Tag: operasi trikora

Bom Cluster RBK-250: Penebar Maut dari Timor Timur Hingga Konflik di Suriah

Meski tak lagi menjadi kekuatan udara nomer satu di kawasan Asia Tenggara, TNI AU untuk urusan pengalaman tempur, khususnya yang menyangkut bantuan tembakan udara adalah kekuatan yang amat diperhitungkan. Walau toh hingga kini masih mengandalkan dumb bomb, dalam catatan TNI AU punya pengalaman dalam menggunakan bom cluster (bom tandan), atau ada yang menyebut sebagai bom curah. Karena punya daya rusak yang besar, bahkan tak jarang menimbulkan collateral damage, penggunaan bom cluster telah dilarang dalam hukum Humaniter Internasional.

(more…)

RPD: Eksistensi Senapan Mesin Regu Legendaris TNI/Polri

Ditengah hegemoni amunisi 5,56 x 45 mm NATO pada senjata standar TNI/Polri, maka perlahan-lahan amunisi kaliber 7,62 x 39 mm mulai terpinggirkan. Namun dengan populasi yang kian terbatas, kini selain AK-47 masih ada jenis senapan mesin yang masih eksis digunakan satuan TNI dan Polri, bahkan bisa dibilang senjata yang masuk kategori senapan mesin regu ini sudah teramat legendaris, maklum debutnya sudah dimulai sejak era Perang Dunia II. Di Indonesia senapan yang diberi label RPD (Ruchnoy Pulemet Degtyarova) mulai digunakan jelang Operasi Trikora. (more…)

Ada Penampakan BTR-50P di Operasi Indra Tahun 1953

Para pemerhati alutsista nasional tentu mengenal sosok BTR-50P (Browne Transporter 50 Palawa). Ranpur yang masuk golongan tank APC (Armored Personnel Carrier) ini lebih kondang dikenal sebagai panser amfibi (pansam) oleh Korps Marinir TNI AL. Sebagai ranpur legendaris yang masih eksis dengan program retrofit, BTR-50P berdasarkan literature diketahui didatangkan ke Indonesia pada tahun 1962 dalam rangka persiapan Operasi Trikora. Namun dalam sebuah penulurusan, ada kemungkinan BTR-50P sudah hadir melengkapi kekuatan Marinir (d/h KKO AL) sejak era tahun 50-an. (more…)

Begini Cara Korps Marinir Merawat Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri K-61

Korps Marinir dikenal sebagai satuan yang handal dalam memelihara alutsista berusia lanjut, sebut saja dari generasi tank amfibi PT-76 dan panser amfibi (pansam) BTR-50 yang masuk etalase senjata pada awal dekade 60-an, sampai saat ini keduanya sebagian masih eksis. Dan masih dalam lingkup Resimen Kavaleri (Menkav), ada rantis roda rantai (kendaraan taktis) yang seusia PT-76/BTR-50, yaitu Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) K-61. Guna memelihara dan merawat alutisista tua secara berkala dilakukan Latihan Dalam Dinas (LDD). (more…)

KAPA RD MK1: Harapan Modernisasi Alutsista Batalyon KAPA Korps Marinir TNI AL

indo

Sesuai dengan rencana strategis, beragam alutsista Korps Marinir TNI AL telah mendapat modernisasi, mulai dari tank/panser amfibi, roket multi laras MLRS (Multiple Launch Rocket System) sampai kanon hanud (pertahanan udara), semua relatif masih baru didatangkan. Namun masih ada satu elemen tempur Korps Baret Ungu yang lumayan lama belum mendapatkan modernisasi. Yang dimaksud adalah Batalyon KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri)- Yon KAPA, salah satu batalyon yang masuk jajaran Resimen Kavaleri (Menkav) Korps Marinir. (more…)

Menelusuri Jejak Sejarah KRI Thamrin, Kapal Tender Kapal Selam TNI AL

10-11

Bila merujuk ke sejarah, dahulu TNI AL pernah memiliki jenis kapal tender kapal selam (submarine tender). Jenis kapal ini difungsikan untuk melayani segala kebutuhan logistik, perawatan dan perbaikan kapal selam. Saat Republik Indonesia ‘mesra’ dengan Uni Soviet, maka melengkapi hadirnya 12 unit kapal selam Whiskey Class, turut hadir submarine tender. Dan yang namanya tersohor dalam catatan sejarah adalah KRI (d/h RI) Ratulangi (RLI). Kapal yang dalam kondisi muatan penuh berbobot 9.00 ton. (more…)

PT-76 MLRS: Prototipe Tank MLRS Amfibi Marinir yang Terlupakan

pt76-1

MLRS (Multiple Launch Rocket System) tak disangsikan lagi kedahsyatannya sebagai alutsista pemukul nan ampuh. Terkhusus bagi Korps Marinir TNI AL, MLRS punya tempat tersendiri dalam sejarah kesenjataan. Bila saat ini Marinir punya RM70 Grad dan yang terbaru RM70 Vampire, maka di jaman Operasi Trikora, artileri medan Marinir telah mengadopsi BM-14/17 yang dikenal sebagai generasi pertama self propelled MLRS di Indonesia. (more…)

Sepenggal Kisah Jenderal Ahmad Yani dan Bofors 40mm L/70

imag0274

Bila mengacu ke eksistensi meriam Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) di Indonesia, tak bisa dilepaskan dari persiapan Operasi Trikora di awal dekade 60-an. Hingga kini publik di Tanah Air masih sangat familier dengan meriam sepuh S-60 kaliber 57 mm Arhanud TNI AD. Di periode yang sama Korps Marinir (d/h KKO AL) juga menerima meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) tipe M1939 K-61 kaliber 37 mm dan M1939 52-K kaliber 58 mm. Ketiganya adalah alutsista buatan Uni Soviet yang sampai kini masih beroperasi melalui program retrofit. (more…)

56 Tahun Mengabdi, C-130B Hercules A-1303 Siap Mengudara Lagi

usai-menjalani-perbaikan-pesawat-hercules-c-130-b-lakukan-uji-terbang

Usia 56 tahun bagi manusia sudah tergolong lanjut, tanpa treatment yang baik, maka kondisi tubuh akan cepat melorot. Begitu pun dengan Lockheed Martin C-130B Hercules, sejak didatangkan pada tahun 1960, faktanya armada C-130B Hercules TNI AU masih terus dioperasikan. Seperti salah satunya pada C-130B Hercues nomer registrasi A-1303 dari Skadron Udara 32 yang belum lama ini telah merampungkan program upgrade dan retrofit tingkat berat. (more…)