Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: SAAB

Lifetime Extend, Jurus Saab Optimalkan Rudal RBS-70 MK2 Hingga 30 Tahun

RBS 70 milik Arhanud TNI AD.

Meski target pengadaan rudal hanud (pertahanan udara) kini diproyeksikan ke segmen rudal jarak sedang (menengah), namun bukan berarti tingkat kesiapan rudal hanud jarak dekat VSHORAD (Very Short Range Air Defence) terabaikan. Guna memenuhi tingkat kesiapan operasional, alutsista rudal SHORAD MANPADS (Man Portable Air Defence System) yang masih serviceable layak untuk dilakukan maintenance secara maksimal. Salah satu yang cukup sukses adalah proyek LTE (Lifetime Extend) yang ditawarkan Saab pada rudal RBS-70 MK2 milik Arhanud TNI AD. (more…)

[Polling] Global 6000 Saab GlobalEye: Pesawat AEW&C Paling Ideal Untuk TNI AU

GlobalEye

Di level pemangku kebijakan, pembahasan tentang pengadaan pesawat intai, khususnya dari jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control) memang kurang greget, maklum fokus pengadaan matra udara masih berkutat di proses pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II yang tak kunjung rampung. Ditambah kabar pemangkasan anggaran pertahanan, menjadikan pengadaan pesawat intai seolah tenggelam. (more…)

Saab Koster Class: Kandidat Kapal Pemburu Ranjau Terbaru Untuk TNI AL

mcmv-47-tall

Meski diterpa isu seputar pemangkasan anggaran, patut disyukuri pengadaan beberapa alutsista tetap berjalan. Salah satu yang sudah mendapat persetujuan dari pemerintah adalah pengadaan kapal pemburu ranjau untuk TNI AL. Seperti disebutkan dalam berita terdahulu, US$215 juta telah dialokasikan untuk MCMV (Mine Counter Mesaure Vessels). Meski anggaran sudah siap, namun masih jadi pertanyaan, jenis kapal pemburu ranjau apa yang bakal diakuisisi TNI AL? (more…)

US$215 Juta, Anggaran Pengadaan Kapal Pemburu Ranjau Terbaru TNI AL

Kapal pemburu ranjau MCMV 47 dari Swedia.
Kapal pemburu ranjau MCMV 47 dari Swedia

Kilas balik ke bulan Februari 2015, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi pernah menyebut bahwa TNI AL berencana memensiunkan dua kapal penyapu ranjau Tripartite Class. Kabar tersebut sempat membuat ramai jagad pemerhati alutsista nasional, pasalnya tipe kapal penyapu ranjau tersebut masih dioperasikan di negara lain, termasuk di negara asalnya, Belanda. Kini setelah satu tahun berlalu, tanda-tanda itu kian jelas setelah terungkap besaran alokasi biaya pengadaan kapal buru ranjau baru untuk TNI AL.

(more…)

Gripen Fighter Challenge: Menjajal Sensasi Jet Tempur Gripen dari Layar Smartphone

Screenshot_2016-07-12-15-00-06

Mungkin tak setiap orang punya kesempatan untuk menjajal simulator jet tempur, tapi berkat kecanggihan game di smartphone, kini setidaknya sensasi menerbangkan jet tempur bisa dirasakan lebih dekat. Game dengan tema simulasi jet tempur jumlahnya ada ratusan, dipastikan tak sulit mengunduhnya di Google Play Store dan iTunes. Tapi ada yang beda dari “Gripen Fighter Challenge,” inilah game simulasi tempur yang tak hanya menghadirkan keseruan tingkat tinggi, namun dibalik itu developer game ini adalah Saab AB.

(more…)

Jajal Dogfight, J-11 (Sukhoi Su-27) Kalah Telak dari Gripen, Ini Dia Sebabnya!

27_72972_98b1ba139d63a26

Beritanya terasa subyektif, tapi harus diakui kabar tentang kalah telak J-11 (Sukhoi Su-27SK) AU Cina dari Saab Gripen C AU Thailand dalam sebuah latihan tempur jarak dekat (dogfight) telah menjadi perbincangan hangat di jagad alutsista nasional. Selain kedua pesawat yang sejatinya beda kelas, Gripen C yang awalnya dianggap underdog memang dalam proses ditawarkan ke Indonesia, sebagai pengganti F-5E/F Tiger II TNI AU. (more…)

Mengintip Langsung Hanggar Test Flight Gripen NG

Besök_19052016__PEK6667

Peristiwanya sudah berlangsung hampir sebulan lalu, tepatnya 19 Mei 2016, atau sehari pasca rollout Gripen NG (Next Generation) di fasilitas Saab Aeronautics di kota Linköping, Swedia, Indomiliter.com bersama jurnalis dari Thailand, Brasil, dan Jepang berkesempatan mengunjungi fasilitas hanggar test flight Gripen NG. Di hanggar yang mendapat penjagaan ketat, namun jauh dari kesan kaku ini, Saab memperlihatkan sosok Gripen 39-7, sebuah jet yang dibangun khusus sebagai pondasi pengembangan Gripen NG, atau yang setelah di rollout resmi disebut sebagai Gripen E. (more…)

Network Centric Warfare: Kemampuan Yang Selayaknya Hadir di Jet Tempur Terbaru TNI AU

a01157625130914110001

Keriuhan dan debat seputar siapa jet tempur yang layak sebagai pengganti F-5 E/F Tiger II seolah tak ada habisnya. Harus diakui tema tersebut memang seru, mulai dari kaitan soal performa antar kontestan, sampai bergeser ke urusan politik. Namun dari sekian kriteria yang diinginkan pihak user (TNI AU), bahwa sang pesawat tempur yang baru nanti harus menjamin sisi interoperabilitas data dan komunikasi. (more…)

Ketika GlobalEye Memonitor Ruang Udara Indonesia

GlobalEye

Kecepatan respon pada tiap potensi ancaman udara menjadi poin penting dalam sistem pertahanan udara nasional. Semakin cepat lawan bisa diidentifikasi, maka semakin cepat pula ancaman yang datang bisa dinetralisir oleh hanud titik dan hanud terminal. Hal inilah yang menjadi dasar, betapa penting hadirnya pesawat berkemampuan AEW&C (Airborne Early Warning and Control) dalam struktur alutsista. (more…)