Full mockup rudal Khan di Indo Defence 2022 (Indomiliter.com)
Gelaran Indo Defence 2022 telah menorehkan beberapa kontrak dari Kementerian Pertahanan RI kepada para manufaktur persenjataan dari dalam dan luar negeri. Salah satu kabar datang dari Roketsan, manufaktur alutsista asal Negeri Ottoman ini mewartakan hasil dari partisipasinya dalam Indo Defence 2022, yakni dengan menyebut Indonesia akan menjadi negara pengguna pertama rudal balistik taktis Khan. (more…)
Roketsan punya nama besar sebagai manufaktur persenjataan asal Turki, dan dari beragam jenis senjata yang telah dirilis, satu yang mungkin terlewatkan dari perhatian adalah kemampuan Roketsan dalam merancang dan memproduksi rudal balistik taktis. Bukan sekedar wacana, dan juga bukan lagi prototipe, Roketsan sejak 2018 telah meluncurkan Bora Tactical Ballistic Missile, yang notabene kini telah digunakan Artileri Angkatan Darat Turki. (more…)
Ada kesamaan antara Indonesia dan Turki, yakni sama-sama punya obsesi dalam mengembangkan rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems). Di Indonesia, pengembangan rudal MANPADS sempat digawangi PT Pindad pada tahun 2017 lalu. Sementara di Turki, pengembangan rudal MANPADS dilakukan oleh manufaktur alutsista, Roketsan, dalam label Sungur Air Defence Missile System. (more…)
Netizen yang budiman tentu tahu tentang rudal Atmaca, yakni rudal anti kapal produksi Roketsan, manufaktur persenjataan kampiun asal Negeri Ottoman. Setelah serangkaian uji coba penembakan dilakukan dari atas kapal perang permukaan, ada kabar terbaru, bahwa Roketsan telah sukses meluncurkan rudal Atmaca dari platform kendaraan taktis di darat (land based variant). (more…)
Roketsan, manufaktur persenjataan asal Turki, belum lama ini merilis kabar telah menuntaskan uji coba dan pengembangan rudal anti tank – anti-tank guided missile (ATGM) Karaok (Arrow). Dengan tuntasnya uji coba Karaok, maka dijawalkan rudal ini akan masuk ke dalam aset militer Turki pada akhir tahun 2022 ini. (more…)
Roketsan, manufaktur alutsista kondang asal Turki, baru saja meluncurkan keluarga rudal anti kapal terbaru yang diberi label “ÇAKIR.” Pada 31 Maret lalu, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, ÇAKIR diluncurkan sebagai rudal jelajah anti kapal multi platform yang dapat diluncurkan dari darat, laut dan udara. (more…)
Setiap negara yang mengoperasikan armada kapal selam, umumnya punya proyeksi untuk memproduksi torpedo secara mandiri. Di Indonesia misalnya, PT Dirgantara Indonesia pernah memproduksi heavyweight torpedo SUT (Surface Underwater Torpedo) secara lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft), Telefunken, Jerman. Dan ada kabar terbaru datang dari Negeri Erdogan, diwartakan bahwa Turki untuk pertama kalinya telah meluncurkan torpedo produksi dalam negeri. (more…)
Nama rudal yang satu ini seperti akrab di telinga netizen +62, tapi percayalah bahwa “Cirit” bukan produksi Indonesia. Cirit tak lain adalah rudal udara ke permukaan berpemandu laser prouksi Roketsan, manufaktur persenjataan asal Turki. Yang menarik dari Cirit, rudal ini bak roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket), yaitu mengusung kaliber 70 mm (2,75 inchi). (more…)
Baykar Technologies rupanya tak tanggung-tanggung dalam mempersiapkan kehadiran drone Bayraktar Akinci. Didapuk sebagai drone kelas berat dengan dua mesin turboprop, Akinci yang telah sukses membawa beban tempur penuh dalam penerbangan selama 13,5 jam, dikabarkan juga dipersiapkan untuk dapat menggotong rudal jelajah. Sebagai produk anak bangsa yang mensinergikan setiap potensi di dalam negeri, maka rudal jelajah untuk Akinci juga mengusung produki nasional. (more…)
Terlepas dari kerenggangan hubungan politik dan pertahanan dengan Amerika Serikat, Turki sejak lama telah dikenal serius memajukan indstri pertahanan dalam negerinya. Salah satu yang belum lama ini tersiar kabarnya adalah uji coba penembakan rudal anti kapal Atmaca dari korvet TCG Kinaliada (F-514) di Laut Hitam pada 3 November lalu. Rudal besutan Roketsan ini digadang sebagai pengganti Boeing RGM-84 Harpoon buatan AS. (more…)