul tempur, setiap turret RapidFire dapat membawa 70 hingga 120 peluru.

RapidFire 6×6.

Selama Eurosatory 2024, BAE Systems memamerkan solusi berbasis truk serupa, Tridon Mk2. Namun, Tridon Mk2 menggunakan meriam Bofors 40 Mk4 naval gun yang dimodifikasi dengan sistem elektro-optik dua sumbu untuk perolehan target.

Meskipun kedua opsi 40 mm menawarkan jangkauan yang signifikan dan keunggulan mematikan, tidak adanya radar pencari target merupakan sebuah kelemahan, terutama dalam kondisi visibilitas yang buruk. Jumlah (terbatasnya) amunisi juga menjadi perhatian, meskipun kedua senjata tersebut akan menggunakan amunisi ledakan udara (airbrust) dalam menghadapi serangan dari drone dan rudal jelajah.

RapidFire bukan sistem senjata yang dirancang dadakan, pasalnya RapidFire telah dikembangkan sejak tahun 2019 untuk kebutuhan Angkatan Laut Perancis. RapidFire dirancang untuk sistem hanud darat-ke-udara di ketinggian rendah, khususnya dalam misi anti-drone, dan dapat melindungi kapal, unit darat, atau pangkalan dari berbagai ancaman seperti jet ski, kapal cepat, dan loitering munition, atau rudal hingga jarak tembak efekrif 4.000 meter.

Dibekali perangkat optronic pada kubahnya, RapidFire mampu beroperasi secara independen atau terhubung ke combat management system, dan kubah beroperasi secara pasif ketika tidak dalam mode menembak. (Gilang Perdana)

Nexter dan Thales Rilis Desain Akhir RapidFire – Meriam Kapal Kaliber 40mm Generasi Terbaru

3 Comments