Seperti halnya Exocet buatan MBDA Missile Systems atau Harpoon dari Boeing Defence, Atmaca buatan Roketsan juga dirancang sebagai rudal jelajah anti kapal multi platform, yang artinya terdapat varian yang diluncurkan dari darat (ground based), kapal perang atas permukaan, udara dan kapal selam. Dan belum lama ada kabar dari Turki, untuk pertama kalinya Atmaca sukses diluncurkan dari bawah permukaan oleh kapal selam. (more…)
Meski Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) adalah ‘rumah terbesar’ bagi keluarga jet tempur F-16 Fighting Falcon. Namun, bagi Angkatan Udara AS melengkapi F-16 dengan rudal jelajah anti kapal AGM-84 Harpoon bukan prioritas, pasalnya AGM-84 lebih familiar digunakan pada jet tempur Angkatan Laut AS (US Navy) seperti F/A-18 Hornet, P-3 Orion dan P-8A Poseidon. Nah, belakangan ada kabar bahwa Angkatan Udara AS kini ikut mengintegrasikan F-16 dengan rudal AGM-84 Harpoon. (more…)
Punya konsistensi dan fokus dalam pengembangan alutsista, rupanya berbuah manis untuk Negeri Nguyen. Dalam Vietnam Defence 2024 (19 – 22 Desember 2024) di Hanoi, Viettel Group, selain mengembangkan sistem hanud anti drone V-EMP/S High Powered Electromagnetic Pulse Countermeasure System, juga sukses memproduksi rudal anti kapal berbasis pesisir atau coastal anti-ship missile defense systems. (more…)
Meski sudah diuji coba luncur pada tahun 2023 di Australia, dan desainnya diperkenalkan di tahun 2024, akan tetapi penampakan rudal anti kapal Type 12 buatan Mitsubishi Heavy Industries sebenarnya masih belum terungkap secara jelas, terutma pada varian Improved Type 12 yang tampilannya berbeda dari Type 12 versi awal. (more…)
MBDA Missile Systems kini dalam skala penuh produksi rudal jelajah anti kapal terbaru Exocet MM40 Block 3c untuk Angkatan Laut Perancis. Dengan kemampuan anti jamming yang ditingkatkan dan sistem pencari dari Thales, MM40 Block 3c tak pelak menjadi rudal anti kapal yang debutnya dinanti untuk beraksi. Nah, lama tidak terdengar, bagaimana dengan varian rudal Exocet yang diluncurkan dari kapal selam (submarine launched)? (more…)
Proses pelepasan Exocet SM39 dari Véhicule Sous Marin (VSM).
Meski secara teori dapat dilakukan oleh kebanyakan kapal selam modern, namun faktanya, tidak dengan mudah negara operator kapal selam mampu mengoperasikan dan meluncurkan rudal jelajah yang dilepaskan dari kapal selam (submarine launched). Sebagai ilustrasi, di Asia Tenggara, baru Angkatan Malaysia dengan kapal selam KD Tunku Abdul Rahman (Scorpene class) pernah meluncurkan Exocet SM39 Block 2 saat Exercise Taming Sari 2021. (more…)
Setelah sukses meluncurkan rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) dari kapal perusak (destroyer) HMAS Sydney D42 (Hobart Class) pada 15 Juli 2024. Kini ada kabar lanjutan dari Australia terkait dengan Kongsberg – produsen rudal NSM, yakni ada rencana strategis untuk memproduksi rudal jelajah jarak jauh bersama perusahaan asal Norwegia tersebut. (more…)
Nama rudal anti kapal Teseo Otomat terasa asing didengar netizen Indonesia. Namun, kala OPV/Frigat PPA Paolo Thaon di Revel class pesanan TNI AL akan dipersenjatai rudal anti kapal, maka nama rudal anti kapal produksi MBDA ini niscaya bakal menjadi perhatian. Pasalnya Teseo Otomat adalah rudal anti kapal yang memang asli dipasangkan pada PPA Paolo Thaon di Revel class. (more…)
Nama rudal anti kapal YJ-18 sempat mengemuka dalam beberapa hari lalu, pasalnya rudal anti jelajah ini ikut menjadi yang ditawarkan oleh Cina, yakni bila Indonesia membeli kapal selam S26T class (Yuan class) eks pesanan Thailand. Meski didapuk sebagai rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan dari kapal selam (submarine launched cruise missile), namun, YJ-18 juga punya kemampuan dluncurkan dari kapal perang permukaan (surface ship-launched). (more…)
Didorong potensi akan berperang dengan Cina, Jepang terbilang sangat progresif dalam pengembangan rudal anti kapal. Sebut saja pada pertengahan tahun lalu, tepatnya saat latihan tempur multilateral Talisman Sabre 2023 di Australia, Jepang untuk pertama kalinya sukses melakukan peluncuran rudal anti kapal Type 12. (more…)