
Pengggunaan wahana transportasi sipil guna mendukung pergeseran pasukan dalam skala besar sudah lazim dilakukan, masih ingat saat kapal pesiar Queen Elizabeth dimiliterisasi guna mendukung angkutan ribuan prajurit Inggris ke Falkland dalam kampanye Perang Malvinas di 1982. Seperti dalam mendukung Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD 2019 di Baturaja, Sumatera Selatan, turut dilibatkan kapal ferry terbesar di Indonesia, KMP Port Link milik PT ASDP Indonesia Ferry yang dicarter khusus oleh TNI AD guna membawa ratusan prajurit dan beragam alutsista berat. (more…)

Keberadaan kapal feri jamak untuk memenuhi kebutuhan transportasi sipil. Contoh seperti ratusan armada kapal feri yang dikelola BUMN PT ASDP Indonesia Ferry. Sebagai negara kepulauan, keberadaan kapal feri amat vital sebagai penunjang urat nadi perekonomian, bisa dibayangkan apa jadinya bila akses transportasi Jawa – Sumatera tanpa keberadaan kapal feri. (more…)

Wamil (wajib militer) nyatanya tak melulu ditujukan ke warga sipil, untuk memperkuat kebutuhan operasional, baik TNI AL dan TNI AU jamak menerima ‘wamil’ berupa limpahan wahana yang awalnya sebagai transportasi sipil. Di lingkup armada TNI AL, adalah Satban (Satuan Kapal Bantu) yang dipercaya mengkaryakan kapal-kapal eks sipil yang dikonversi sebagai kapal pengangkut pasukan. Nah, untuk urusan yang satu ini, TNI AL rupanya punya bebarapa varian.
(more…)