Melanjutkan berita sebelumnya tentang sejumlah sistem rudal hanud S-400 Rusia yang ‘terjebak’ di pangkalan angkatan laut (Lanal) Tartus di Suriah, lantaran tidak semua aset militer Rusia dapat dipindahkan lewat jalur udara dari Lanud Khmeimim, maka aset militer berat harus dievakuasi lewat jalur laut, dan untuk yang satu ini rupanya ada kendala. (more…)
Meski Rusia tak menyatakan mundur dari Suriah, namun kehadiran militer Rusia telah dikurangi drastis pasca tumbangnya rezim Bashar al-Assad, yang atas pertimbangan geopolitik, kemungkinan Rusia akan bergeser pangkalan udara (Lanud) Al Khadim di Libya, yaitu untuk mempertankan kepentingannya di Mediterania dan Afrika Utara. (more…)
Pasca tergulingnya rezim Bashar al-Assad, maka Rusia menata ulang penggelaran kekuatan militernya di Timur Tengah, meski secara resmi tidak hengkang dari Suriah, langkah antisipasi dilakukan begitu Damaskus jatuh ke tangan pemberontak. (more…)
Sejak kejatuhan kota Aleppo dan berlanjut Damaskus yang telah ditembus pasukan pemberontak pada 8 Desember 2024, maka nasib dua basis militer Rusia yang selama ini menopang kekuatan militer rezim Bashar al-Assad menjadi tanda tanya besar. (more…)
Seperti diulas pada artikel sebelum ini, dua basis militer Rusia di Suriah, yaitu Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) di kota pelabuhan Tartus dan Pangkalan Udara (Lanud) Khmeimim (Hmeimim) di kota Latakia, dalam kondisi terancam, setelah kota Aleppo jatuh ke tangan pemberontak anti Bashar al-Assad, maka kedua basis militer Rusia tak lagi aman dari serangan. (more…)
Jatuhnya Aleppo, kota kedua terbesar di Suriah ke tangan pemberontak yang melawan rezim Bashar al-Assad telah memicu kewaspadaan tingkat tinggi kepada Rusia. Selain memberi bantuan tembakan udara dari jet tempur yang diterbangkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Khmeimim (Hmeimim), Rusia yang mendukung Bashar al-Assad kini mulai was-was atas aset militernya yang lokasinya berada tidak seberapa jauh dari Aleppo. (more…)