Tag: PT Pindad

Tank “Harimau Hitam” Siap Jalani Uji Kualifikasi oleh TNI AD

Setelah perhelatan HUT TNI Ke-72, 5 Oktober 2017 di Cilegon, Merak, praktis kabar tentang medium tank Kaplan MT, atau di Indonesia kondang dengan label “Harimau Hitam,” tak lagi banyak terdengar. Saat HUT TNI Ke-72, satu unit Harimau Hitam yang dikirim dari Turki tampil membetot perhatian banyak kalangan. Meski belum meraih kontrak pengadaan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), namun ada kabar baik tentang kelanjutan program tank yang digarap bersama antara PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri. (more…)

Komodo D5: Intip Dari Dekat Senapan Serbu PJD “Made In Bekasi”

Senapan serbu SS-2 buatan BUMN PT Pindad tak pelak menjadi senjata laras panjang kebanggaan nasional, namanya terbilang harum setelah beberapa kali merajai kompetisi tembak internasional. Nah, dalam konteks lokal, ternyata ada senapan serbu D5 buatan PT Komodo Armament Indonesia, disebut lokal lantaran manufaktur swasta ini memang berlokasi di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Bahkan secara khusus Komodo Armament Indonesia memberi grafir bertuliskan “Made In Bekasi Indonesia” pada produknya. (more…)

Prototipe Simulator Panser Anoa, Wahana Pencetak Pengemudi Ranpur Lapis Baja

Jika dibanding mengemudikan tank, maka mengendalikan laju panser terlihat lebih mudah. Pandangan awam ini tentu sah-sah saja, mengingat kemudi (stir) panser terlihat laksana truk atau bus konvensional. Tapi jangan salah, mengemudi kendaraan tempur (ranpur) lapis baja bukan perkara mudah, selain bekal SIM B2 khusus untuk membawa panser, dibutuhkan orientasi penuh agar seorang driver panser dapat terbiasa mengemudi dari kompartemen panser yang serba sempit dan posisi duduk yang terbatas. (more…)

Prototipe Self Propelled MLRS dari Bandung, Tampilkan Desain ‘Kawin Silang’ Anoa-HIMARS

Untuk urusan kreativitas, para kreator muda Indonesia punya segudang imajinasi dan mimpi, tak terkecuali dalam bidang rancang bangun alutsista. Puluhan jenis prototipe sudah dirilis, meski baru sebagian kecil yang berujung pada fase produksi, kondisi tersebut tak mengurangi animo kreator untuk menelurkan rancangannya dalam wujud prototipe, terlebih dengan mendapat dukungan dari Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan). Seperti wujud yang terbaru berupa penampakan prototipe kendaraan peluncur roket multi laras besutan PT Prafir Jaya Abadi di Bandung, Jawa Barat.  (more…)

Intip Uji Fungsi Panser Commando Scout TNI AD

Ranpur yang satu ini jelas bukan barang baru, lantaran pengadaannya dari Amerika Serikat telah dilakukan pada tahun 1985 silam. Debutnya pun terbilang unik, yakni punya desain V-hull dan bodi streamline, lelak-lekuk bodi-nya sedikit banyak mirip dengan panser V-150, yang juga buatan Cadilage Cage. Dan inilah Commando Scout yang hingga kini tetap eksis, bahkan tengah melalui proses repowering dan pengujian manuver. (more…)

40 Tahun RBS-70: Eksistensi Pelopor MANPADS dengan Platform Tripod

Tanpa terasa sistem MANPADS (Man Portable Air Defense System) RBS-70 sudah menginjak usia 40 tahun. Sejak pertama kali digunakan pada tahun 1977 oleh AD Swedia, hingga kini sudah lebih dari 1.600 sistem MANPADS RBS-70 digunakan di 19 negara dengan 18 ribu rudal yang telah diproduksi, seperti Indonesia yang masih mengandalkan satu baterai (9 pucuk) RBS-70 pada Yon Arhanudri 2 Kostrad di Malang, Jawa Timur. (more…)

Hawkei 4×4: “Ringan, Terlindungi dan Tangguh,” Inilah Rantis Baru Andalan Australia

Mungkin karena salah satu unit pasukan khusus di Indonesia menyukai produk alutsista lansiran Australia, mendorong Thales Australia, manufaktur persenjataan asal Negeri Kangguru untuk berharap bisa memasarkan produk andalannya di Indonesia. Thales Australia sebelumnya telah memasok ranpur lapis baja MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) Bushmaster. Yang kemudian dengan menggadeng PT Pindad dirilis Bushmaster versi Indonesia yang dikenal dengan label “Sanca.” (more…)

Isi Celah Antara Kaliber 7,62mm dan 12,7mm, Pindad Rilis Senapan Runduk SPR-4 Kaliber 8,6mm

Senapan penembak runduk atau senapan sniper berkaliber 12,7 mm terkenal punya daya hancur tinggi dan mampu menjangkau sasaran hingga jarak 2.000 meter. Namun penggunaan kaliber 12,7 mm juga membawa konsekuensi bagi sang sniper, yakni bobot senjata di kaliber tersebut lumayan berat, termasuk munisinya yang berat per butir bisa 2x lipat dari munisi standar. Sementara kaliber lain yang lebih familier di lingkungan penembak jitu adalah kaliber 7,62 mm. (more…)

Mengenal Senjata Pelontar Granat Arsenal SAGL dan Munisi RLV-HEFJ

Belum juga tuntas terkait isu video anggota Brimob yang sedang berlatih dengan RPG (Rocket Propelled Grenade) atau kondang disebut granat berpeluncur roket, pada Jumat lalu (29/9) perbincangan netizen di Tanah Air kembali ramai dengan tibanya paket senjata dan munisi untuk Korps Brimob yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Paket senjata tersebut berasal dari Arsenal Ltd, manufaktur persenjataan asal Bulgaria. (more…)