Tag: PT Pindad

Pindad ME-105: Prototipe Howitzer Lokal yang Terlupakan

me-105-pindad

Dipandang paling sesuai untuk gelar tempur di medan Tanah Air, porsi meriam tarik (towed) kaliber 105 mm cukup dominan di TNI. Selain digunakan Armed TNI AD, kaliber ini juga jadi andalan Armed Korps Marinir TNI AL. Untuk maksud modernisasi alutsista, kemudian datanglah meriam-meriam anyar kaliber 105 mm buatan luar negeri, seperti KH-178 dari Korea Selatan dan yang akan datang LG-1 MK III dari Perancis.

(more…)

CT-CV 105HP: Meriam Canggih Untuk Medium Tank Pindad

b-1024x768-CMI-Defence-Cockerill-CT-CV_02

Setelah melewati seleksi yang melibatkan CMI (Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defense) dari Belgia, OTO Melara dari Italia, dan Denel Land System dari Afrika Selatan. Akhirnya PT Pindad pada September 2014 lalu memutuskan vendor yang dipercaya untuk memasok meriam pada proyek medium tank adalah CMI. Penunjukkan CMI juga mencakup perjanjian kerjasama PT Pindad untuk memproduksi secara lisensi kubah meriam CSE 90LP (low pressure) dan CT-CV 105HP (high pressure).

(more…)

Anoa 6×6 Armoured Recovery Vehicle: Ranpur Reparasi Pertama Buatan Dalam Negeri

url

Hingga tulisan ini dibuat, sekitar 300 ranpur lapis baja Anoa 6×6 buatan PT Pindad dalam berbagai varian tengah dan telah berhasil di produksi. Sebagian besar dibuat untuk memenuhi kebutuhan Yonif Mekanis TNI AD, sementara sisanya dibuat untuk memenuhi pesanan dari Malaysia, Brenei, dan Oman. Sebagai flagship ranpur buatan industri Dalam Negeri, Anoa cukup membanggakan, pasalnya pihak PT Pindad menghadirkan Anoa 6×6 dalam berbagai varian. (more…)

PT Pindad dan Saab Perpanjang Usia Operasional Rudal RBS-70 Arhanud TNI AD

IMAG0281

Bagi Arhanud TNI AD, rudal RBS-70 punya kesan tersendiri, pasalnya inilah rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) pertama yang dimiliki TNI AD. Rudal besutan Saab Bofors Swedia ini di datangkan pada era Soeharto atau dekade 80-an. Ada dua jenis RBS-70 yang dioperasikan Arhanud TNI AD, yakni RBS-70 MK-1 dan RBS-70 MK-2. Keduanya dibekadakan pada kemampuan jarak tembak, namun sama-sama berpengendali berkas sinar laser. Dalam gelar operasinya, RBS-70 terintegrasi dengan radar pemandu Giraffe. (more…)

LCT20 Turret: Adopsi Kubah Kanon 20mm di Ranpur Anoa 2 6×6

IMG_20141106_155409

Keluarga seri panser Anoa Pindad kembali mendapat suguhan warga baru, yakni ranpur Anoa 2 6×6 yang kali dibekali kubah kanon 20 mm. Meski adopsi kanon 20 mm bukan sesuatu yang baru, namun mencangkokkan kubah kanon 20 mm pada Anoa jelas menjadi terobosan tersendiri. Wujud ranpur berkubah kanon 20 mm ini telah ditampilkan di hadapan publik dalam ajang Indo Defence 2014. (more…)

Pindad SPR-2: Mampu Menjebol Lapisan Baja 10mm dari Jarak 2 Kilometer

pindad-spr2Dalam dinamika pertempuran, misi seorang penembak runduk (sniper) tidak hanya berkutat pada sasaran berupa personel, berbekal senjata dengan kaliber berat, sniper dituntut mampu menggasak sasaran berupa rantis, personel yang berlindung dibalik dinding gedung, atau bahkan ranpur lapis baja ringan. Untuk misi menjebol lapisan baja dan dinding dari jarak jauh, jelas sniper perlu senjata khusus, dan kemudian munculah istilah senapan anti material. (more…)

Badak 6×6: Generasi Armoured Fire Support Vehicle Terbaru PT Pindad

Setelah berhasil memenuhi kebutuhan TNI AD di segmen panser APC (Armoured Personnel Carrier), PT Pindad berlanjut untuk melirik segmen ranpur kavaleri yang dibutuhkan kavaleri TNI AD. Maklum, rangkaian seri Anoa APC 6×6 di daulat untuk pemenuhan ranpur Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD. Sementara, segmen ranpur kaveleri TNI AD yang membutuhkan spesifikasi meriam kaliber sedang (90 mm), masih di dominasi produk asing. Sebut saja di lini ranpur beroda ban (wheel base) ada panser kanon Tarantuta 6×6 buatan Korea Selatan dan di lini ranpur roda rantai (tracked base) ada tank ringan Scorpion buatan Inggris.
(more…)

Rheinmetall Wiesel: Ditawarkan Sejak Puluhan Tahun Untuk TNI

IMG_20141106_134933

Di sela-sela keriuhan Indo Defence 2014, tepatnya di booth Rheinmetall terselip sosok ranpur unik dengan warna loreng gelap. Ranpur ini masuk golongan beroda rantai (tank), namun ukurannya super mini alias imut, bahkan lebih kecil ketimbang ukuran tank ringan (light tank) yang populer di TNI AD, seperti AMX-13 dan Alvis Scorpion. Ranpur inilah yang disebut sebagai Si Musang (Wiesel), ranpur besutan Rheinmetall, Jerman. (more…)