Tak Ingin Ketinggalan, Balitbang Kemhan dan LAPI ITB Garap Radar Pasif Mobile

Berita tentang rencana pengadaan radar pasif untuk pengamanan di Pulau Natuna rupanya membawa angin segar pada dunia litbang alutsista di Tanah Air. Era penggunaan radar pasif jelas memberi efek deteren, pasalnya sistem radar pasif mampu mendeteksi sasaran secara senyap, karena tidak memancarkan sinyal radar, mampu juga mendeteksi emisi di daratan dan lautan, handal terhadap jammer, bekerja secara rahasia, mudah diintegrasikan, serta dapat diintegrasikan dengan sensor radar pertahanan udara aktif yang sudah ada.

Baca juga: Lindungi Wilayah Natuna, Indonesia Pilih Radar Pasif Vera-NG, Pengendus Pesawat Stealth

Untuk radar pasif di Pulau Natuna, kabarnya akan menggunakan Vera-NG buatan Era (Omnipol Group), Ceko. Dan melihat keunggulan sistem radar pasif, mendorong elemen di dalam negeri untuk membuat prototipe radar dengan model dan kemampuan serupa.

Adalah Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) PT LAPI ITB, beberapa waktu lalu telah menampilkan sosok radar pasif dalam kendaraan khsusus (ransus) di Indo Defence 2018. Meski masih purwarupa, desain ransus dari truk dengan karoseri yang futuristik, boleh dibilang berhasil membetot perhatian khalayak luas.

Radar pasif adalah sistem perangkat pendeteksi target layaknya radar aktif, namun tanpa mentransmisikan sinyal ke target yang dimaksud. Sebagai bahagian dari elektronik warfare (pernika), radar pasif ini berperan penting dalam melakukan fungsi deteksi target menggunakan sinyal referensi atau sumber sinyal tertentu termasuk untuk mengetahui lokasi sumber sinyal serta melakukan tracking.

Fungsi-fungsi yang ada di radar pasif antara lain adalah PCL (Passive Coherent Location) yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek dengan memanfaatkan pantulan gelombang elektromagnetik yang ada di lingkungan sekitar.

Lalu ada PET (Passive Emmiter Tracking) yang fungsinya untuk mendeteksi dan mengidentifikasi objek dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh obyek itu sendiri. Yang terakhir IFF (Identification Friend or Foe)/ADS-B (Automatic dependent surveillance—broadcast)yang berfungsi mendeteksi dan mengidentifikasi objek di udara dengan memanfaatkan transmisi/pertukaran informasi IFF/ADS-B.

Baca juga: Tidak Tergantung Pada Internet, Inilah Keunggulan Radar ADS-B Buatan Depohar 50 TNI AU

Komponen utama radar pasif terdiri dari antenna system, Mast and Traier, Digital Signal Processing (DSP), dan Display. Keuntungan radar pasif adalah tidak perlu memancarkan sinyal sendiri (silent) untuk mendeteksi target. Selain itu, biaya lebih murah karena tidak memerlukan transmitter.

Kemampuan pertahanan udara yang mengandalkan radar aktif akan sangat terdongkrak dengan dilengkapi sistem radar pasif, sehingga tidak saja pesawat konvensional bisa lebih mudah tertangkap radar namun juga pesawat non konvensional berkemampuan stealth, termasuk pesawat tanpa awak dan rudal jelajah bisa terdeteksi dan bisa dilumpuhkan sedini mungkin. (Gilang Perdana)

9 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *