Tag: marinir

Amtrac LVTA 1: Rantis Amfibi Legendaris, Dari Pencipta Teror Para Pejuang Hingga Cikal Bakal Kavaleri Marinir TNI AL

3

Saat bertandang bulan lalu di kota Malang. Jawa Timur, kami mendengar petikan sejarah perjuangan yang begitu heroik, namun harus diakui cukup sadis. Ini terjadi saat Agresi Militer Belanda I di tahun 1947. Dalam sebuah babak pertempuran antara pasukan Pemuda Pelajar Brigade 17 Detasemen I/TRIP Jawa Timur melawan militer Belanda yang ingin menduduki kota Malang, seolah ingin membuat efek jera bagi para pejuang Republik, militer Belanda dengan kekuatan rantis lapis bajanya menjalankan aksi teror. (more…)

M1939 52-K: Meriam PSU “Heavy AA” Legendaris Arhanud Marinir TNI AL

oke

Meski agak sulit mendapatkan informasi resmi, namun ada fakta yang menunjukkan bahwa TNI juga memiliki meriam (PSU) penangkis serangan udara yang berkategori heavy AA (anti aircraft). Maklum selama ini publik lebih mengenal keberadaan meriam PSU paling banter di kaliber sedang, seperti meriam S-60 kaliber 57 mm dan Bofors 40 mm. Meski bukan lagi barang keluaran baru, nyatanya etalase alutsista Arhanud Marinir TNI AL justru punya kaliber yang lebih dahsyat, yakni lewat tipe meriam M1939 52-K yang berkaliber 85 mm. (more…)

Spotter: Ini Dia! Teman Sejati Para Sniper

sniper-spotter

Hadirnya seorang spotter (observer) dalam gelar aksi penembak runduk (sniper) menjadi elemen yang menentukan. Tanpa spotter, sniper hanya beraksi sebagai eksekutor rapuh yang sulit mempertahankan diri saat misinya usai. Memang tak sedikit sniper yang mampu beroperasi secara mandiri, tapi melihat kompleksitas misi dan sasaran, maka dukungan spotter dalam konteks saat ini menjadi mutlak. (more…)

H&K MP5SD-2: Senjata Serbu Kopassus dalam Operasi Woyla

1

Saat ini boleh dikata setiap unit pasukan elit TNI mengandalkan jenis SMG (Sub Machine Gun) MP5 buatan Heckler & Koch, Jerman, utamanya untuk melaksanakan raid dan peperangan jarak dekat. Tapi harus diakui, bahwa hadirnya MP (MaschinenPistole) 5 di militer Indonesia tak lepas dari sepak terjang Kopassus (Komando Pasukan Khusus), terkhusus pada aksi Sat-81 Gultor. Lewat insiden pembajakan pesawat DC-9 “Woyla”Garuda Indonesia di bandara internasional Don Muang, Bangkok, Thailand pada Maret 1981, debut MP5 mampu menorehkan tintas emas bersama aksi heroik prajurit Korps Baret Merah. (more…)

LG-1 MK II 105mm : Howitzer Artileri Medan Korps Marinir TNI AL

Di sekitar tahun 2003, Pemerintah Indonesia pernah menerapkan status Darurat Militer di Nanggroe Aceh Darusssalam (NAD). Diantara sekian operasi tempur yang difokuskan untuk menghancurkan basis GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di Tanah Rencong, salah satunya dilakukan lewat operasi pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat 1 Korps Marinir TNI AL asal Surabaya. (more…)