Bagi Indonesia, sistem rudal pertahan udara (hanud) di kapal perang permukaan sudah bukan barang asing. Namun lain halnya dengan Filipina, Negeri Pinoy itu baru untuk pertama kalinya mengoperasikan rudal hanud pada kapal perangnya. Persinya pada 8 Oktober lalu telah tiba paket rudal Mistral 3 di Bandara Internasional Subic Bay. Rencananya paket rudal VSHORAD (Very Short Range Air Defence) itu akan dipasang pada frigat BRP Jose Rizal dan BRP Antonio Luna. (more…)
Meski termasuk sebagai senjata hanud konvensional, namun, kanon twin gun ZUR kaliber 23 mm atau dikenal juga sebagai ZU-23-2, masih saja laris manis di pasar internasional. Selain dipercaya sebagai arsenal pada Arhanud TNI AD, rupanya sejumlah negara masih mengorder kanon VSHORAD (Very Short Range Air Defence) produksi Polandia ini. (more…)
Pembaca yang budiman tentu masih ingat dengan kanon 23-mm/ZUR komposit rudal Grom, ya inilah salah satu arsenal alutsista di Arhanud TNI AD. Secara keseluruhan, kanon 23-mm/ZUR komposit rudal Grom adalah bagian dari Kobra Air Defence System. Dam lama tak terdengar kabarnya, dari negeri asalnya, Polandia, ada upgrade terbaru pada jenis senjata VSHORAD (Very Short Range Air Defence) ini. (more…)
Platform ranpur BMP-3 boleh dikata sebagai yang paling populer dalam jagad pengembangan alutsista Rusia saat ini. Selain diwujudkan sebagai IFV (Infanfry Fighting Vehicle) BMP-3F seperti yang digunakan Korps Marinir, keluarga BMP-3 juga sukses diadaptasi sebagai APC amfibi (BT-3F), self propelled mortar system (2S31 Vena), airborne light tank (Sprut-SDM1), dan unmanned combat ground vehicle (Udar). Nah selain turunan BMP-3 di atas, ternyata tank ini juga telah diwujudkan ke dalam jenis self propelled anti aircraft gun (SPAAG). (more…)
Dalam beberapa waktu lalu, kami telah banyak melakukan update artikel seputar rudal RBS-70 yang digunakan Arhanud TNI AD dan RBS-70 NG yang ditawarkan sebagai solusi baru VSHORAD (Very Short Range Air Defence). Beragam sisi unik dari rudal yang masuk kategori MANPADS (Man Portable Air Defence System) ini telah kami kupas, namun masih ada hal lain yang dirasa terlewatkan dari rudal yang menjadi pelopor platform tripod ini. Diantaranya tentang kontainer rudal (launch tube) yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem alutsista asal Swedia ini. (more…)
Pertengahan tahun lalu (2017), Saab Bofors Dynamics telah memperkanlkan apa yang disebut sebagai RBS-70 NG RWS (Remote Weapon Station) di Defence and Security Equipment International (DSEI), London, dan berlanjut ke penampakan mockup-nya di Singapore AirShow 2018. Bagi para penggiat dunia alutsista tentu melihat hadirnya RBS-70 NG sebagai rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) dalam model remote dan multiple launcher adalah sesuatu yang menarik, sekaligus mengundang tanda tanya. (more…)
Tanpa terasa sistem MANPADS (Man Portable Air Defense System) RBS-70 sudah menginjak usia 40 tahun. Sejak pertama kali digunakan pada tahun 1977 oleh AD Swedia, hingga kini sudah lebih dari 1.600 sistem MANPADS RBS-70 digunakan di 19 negara dengan 18 ribu rudal yang telah diproduksi, seperti Indonesia yang masih mengandalkan satu baterai (9 pucuk) RBS-70 pada Yon Arhanudri 2 Kostrad di Malang, Jawa Timur. (more…)
Rasanya tak salah bila ada yang menyebut Indonesia menjadi ‘surganya’ rudal MANPADS (Man Portable Air Defense System), pasalnya jenis rudal ber-genre SHORAD (Short Range Air Defence) ini cukup banyak jenisnya, sebut saja ada Strela, Grom, Mistral, RBS-70, Chiron, QW-3, dan yang paling baru Starstreak dari Inggris. Ditengah mendamba kedatangan medium SAM yang tak kunjung tiba, peran MANPADS memang punya porsi tersendiri dalam strategi Arhanud ketiga matra TNI.
Sosok rudal VSHORAD (Very Short Range Air Defence) buatan Swedia ini memang tak muda lagi di Indonesia, maklum generasi terakhir yang dibeli Indonesia adalah tipe RSB-70 MK2 adalah hasil pengadaan di dekade 80-an. Namun jangan anggap sepele RBS-70, justru rudal produksi Saab ini masih sangat diandalkan oleh satuan Arhanud TNI AD. RBS-70 masih mendapat kepercayaan tinggi, dibutkikan dari deploy rudal ini bersama radar Giraffe 40 difungsikan sebagai perangkat pertahanan pada salah satu ajang penting berskala internasional di Bali beberapa tahun lalu. (more…)
Karena punya fungsi untuk mengejar dan menghancurkan pesawat tempur, maka tak heran bila rudal hanud (pertahanan udara) diciptakan untuk melesat dengan kecepatan supersonic, sebagian dari Anda mungkin sudah mahfum dengan nama-nama rudal hanud, terlebih dengan yang telah dioperasikan oleh TNI. Dan untuk lebih mengenal tentang rudal hanud, pada artikel kali ini kami kupas tentang dua mahzab sistem pemandu yang berlaku dalam dunia rudal hanud. Masing-masing punya karakter dan keunggulan tersendiri, bergantung pada situasi, kondisi, dan jenis sasaran yang dihadapi. (more…)