Tag: Museum Dirgantara Mandala

Museum Dirgantara Mandala Tambah Koleksi, Kanon Gatling Gun Vulcan M61A1 dari Jet Tempur F-16

Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta kini bertambah lagi, dengan hadirnya satu pucuk kanon Gatling Gun Vulcan M61A1 enam laras yang menjadi senjata internal F-16. Senjata ‘organik’ jet tempur F-16 tersebut diserahkan oleh Depohar 60 Lanud Iswahyudi Madiun kepada Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, Jumat (13/9/2019). Dalam paket kanon yang diserahkan mencakup receiver kanon Vulcan M61A1, enam laras serta 510 butir munisi kaliber 20 mm yang ditempatkan dalam drum magasin. (more…)

Sisi Lain MiG-21F-13 Fishbed C, “AK-47 of The Air” TNI AU

Bahwa TNI AU (d/h AURI) pernah mengoperasikan MiG-21 tentu sudah jamak diketahui, namun persisnya yang digunakan sebagai arsenal Skadron Udara 14 ini adalah MiG-21F-13 (Fishbed C), salah satu varian MiG-21 dari generasi awal. Meski sekilas tak berbeda dengan keluarga MiG-21 lainnya, pada generasi MiG-21F pada dasarnya punya ciri khas tersendiri yang mudah dikenali. (more…)

Intip Pengecatan Hawker Hunter F4 di Museum Dirgantara Mandala

Setelah melewati perjalanan darat, pesawat Hawker Hunter F4 eks AU Belanda (Koninklijke Luchtmacht) telah tiba di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Meski belum diresmikan keberadaannya, pesawat tempur kursi tunggal dengan nomer N-112 sudah dapat dilihat oleh pengunjung museum. Kondisi pesawat sendiri kini tengah dalam proses pengecatan ulang oleh personel TNI AU. Dan di bawah ini adalah video yang kami ambil pada saat proses pengecatan, Minggu (8/4/2018).

(more…)

Hawker Hunter F4 Jadi Koleksi Museum Dirgantara Mandala

Diproduksi hingga 1.972 unit, Hawker Hunter lansiran Hawker Siddeley tak pelak menjadi salah satu jet tempur asal Inggris yang paling laris. Di Asia Tenggara, tercatat hanya Singapura yang resmi mengoperasikan jet single engine ini. Namun Hawker Hunter pun  punya ‘kenangan’ tersendiri dalam perjalanan sejarah perjuangan Indonesia. Digunakan oleh AU Belanda (Koninklijke Luchtmacht) pada dekade 50/60-an, armada Hawker Hunter semasa pergolakan di Irian Barat ditempatkan Belanda di Biak untuk menghadang serbuan militer Indonesia dalam Operasi Trikora dan Jayawijaya. (more…)

Fokker F-27 Troopship A-2707 Perkuat Etalase Museum Dirgantara Mandala

TNI AU terus berupaya memenuhi janjinya untuk melengkapi koleksi di Muspusdirla (Museum Pusat Dirgantara Mandala) hingga genap 60 item pesawat/helikopter sampai akhir tahun ini. Seperti di segmen pesawat angkut, setelah berhasil menggeser C-130B A-1301 Hercules dari Bandung menuju Yogyakarta, kini giliran Muspidirla ketambahan lagi koleksi baru, berupa Fokker F-27 Troopship. (more…)

Ada Helikopter “Codot” di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta

Bagi Anda yang eksis di dekade 80-an, rasanya mengenal mini seri “Riptide” yang diputar oleh TVRI. Dan yang menjadi ikon di film aksi komedi tersebut adalah Sikorsky S-58T Twin Pack. Pun di Indonesia, TNI AU dikenal sebagai operator helikopter dalam rentang waktu yang cukup panjang. Namun karena usia yang telah menua dan tiga kali mengalami kecelakaan, helikopter yang hidungnya mirip Kelelawar (Codot) ini telah dipensiunkan, sebagai gantinya TNI AU kini menggunakan NAS-332 Super Puma. (more…)

Grumman G-21 Goose: Pesawat Intai Amfibi Ringan TNI AU, Pernah Jadi Arsenal Skadron Udara 5

Bila saat ini kita tengah berharap agar bisa kembali mengoperasikan pesawat angkut/intai amfibi, maka di masa lalu TNI AU setidaknya sudah pernah merasakan menjadi operator PBY-5A Catalina dan Grumman UF-2 Albatross. Keberadaan dua tipe pesawat amfibi tersebut menyiratkan perhatian serius pemerintah pada gelar pesawat berkemampuan amfibi, khususnya dalam mendukung operasi di perbatasan. Namun, apakah hanya Catalina dan Albatross yang menjadi arsenal pesawat amfibi TNI AU? (more…)

NU-200 Sikumbang: Pesawat Anti Gerilya dari Bumi Priangan, Jadi Koleksi Museum Dirgantara Mandala

Nurtanio Pringgoadisuryo telah membuktikan bahwa Ia bukan hanya tokoh pendiri industri penerbangan nasional, lebih dari itu Nurtanio yang terakhir menyandang bintang dua di pundaknya adalah seorang futuris sejati. Nurtanio paham bahwa konflik yang dihadapi TNI di masa depan dominan bernuansa kamdagri. Dan jauh sebelum North American Rockwell memperkenalkan prototipe pesawat anti gerilya legendaris OV-10 Bronco di tahun 1963, Nurtanio justru sudah menerbangkan pesawat counter insurgency (COIN) NU-200 “Sikumbang” pada 1 Agustus 1954. (more…)

Mil Mi-1: Nyaris Terlupakan, Inilah Jejak Helikopter Ringan TNI AU dari Era 60-an

Selain pesawat angkut berat C-130B A-1301 Hercules, Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala di Yogyakarta juga akan diperkuat alutsista bersejerah dari lini helikopter, yakni Mil Mi-1, jenis helikopter ringan single engine multirole yang dahulu pernah memperkuat Skadron Udara 7. Dibanding jenis helikopter milik TNI lainnya, Mi-1 terbilang asing didengar, bahkan situs Wikipedia.org tak menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara pengguna. (more…)