
Ada dua simpul pemberitaan tentang alutsista di Indonesia, yang pertama kedatangan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dikaitkan dengan potensi pesanan tambahan jet tempur Rafale dan finalisasi kontrak kapal selam Scorpene class, dan yang kedua adalah perhelatan pameran militer Indo Defence yang akan berlangsung 11-14 Juni 2025. (more…)

Bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa malam, 27 Mei 2025, maka harian ternama Perancis, La Tribune menurunkan tulisan bahwa Indonesia bisa membeli 12 unit tambahan jet tempur Rafale, seiring peningkatan kapasitas produksi Dassault Aviation. (more…)

Perang di Kashmir sebagai buntut dari Operasi Sindoor telah menciptakan anomali di dunia intelijen, bila selama ini intelijen dari Cina dan Rusia dikenal gigih untuk mendapatkan bocoran informasi dan data-data rahasia terkait alutsista Barat, maka dengan jatuhnya beberapa jet tempur India di wilayah India sendiri, telah mendorong intelijen Barat untuk mencari puing-puing dari rudal udara ke udara PL-15. (more…)

Meski tengah menjadi sorotan karena diduga beberapa unit ditembak jatuh dalam perang udara di Kashmir, dan ada kerja sama industri pertahanan yang erat antara Perancis dan India, namun, Perancis tetap pada pendirian untuk tidak memberikan apa yang diminta oleh India terkait akuisisi jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation. (more…)

Kontroversi atas rontoknya sejumlah jet tempur Angkatan Udara India dalam perang di Kashmir, sepertinya masih bakal berlanjut, terlebih ada nama Dassault Rafale yang diduga ikut menjadi korban dari rudal udara ke udara yang dilepaskan jet tempur Angkatan Udara Pakistan. (more…)

Pemberitaan bombastis atas keunggulan Chengdu J-10C dalam duel udara dengan jet tempur India, bukan hanya membawa dampak negatif bisnis Dassault Aviation selaku manufaktur Rafale, rupanya Korea Aerospace Industries (KAI) selaku manufaktur jet tempur ringan multirole FA-50 Fighting Eagle, kini tengah dilanda kecemasan atas reputasi Chengdu J-10C. (more…)

Dampak konflik bersenjata di Kashmir ternyata tidak hanya dirasakan oleh Pakistan dan India, pasalnya ada pihak ketiga yang terimbas langsung secara bisnis. Pihak ketiga yang dimaksud adalah Dassault Aviation, manufaktur jet tempur Rafale dan Chengdu Aircraft Corporation sebagai produsen jet tempur Chengdu J-10C. (more…)

India tidak tanggung-tanggung dalam upayanya menggempur sasaran strategis Pakistan, salah satu yang terungkap adalah penggunaan rudal jelajah udara ke permukaan berharga mahal, SCALP (Système de Croisière Autonome à Longue Portée) atau Storm Shadow buatan MBDA Missile Systems yang diluncurkan dari jet tempur Dassault Rafale. (more…)

Kabar jatuhnya jet tempur Rafale menjadi pusat pemberitaan dari konflik bersenjata antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025, pasalnya status Rafale sebagai jet tempur terbaru India yang dikenal canggih dan di atas kertas punya kualitas lebih unggul dari jet tempur buatan Cina, menyulut pergunjingan tajam tingkat dunia. (more…)

Sebelum terjadi duel udara di atas Line of Control (LoC) Kashmir pada 7 Mei lalu, maka beberapa hari sebelumnya, yakni pada 29-30 April 2025 ada klaim dari pihak Pakistan yang menyebut bahwa jet tempur Chengdu J-10C milik Angkatan Udara Pakistan berhasil melakukan jamming pada jet tempur andalan Angkatan Udara India, Dassault Rafale. (more…)