Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: Uni Soviet

GAZ Sadko Next: Tawaran Sensasi Truk Taktis 4×4 dari Rusia

Pasar truk medium 4×4 TNI dengan kemampuan taktis saat ini didominasi oleh Isuzu NPS 75 4×4 dan Mercedes Benz Unimog. Namun, bukan berarti peluang hadirnya merek lain tertutup, pasalnya selalu ada dinamika atas kebutuhan operasional, apalagi menyakut kategori rantis (kendaraan taktis) yang diperluan setiap satuan. (more…)

Indonesia Akuisisi Pesawat AEW&C, Pilih Model Antena Rotodome atau Antena Tegak?

Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)

2M7 Twin Gun: Bukti Eksistensi Senapan Mesin Berat dari Era Operasi Trikora

Foto: istimewa

Diantara update beragam alutsista keluaran terbaru, menelusuri jejak alutsista tua yang masih tersisa menjadi sesuatu yang manarik, pasalnya ada sejarah yang melekat dari senjata tersebut. Di lini armanda TNI AL, seperti telah diulas sebelumnya, masih terdapat beberapa KAL (d/h sebagian pernah menjadi KRI) yang mengadopsi kanon Oerlikon 20 mm/70 MK dan kanon 2M3 25 mm Twin, yang keduanya notabene sudah eksis sejak era Perang Dunia II. (more…)

Rudal S-200, Adopsi Fixed Erector dan Masih Bikin Israel Penasaran

Nama rudal hanud S-200 milik Suriah dalam satu tahun ini telah mendapat dua kali sorotan, pertama pada Februari 2018, diwartakan sebuah jet tempur F-16 milik Israel berhasil dirontokkan oleh rudal hanud jarak jauh peninggalan era Perang Dingin tersebut, kemudian yang terbaru, S-200 melakukan friendy fire pada pesawat angkut Ilysuhin Il-20 milik Rusia, 15 awaknya dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. (more…)

Mungkinkah Indonesia Pernah Mengoperasikan MLRS Nebelwerfer 41?

Punya sejarah adopsi persenjataan yang panjang, baik dari kubu AS/Eropa Barat dan Uni Soviet, menjadikan jejak arsenal alutsista TNI sangat beragam. Seperti di segmen MLRS (Multiple Launch Rocket System), di jaman Orde Lama tercatat ada BM-14/17 buatan Uni Soviet yang dioperasikan Artileri Korps Marinir dan M-51 130 mm buatan Cekoslovakia yang dioperasikan Armed Kostrad TNI AD. Keduanya masuk ke kelompok self propelled alias MLRS Swa Gerak yang dipasang pada platform truk. (more…)

Kronshtadt Class: Berakhir Sebagai Kapal Patroli, Inilah Legenda Kapal Pemburu Kapal Selam TNI AL

Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)

Skoryy Class: Jejak Sejarah Destroyer Kedua di Indonesia

KRI Siliwangi 201

Jika ada yang bertanya, apakah ada ‘sisa’ kapal perang ini yang dapat dilihat? Maka jawabannya memang tidak ada. Namun paling tidak, dari beberapa foto yang terpublikasi, sosok kapal perang jenis perusak (destroyer) Skoryy Class yang pernah dimiliki TNI AL (d/h ALRI) ini pernah menorehkan kisah sejarah perkembangan alutsista di Tanah Air, di jaman Indonesia dipandang sebagai kekuatan militer terbesar di Asia Selatan. (more…)

Rudal Bloodhound: Penangkal ‘Ancaman’ Pembom Tu-16 Badger AURI, Aktif Hingga 1990

Ambisi Soekarno untuk menyatukan Nusantara pada kenyataan membuat Indonesia bersitegang langsung dengan Inggris, Belanda, dan kemudian menyeret Australia. Menyadari menghadapi ‘lawan’ negara-negara besar, jauh-jauh hari pun sudah terpikirkan untuk melindungi kawasan obyek vital nasional, terutama Ibukota Jakarta bila suatu waktu menjadi target serangan udara. Maka tak heran kemudian bila Jakarta sempat dilindungi oleh tiga skadron peluncur rudal hanud (SAM) jarak jauh SA-2. (more…)

Sebelum Pilihan Ke SA-2, Soekarno Ternyata Mengincar Rudal Hanud Jarak Jauh “Nike”

Walau kini tinggal sejarah, sosok rudal hanud (Surface to Air Missile/SAM) SA-2 “Guideline” pada dekade 60-an masih menyisakan rasa bangga, bahwa dahulu Indonesia pernah mengoperasikan rudal hanud jarak jauh yang battle proven dan membuat keberadaan Indonesia disegani di kawasan. Berita ditembak jatuhnya pesawat spy Amerika Serikat U-2 ‘Dragon Lady” pada ketinggian 15,24 km menjadi poin penting betapa lethal-nya rudal hanud buatan Uni Soviet ini. Namun dibalik itu semua, tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya yang dilirik Indonesia pertama kali bukanlah SA-2. (more…)