Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: satelit

Cina, India dan Korea Selatan Pacu Kapasitas dan Kemampuan Satelit Militer, Bagaimana dengan Indonesia?

Seandainya tak ada masalah pembayaran uang muka kepada Airbus Defence and Space (ADS), sejatinya pada tahun ini (2019-red) satelit komunikasi militer pertama milik Indonesia telah mengorbit, dalam paketnya Indonesia akan mengorbitkan satu satelit geostationer (GSO) dan dua satelit non geostationer (NGSO). Tapi sayang, lantaran sengkarut masalah pembayaran, termasuk pada kasus antara Kementerian Pertahanan dengan Avanti Communication, sang operator satelit Artemis, menjadikan impian Indonesia memiliki satelit pertahanan harus tertunda lagi. (more…)

Proyek Larkswood: Tanpa Komunikasi Mandiri, Kedaulatan Negara Jadi Taruhan

Tentu bukan cerita baru bahwa jalur komunikasi penting di Indonesia telah disadap atau berpotensi kuat disadap pihak asing. Maklum, sampai saat ini lebih dari 90 persen teknologi perangkat komunikasi di Indonesia didominasi produk dari luar negeri. Itu baru dari sisi perangkat, belum lagi dari sisi aplikasi yang marak menggunakan layanan OTT (Over The Top) dari luar negeri seperti Facebook, Twitter, BlackBerry dan WhatsApp. Maka tak heran bila komunikasi di level taktis dan strategis juga rentan penyadapan meski telah dilakukan enkripsi sekalipun. Namun penyadapan komunikasi di era terestrial yang melibatkan peran satelit baru dihadapi Indonesia pada dekade 70-an.

(more…)

Eurostar E3000: Platform Satelit Komunikasi Untuk Militer Indonesia

eurostar-3000-picture-courtesy-of-european-space-agency-and-airbus-defence-and-space

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah menunjuk Airbus Defence and Space (ADS) untuk menggarap proyek satelit militer untuk Indonesia. Dan jika tiada aral melintang, di tahun 2019 tiga unit satelit sudah rampung dan selajutnya dapat diorbitkan ke luar angkasa. Namun pertanyaanya, tipe satelit apakah yang diakuisisi untuk kebutuhan strategis pertahanan militer Indonesia? (more…)

BRIsat: Akankah Jadi Satelit Komunikasi Utama TNI?

brisat

TNI AD dalam strategi pengembangan sistem komunikasinya telah mencanangkan deployment Open BTS (Base Transceiver Station). Akses jaringan seluler mandiri ini digadang untuk menyambung urat komunikasi hingga wilayah pedalaman, terutama di area yang tak terjamah coverage operator seluler. Lain dari itu, Open BTS juga dirancang sebagai jejaring akses kendali bagi drone (UAV/Unmanned Aerial Vehicle). (more…)

GPS Jammer TNI AL: Pengacau Sinyal Satelit, Mampu Gagalkan Serangan Rudal dan Pointing Target

corvette_ship

Baru-baru ini ada pemberitaan seputar pelatihan awak personel KRI dalam mengoperasikan GPS (Global Positioning System) jammer yang berlangsung di Lantamal Surabaya, 28 – 30 Oktober 2015. GPS jammer, meski kedengaran canggih, tapi sejatinya telah diadopsi di kapal perang TNI AL sejak tahun 2010. Dan hingga kini ada sekitar 10 kapal perang Satkor (Satuan Kapal Eskorta) yang dilengkapi GPS jammer.

(more…)

Misteri MH-370: Sempat Menghindari Pantauan Radar Kohanudnas!

cover-1

Boeing 777-200ER (extended range) milik Malaysia Airlines MH-370 adalah pesawat bermesin dua Roll-Royce Tren 892 yang dinilai memiliki teknologi tercanggih dan mencatat rekor keselamatan nyaris sempurna. Hari itu, 8 Maret 2014 pukul 00:41 waktu KL (Kuala Lumpur), MH-370 mengangkut 239 penumpang, termasuk 12 kru. Sesuai jadwal, pesawat akan mendarat pukul 06:30 waktu Beijing. (more…)

Wulung UAV: Tantangan Dibalik Sistem Kendali dan Komunikasi Data

wulung01

Seperti telah diulas di artikel Indomiliter sebelumnya , Wulung UAV: Pesawat Tanpa Awak Pengawal Perbatasan RI. Disebutkan bahwa TNI AU tak lama lagi akan menggelar satu skadron PUNA (Pesawat Udara Nirawak) sebagai wahana pengintai untuk wilayah perbatasan RI – Malaysia di Kalimantan. Dan ikon utama skadron anyar TNI AU ini adalah Wulung, jenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) buatan karya anak bangsa. (more…)