Tag: TNI AL

Artileri Kapal Perang TNI AL, Masih Tertinggal dari Malaysia dan Singapura

KRI  874 Lambung Mangkurat

Meski dalam jumlah kapal perang Indonesia unggul di kawasan Asia Tenggara, kini setidaknya ada 148 kapal perang dari berbagai jenis, tapi kebalikannya untuk kualitas artileri pertahanan kapal perang. Memang untuk lini kanon dan adopsi torpedo relatif satu level, umumnya kini mengerucut pada jenis OTO Melara 76 mm. Tapi lain halnya di lini rudal SAM (surface to air missile) dan CIWS (close in weapon system). (more…)

Sewaco: Sistem Senjata Terpadu Armada TNI AL

KRI Diponegoro 365, salah satu kapal perang TNI AL dengan Sewaco mutakhir
KRI Diponegoro 365, salah satu kapal perang TNI AL dengan Sewaco mutakhir

Kecanggihan pesenjataan suatu kapal perang dapat diukur dari sistem Sewaco (Sensor, Weapon, and Command) yang menyertainya. Sistem Sewaco kapal perang dipusatkan pada ruang PIT (pusat informasi tempur) , yang juga merupakan pusat pengendalian kapal atau lazim disebut pos komando umum. Di ruang PIT atau disebut juga sebagai Combat Information Center (CIC), terdapat berbagai peralatan yang diawaki oleh beberapa operator, termasuk di dalamnya komandan kapal. Peran komandan kapal adalah memimpin dan mengendalikan kapal dalam menyikapi berbagai ancaman. (more…)

APS: Senapan Otomatis Bawah Air Andalan Kopaska TNI AL

aps

Untuk menunjang misi tempur berdimensi khusus, tentunya diperlukan senjata yang juga punya kemampuan khusus. Contohnya adalah peran pasukan katak (frogman), dalam misi pengamanan obyek vital di bawah permukaan air, maupun tugas inflitrasi bawah air, pasukan katak membutuhkan peralatan yang serba khas. Selain alat selam close circuit, KTBA (Kendaraan Tempur Bawah air), juga dibutuhkan senjata perorangan bawah air yang juga disesuaikan dengan kondisi alam. (more…)

Sea Shadow: Kendaraan Tempur Bawah Air Kopaska TNI AL

7

Misi infiltrasi ke daerah lawan dan sabotase pada obyek vital menjadi suatu kemampuan yang jamak dimiliki oleh pasukan elit di seluruh dunia.  Lebih khususnya dalam misi berdimensi laut, untuk Indonesia maka ‘pekerjaan’ ini tentunya dipercayakan kepada ahlinya, yakni Satkopaska (Satuan Komando Pasukan Katak) TNI AL. (more…)

Attack Class: From Australia to Satrol Armabar TNI AL

KRI Siada 862, ex-HMAS HMAS Barbette (P97)
KRI Siada 862, ex-HMAS Barbette (P97)

Seperti halnya hubungan antara Indonesia dan Malaysia, hubungan diplomatik dan politik antara Indonesia dengan Australia juga kerap mengalami pasang surut. Masih ingat pasca referendum Timor Timur tahun 1999, kala itu hubungan diplomatik bahkan militer kedua negara sempat memanas akibat kegiatan intelijen dan provokasi yang menjadikan lepasnya Timor Timur (sekarang Timor Leste). Tapi seiring dengan perubahan jaman dan orientasi politik, hubungan diplomatik, perdagangan, dan militer Indonesia – Australia kembali pulih, bahkan kini sedang mesra-mesranya. (more…)

PT-76 dan BTR-50: Duet Maut Ranpur Amfibi di Timor Timur

Foto-7

5 Oktober 1975 – Pelanggaran wilayah RI yang dilakukan oleh Fretilin baik berupa penyusupan dan perampokan serta serangan mortir telah mengakibatkan penduduk dan pengungsi Timor Timur menjadi ketakutan. Sebuah LCM (Landing Craft Mechanized) yang dipersenjatai dengan mortir tampak berlayar di dekat wilayah Indonesia di lepas pantai Batugade. (more…)

BTR-50 (1) : Kisah Pertempuran dalam Operasi Seroja

Foto-5

1975 – Selain malang melintang dalam beragam pertempuran di luar negeri, BTR-50 Korps Marinir TNI-AL juga sudah kaya dengan pengalaman tempur. Salah satu yang cukup fenomenal saat BTR-50 diterjunkan dalam pendaratan amfibi pada operasi Seroja di Timor Timur (sekarang Timor Leste). (more…)

Panhard EBR: Ranpur Berkemudi Ganda Kavaleri TNI AD

ebr00010

Perancis memang bukan pemasok utama alutsista untuk TNI, tapi kiprah Negeri asal Napoleon Bonaparte ini sudah lumayan tersohor dalam menyuplai kebutuhan alutsista TNI, dalam ragam yang berbeda alat tempur maupun perangkat penunjang tempur buatan Perancis telah sejak lama digunakan oleh TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Bisa disebut sejak lama, pasalnya kehadiran alutsista besutan Perancis sudah diadopsi RI sejak era operasi Trikora di tahun 60-an. Salah satu bukti sejarahnya ada di lini kavaleri dan artileri, seperti tank AMX-13, AMX-13 VCI (APC), dan AMX MK61 Howitzer Self Propelled. (more…)