Tag: OTO melara

Pilah Pilih Meriam Utama KCR 60 TNI AL, Tetap di Kaliber 57mm atau Upgrade ke 76mm?

Bofors 57 MK3 (kiri) dan OTO Mlelara 76 (kanan)

Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)

Leonardo (Otobreda) 127/64 – Bakal Jadi Meriam dengan Kaliber Terbesar di Armada Kapal Perang TNI AL

Meski saat didatangkan belum dilengkapi rudal anti kapal, namun potensi pengadaan dua OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat dari Italia, Paolo Thaon di Revel class dengan metode rapid acquisition, merupakan momen besar bagi sistem senjata kapal perang TNI AL. Pasalnya OPV Thaon di Revel class dalam paketnya dibekali meriam Otobreda 127/64 pada haluan. Bila pengadaan OPV ini terealisasi, maka predikat kapal perang TNI AL dengan kaliber terbesar bukan lagi berada di korvet Fatahillah class. (more…)

AL Turki Tuntaskan Uji Coba Laut atas Meriam Kapal MKE 76mm

Ada kabar terbaru dari Negeri Ottoman, dimana Angkatan Laut Turki berhasil menuntaskan uji coba laut atas meriam kapal MKE 76 mm. Perusahaan milik negara Turki MKE (Makine Kimya Endüstrisi) telah menyelesaikan uji coba laut dari meriam Naval Gun 76 mm yang dikembangkan di dalam negeri di atas korvet Burak Class (D’Estienne d’Orves-class aviso) TCG Beykoz (F-503). (more…)

Mirip OTO Melara, Turki Produksi Meriam Kapal Kaliber 76mm

Alih-alih terus menjadi importir meriam kapal OTO Melara 76 mm, Turki diwartakan telah mengembangkan meriam kapal dengan desain mirip OTO Melara 76 mm SR (Super Rapid) Gun. Adalah Makine Kimya Endüstri (MKE), manufaktur persenjataan Turki yang pada 2 Desember 2021 lalu merayakan tuntasnya fase uji coba penembakan dengan peluru tajam dari meriam yang diberi label MKE 76 mm. (more…)

Meriam Kapal (Cina) H/PJ26 76mm – Lawan Tanding Meriam (Barat) OTO Melara 76mm

Bagi kapal-kapal perang berstandar NATO, keberadaan OTO Melara 76 mm ibarat ‘meriam sejuta umat,’ lantaran begitu banyak dipasang di beragam jenis kapal perang, mulai dari kapal patroli, korvet, frigat sampai destroyer. Namun lain halnya dengan Angkatan Laut Sang Naga, berusaha mandiri dalam adopsi alutsistanya, AL Cina punya kebanggaan tersendiri untuk meriam pada haluan kapal perangnya. (more…)

Oto Melara 76mm Gunnery Firing Range di Paiton, Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara

Oto Melara 76 mm bisa diibaratkan sebagai meriam ‘sejuta umat,’ lantaran populasinya begitu banyak digunakan pada beragam jenis kapal perang manca negara. Namun, dari sekian banyak Oto Melara 76 mm yang beredar, tak banyak yang dijadikan sebagai simulator sistem senjata. Rupanya di Asia Tenggara, baru Indonesia yang sukses mengintegrasikan Oto Melara dengan GFR (Gunnery Firing Range). (more…)

Prototipe Howitzer Pindad ME-105, Layakkah ‘Dibangkitkan’ Kembali?

Pertama kali diperlihatkan ke publik pada Indo Defence 2008, meriam howitzer ME-105 yang dirilis PT Pindad langsung membetot perhatian publik. Betapa tidak, inilah sosok meriam tarik pertama yang wujudnya secara nyata berhasil dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Saat itu, Indonesia sudah berhasil memproduksi kapal patroli cepat, pesawat intai, panser sampai senapan serbu, namun ironisnya, lini persenjataan artileri seperti seolah terlupakan, terlepas dari upaya produksi munisi yang telah dilakukan oleh PT Pindad selama ini. (more…)

Oto Melara 76mm Eks KRI Slamet Riyadi 352 Uji Tembak Perdana di Paiton

Setelah resmi dipensiunkan pada 16 Agustus 2019, arsenal persenjataan yang menjadi ‘kenang-kenangan’ dari KRI Slamet Riyadi 352, yakni meriam reaksi cepat Oto Melara 76 mm pada haluan frigat Van Speijk Class tersebut, kini telah tepasang pada simulator sistem senjata kapal perang yang berada di Paiton, Jawa Timur. Dan ada kabar bahwa untuk pertama kalinya, pada 21 November lalu telah dilakukan uji penembakan untuk pertama kalinya Oto Melara sebagai senjata pertahanan pantai. (more…)

Gunakan Nomer Lambung dari Kapal Lama, TNI AL Luncurkan KRI Bubara 868 dan KRI Gulamah 869

Akhir Agustus lalu TNI AL diwartakan meluncurkan dua kapal perang (patroli) berikut shipnaming kelas PC-40, yaitu KRI Bubara 868 dan KRI Gulamah 869. Kedua kapal perang produksi PT Caputra Mitra Sejati diresmikan oleh KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji di fasilitas galangan di Banten pada 26 Agustus 2019. Yang menarik, kedua kapal yang diluncurkan tersebut menggunakan nomer lambung dari kapal perang lama yang kini sudah diturunkan perannya dari KRI ke KAL. (more…)

Jelang Purna Tugas, Oto Melara 76mm di KRI Slamet Riyadi 352 Beralih Peran

Sembari menunggu kesiapan tempur optimal dari frigat RE Martadinata Class, debut frigat Ahmad Yani Class (aka – Van Speijk Class) masih sebisa mungkin dipertahankan. Pihak TNI AL sendiri sebenarnya telah mencanangkan pada tahun 2017 untuk memensiunkan secara bertahap 6 unit Van Speijk Class. Bahkan ditargetkan keenam frigat yang pernah menjadi flagship Satuan Kapal Eskorta (Satkor) akan pensiun penuh pada tahun 2022. (more…)