Tag: Paris AirShow 2019

Leonardo Falco Xplorer, Drone Intai MALE Tanpa Komponen Buatan Amerika Serikat

Meski bukan baru pertama kali merilis drone, namun nama Leonardo SpA boleh dibilang tak begitu kondang dalam jagad drone global, maklum perusahaan asal Italia ini jauh lebih punya nama dalam segmen sistem elektronik persenjataan. Namun di Paris AirShow 2019 yang dihelat akhir Juni lalu, Leonardo membuat kejutan dengan memperkenalkan sosok drone terbesar yang pernah dibuatnya, yaitu Falco Xplorer. (more…)

Pakistan Terima Keseluruhan RAS 72 Sea Eagle, Jawara Turboprop ATR-72 di Lautan

Siapa yang tak kenal dengan ATR-72 series, inilah pesawat turboprop yang paling banyak melayani penerbangan sipil di Indonesia. Namun berbeda dengan ATR-72 yang kerap kita lihat sehari-hari, ATR-72 500 yang satu ini berubah menjadi begitu garang, sarat perangat canggih dan dipersenjatai. Inilah ATR-72 500 milik AL Pakistan yang telah dikonversi menjadi varian MPA (Maritime Patrol Aircraft) oleh perusahaan Jerman dan telah berganti label menjadi RAS 72 Sea Eagle. (more…)

Viking Twin Otter Guardian 400: Dari Pesawat Patroli Berharap Jadi Pesawat Mata-Mata

Punya predikat sebagai pesawat turbo propeller legendaris yang dikenal bandel, lincah dan tangguh, sejak 2007 Viking Air telah merilis DHC-6 Twin Otter dalam varian patroli maritim yang diberi label sebagai Guardian 400. Pesawat yang dapat mendarat dan tinggal landas di landasan rumput ini tergolong laris di pasaran. Seperti di Asia Tenggara, Vietnam adalah pengguna DHC-6 Twin Otter Guardian 400 MPA sejak 2012. (more…)

Viking Air Umumkan Penjualan 7 Unit Pesawat Amfibi CL-515/415 Series untuk Indonesia

Bukan Beriev Be-200, juga bukan US-2 ShinMaywa, kini sudah ada kepastian bahwa pesawat angkut amfibi multiguna pilihan Indonesia adalah Viking Air CL-515 Water Bomber. Persisnya dari ajang Paris AirShow 2019, Viking Air (d/h Bombardier Aerospace), manufaktur pesawat yang berbasis di British Colombia, Kanada, telah mengumumkan order pembelian tujuh unit pesawat amfibi dari Indonesia. Dari ketujuh unit yang diakuisisi Indonesia, empat unit adalah CL-515 varian First Reponder, dua unit CL-515 varian aerial firefighting, dan satu unit CL-415EAF (Enhanced Aerial Firefighter). (more…)

Lesu di Pasar Intai Maritim, Lockheed Martin Tawarkan Konsep “MPA Retrofit Kit” untuk C-130 Hercules

Lockheed Martin pernah berjaya di pasar pesawat intai maritim jarak jauh, sebut saja ada keluarga P-3 Orion yang namanya sangat legendaris. Namun kini zaman telah berganti, dimana pasar Orion telah digantikan oleh Boeing P-8A Poseidon. Lockheed Martin pun tak tinggal diam, Lockheed sendiri punya lini pesawat angkut berat yang juga dikenal mampu mengemban misi intai maritim jarak jauh, yang tak lain adalah varian C-130 Hercules. (more…)

Proyek “Future Combat Air System” Resmi Diumumkan, Bakal Gantikan Rafale dan Typhoon di 2040

Bila Indonesia masih bermimpi untuk bisa memiliki jet tempur sekelas Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, maka sebaliknya Perancis dan Jerman tengah mencanangkan program jet tempur masa depan sebagai pengganti Rafale dan Typhoon. Ini bukan sekedar obsesi dari dua negara kuat di Eropa Barat, melainkan Perancis dan Inggris sudah menjadwalkan untuk mengganti Rafale dan Typhoon pada tahun 2040. Dan guna memuluskan transformasi tersebut, kedua negara sudah mencangkan proyek yang diberi label sebagai “Future Combat Air System” (FCAS). (more…)

Kawasaki C-2 “Baby Globemaster,” Di Persimpangan Antara Pesawat Angkut Berat dan Sedang

Nama pesawat angkut ini jarang disebut dalam jagad pemerhati alutsista, padahal sejak 2016, pihak pabrikan yaitu Kawasaki Aerospace Company sudah beberapa kali memperkenalkan sosok Kawasaki C-2 ke laga pameran dirgantara internasional, ini tak lain sebagai upaya Kawasaki untuk menembus pasar ekspor. Setelah sebelumnya hadir di Avalon 2019 yang dihelat Melbourne, Australia pada Februari lalu, kini pesawat angkut bermesin twin jet ini ikut meramaikan hajatan pameran dirgantara terbesar Paris AirShow 2019. (more…)

Paris AirShow 2019: Turki Tampilkan Full Mockup Hurjet, Jet Latih Tempur ‘Pendamping’ F-16

Bila tak ada aral melintang, rencananya Turkish Aerospace Industries (TAI) akan menerbangkan secara perdana jet latih tempur Hurjet pada Juni 2022. Masih terkesan lama memang, tapi faktanya bukan urusan gampang dalam memastikan rancangan dan struktur prototipe jet tempur modern yang ideal. Dari ajang Paris AirShow 2019 (PAS19), TAI menampilkan full mockup Hurjet. Di PAS19 yang berlangsung mulai 16 – 23 Juni 2019, Hurjet diperlihatkan dalam livery loreng matrix abu-abu. Nah, seperti apakah keunggulan dari Hurjet yang masuk kualifikasi Advanced Jet Trainer/Lead in Fighter and Light Attack Aircraft ini? (more…)