Tag: PT-76

Prajurit Resimen Kavaleri 2 Marinir Latihan Menembak dari Atas Ranpur

Setelah sebelumnya menggelar latihan drill kering (tanpa munisi) pada senapan mesin sedang (SMS) dan senapan mesin berat (SMB) di lapangan apel Trian Mar Soepraptono, kini prajurit Resimen Kavaleri 2 Marinir (Menkav 2 Mar) Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) 2 melanjutkan tahapan latihan basah, yaitu latihan menembak sesungguhnya dengan peluru tajam, yang sebagian besar latihan menembak dilakukan di atas ranpur yang sedang melaju. (more…)

BTR-50PK Korps Marinir: Masih ‘Orisinil’ dengan Performa Maksimal

Foto: Resimen Kavaleri 2 Marinir

Meski postur Kavaleri Korps Marinir saat ini telah dilengkapi ranpur amfibi modern seperti BMP-3F dan LVTP-7A1, namun identitas ranpur amfibi generasi PT-76 dan BTR-50 masih punya tempat tersendiri. Usia pengadian boleh tua, pun sudah beberapa yang dijadikan koleksi monumen dan koleksi museum, tapi hingga kini pasukan Kavaleri Korps Baret Ungu terbukti masih mampu menjaga kesiapan tempur tank PT-76M dan BTR-50 yang dikenal masyarakat sebagai elemen alutsista yang didatangkan jelang kampanye Operasi Trikora di awal dekade 60-an. (more…)

PT-76M dan BTR-50PM Tiba Sorong, Perkuat Embrio Kavaleri Pasmar 3

Setelah bertolak dari Surabaya pada pertengahan Februari lalu, maka Rabu 13 Maret 2019, Landing Platform Dock (LPD) KRI Makassar 590 dan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso 990 telah tiba di Sorong, Papua. Selain membawa perlengkapan dan perbekalan untuk Pasukan Marinir (Pasmar) 3, kedua kapal tersebut juga membawa ranpur amfibi, berupa 5 unit tank PT-76M dan 3 unit pansam BTR-50PM.  Kedelapan unit ranpur yang ‘digeser’ dari Pulau Jawa tersebut diproyeksikan sebagai kekuatan pada Resimen Kavaleri 3 Marinir. (more…)

Menkav-2 Korps Marinir Lakukan Latihan Tempur, Tank PT-76 (Ori) Terbukti Masih Perkasa

Sebagai program modernisasi, armada tank amfibi PT-76 Resimen Kavaleri Korps Marinir telah mengalami retrofit pada awal dekade 90-an, utamanya dengan memasang meriam Cockerill Mk.III A-2 kaliber 90 mm buatan Belgia dan mengganti dapur pacu dengan mesin diesel 2 Tak 6 silinder jenis DDA V-92 T Turbocharge seberat 1.200 kg buatan Amerika Serikat yang berkekuatan 290 daya kuda. Namun dari puluhan populasi tank amfibi buatan Uni Soviet (Rusia) ini, nyatanya masih ada varian original yang masih dioperasikan, persisnya PT-76 yang masih menggunakan meriam D-56TM kaliber 76 mm yang tentunya produksi Rusia. (more…)

PT-76 MLRS: Prototipe Tank MLRS Amfibi Marinir yang Terlupakan

pt76-1

MLRS (Multiple Launch Rocket System) tak disangsikan lagi kedahsyatannya sebagai alutsista pemukul nan ampuh. Terkhusus bagi Korps Marinir TNI AL, MLRS punya tempat tersendiri dalam sejarah kesenjataan. Bila saat ini Marinir punya RM70 Grad dan yang terbaru RM70 Vampire, maka di jaman Operasi Trikora, artileri medan Marinir telah mengadopsi BM-14/17 yang dikenal sebagai generasi pertama self propelled MLRS di Indonesia. (more…)

Ural 4320: Truk Reparasi dan Komunikasi Ranpur BMP-3F Marinir TNI AL

Ural-2

Dengan ikon ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) BMP-3F, etalase tempur di Batalyon Tank Amfibi 1/Marinir jelas punya letalitas maksimal. Satuan di Resimen Kavaleri (Menkav) Marinir ini juga masih diperkuat tank legendaris PT-76M, AMX-10 PAC90 dan panser BTR-80A. Namun diantara deretan ranpur lapis baja, terselip rantis berupa truk yang punya peran penting dalam menunjang mobilitas kavaleri. Didatangkan ke Indonesia dalam paket pengadaan BMP-3F, inilah truk Ural 4320, jenis kendaraan general purpose off-road 6×6 dari Rusia. (more…)

BREM-L Armoured Recovery Vehicle: Wahana Reparasi Ranpur BMP-3F Marinir TNI AL

BREM-L_-_TankBiathlon14part2-16

Menutup program MEF (Minimum Essential Force) Tahap I yang berakhir tahun 2014, lewat beberapa kali kedatangan, akhirnya kini Korps Marinir telah genap memiliki 54 unit ranpur amfibi IFV (Infantry Fighting Vehicle) BMP-3F buatan Rusia. Bahkan, guna melengkapi rencana jangka panjang pengembangan postur Marinir TNI AL, pemerintah berencana untuk menambah BMP-3F hingga berjumlah total 81 unit, berikut pengadaan 10 unit BMP-3FK, dan 4 unit BREM-L. (more…)

Adopsi RCWS 7,62mm di Pansam BTR-50 Marinir TNI AL

38410115702311106268615Saat dulu masih menjabat, Presiden SBY pada tahun 2008 pernah meminta TNI untuk meng-grounded alutsista yang berumur tua. Alasannya selain untuk menjamin keselamatan awak dan prajurit, alutsista tua cenderung tidak efisien dalam biaya operasional dan perawatan. Merespon permintaan tersebut, gelombang update dan pengadaan alutsista anyar pun di geber lewat program MEF (Minimum Essential Force) I. Tapi pada kenyataan, di segmen ranpur dan rantis, beberapa kesatuan TNI tampak masih mencintai dan bangga pada alutsista yang sudah berusia lanjut. (more…)