Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: TNI AU

Raytheon AN/MPQ-64 F1 Sentinel, Radar Intai Pada Sistem Hanud NASAMS

Dalam kontrak pengadaan dua baterai sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) pada tahun 2017, dipastikan Indonesia nantinya akan juga mendapatkan unit radar AN/MPQ-64 F1 Sentinel X band 3D. Radar tersebut nantinya akan ditempatkan dalam kendaran taktis 4×4 dan akan melekat langsung pada penggelaran sistem NASAMS yang nantinya bakal dioperasikan Detasemen Pertahanan Udara Paskhas TNI AU. Radar buatan Raytheon ini mengandalkan resolusi tinggi dan pancaran sinyal tiga dimensi. (more…)

Sistem Hanud NASAMS Kini Bisa Luncurkan Rudal AIM-9X Sidewinder

Publik pemerhati di Indonesia pastinya menantikan hadirnya sistem rudal hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System). Dan sampai saat ini yang sudah jelas adalah kontrak pengadaan untuk peluncurnya, sementara untuk rudal yang menggunakan basis AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) masih belum ada update lebih lanjut. Namun ada kabar baik datang dari Kongsberg dan Raytheon, pasalmya NASAMS kini dapat pula meluncurkan rudal selain AIM-120, persisnya sistem NASAMS kini dapat meluncurkan AIM-9X Sidewinder. (more…)

MK12 “Restu Ibu,” Bom Udara Andalan F-16 Fighting Falcon TNI AU

Foto: Instagram Skadron Udara 16

Bila bom udara paling populer saat ini adalah MK82, maka untuk bom dengan bobot terberat yang saat ini operasional digunakan TNI AU, ternyata adalah MK12. Meski namanya jarang terdengar, general-purpose bombs (GP) ini sudah malang melintang digunakan sejak era Perang Korea, Perang Vietnam, bahkan dalam laga Perang Teluk, bom dengan berat 360 kg ini masif diseburkan dari pesawat pembom jarak jauh B-52 Stratofortress. Nah di Indonesia, MK12 ternyata menjadi salah satu senjata udara ke permukaan yang digunakan pada jet tempur F-16 Fighting Falcon. (more…)

Lesu di Pasar Intai Maritim, Lockheed Martin Tawarkan Konsep “MPA Retrofit Kit” untuk C-130 Hercules

Lockheed Martin pernah berjaya di pasar pesawat intai maritim jarak jauh, sebut saja ada keluarga P-3 Orion yang namanya sangat legendaris. Namun kini zaman telah berganti, dimana pasar Orion telah digantikan oleh Boeing P-8A Poseidon. Lockheed Martin pun tak tinggal diam, Lockheed sendiri punya lini pesawat angkut berat yang juga dikenal mampu mengemban misi intai maritim jarak jauh, yang tak lain adalah varian C-130 Hercules. (more…)

Geser Kekuatan, TNI AU Bentuk Dua Skadron Angkut di Indonesia Timur

Guna mewujudkan rencana strategis dalam pengembangan kekuatan udara di kawasan Indonesia Timur, selain rencana membangun skadron tempur, kini lebih dulu TNI AU meresmikan operasional dua skadron angkut baru di Indonesia Timur. Yang dimaksud adalah Skadron Udara 27 dan Skadron Udara 33. Skadron Udara 27 adalah skadron angkut sedang dengan armada pesawat CN-235 220 buatan PT Dirgantara Indonesia. Sementara Skadron Udara 33 adalah skadron angkut berat dengan armada pesawat C-130 Hercules besutan Lockheed Martin. (more…)

Thailand Upgrade 12 Unit T-50TH dengan Radar Warning Receiver dan Flare Dispenser

Sebagai pengguna T-50 Golden Eagle, Indonesia adalah yang paling senior di kawasan Asia Tenggara. Persisnya kontrak pengadaan 16 unit T-50i dilakukan pada Mei 2011 dengan nilai US$400 juta, yang kemudian gelombang pengiriman perdana tiba pada September 2013 dan tuntas pada Januari 2014. Baru setelah itu, dalam jumlah yang lebih sedikit, Filipina dan Thailand turut menjadi pengguna keluarga varian T-50. (more…)

AU Rusia Operasikan Dua Bom Pintar Generasi Terbaru, K08BE dan K029E

K08BE.

Meski arsenal persenjataan Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU terbilang lengkap, yaitu mencakup beberapa jenis rudal udara ke udara dan udara ke permukaan, namun sayangnya untuk segmen bom masih mengadopsi dumb bomb. Sementara Negeri Jiran Malaysia, Sukhoi Su-30MKM justru sudah mampu meluncurkan bom pintar GBU-12 LGBs. Nah, terkait dengan perkembangan teknologi bom pintar, Rusia belum lama ini telah merilis varian bom pintar generasi baru. (more…)

Saab Indonesia Suguhkan Desain Gripen dalam 4 Livery Unik, Ini Filosofinya!

Gripen dengan kamuflase loreng abu-abu khas ‘Sukhoi ‘TNI AU

Lepas dari kepentingan promosi, menampilkan sosok jet tempur dengan livery yang unik tak pelak menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Meski pada dasarnya setiap jet tempur dapat ditorehkan dengan livery yang atraktif, tapi nampaknya desain jet tempur dengan sayap delta adalah yang favorit. Bentang sayap yang relatif besar, memberi kebebasan tersendiri bagi ‘seniman’ untuk menorehkan desain ‘tanpa batas.’ (more…)