Dalam perencanaan strategis Angkatan Udara Malaysia (TUDM) berharap kelak dapat mengoperasikan lima unit pesawat intai maritim, yakni tiga unit CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang dikonversi oleh PT Dirgantara Indonesia, dan dua unit lainnya adalah jenis pesawat MPA baru. Dua unit pesawat MPA pilihan Malaysia itu adalah jenis turboprop ATR-72 MPA yang ditawarkan Leonardo dari Italia. (more…)
Sebagai sebuah kendaraan bermesin, maka wajar bila ada ranpur alias kendaraan tempur mengalami mogok. Namun, bila sebuah Main Battle Tank (MBT) mogok, apalagi mogoknya di jalan raya bebas hambatan, ini rupanya menjadi pembicaraan di kalangan warga, terutama akan ada pertanyaan standar, mengapa justru mogok di jalan raya yang mulus? bagaimana performa tank dalam kondisi peperangan nantinya? Dan inilah kasus mogok yang menimpa MBT milik Angkatan Darat Malaysia PT-91M Pendekar. (more…)
Pada hari Jumat, 7 Oktober 2022, PT Dirgantara Indonesia melakukan delivery 1 (satu) unit pesawat terbang CN-235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dari Hanggar Aircraft Services (ACS) PT DI Bandung. CN-235-220 MPA TUDM diterbangkan oleh Mayor TUDM Shara sebagai Pilot In Command. (more…)
Bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang kepincut dengan performa drone tempur (UCAV) Baykrakar TB2 sudah diberitakan oleh beberapa media. Namun, pernyataan dari Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers di Tokyo, bisa lebih mempertegas, bahwa bukan hanya Indonesia, namun Malaysia berminat pada Bayraktar TB2, bahkan kesepakatan sedang ditandatangani. (more…)
Slovakia terbilang maju dalam pengembangan senjata artileri medan, diberi nama laksana wanita cantik, di Slovkia kini setidaknya Zuzana dan Eva. Yang tak lain keduanya adalah jenis self propelled howitzer atau howtizer swagerak di kaliber 155 mm. Zuzana nama lengkapnya adalah Zuzana 2000 8×8 buatan ZTS Defence, sementara Eva adalah self propelled howitzer (SPH) yang dipasang di truk 6×6 dan dibuat oleh Konstrukta Defence. Tentang jeng Zuzana telah kami kupas pada artikel terdahulu, yang lengkapnya dapat Anda baca pada tautan di bawah ini. (more…)
Setelah PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil menuntaskan konversi unit perdana CN-235-200 milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM) pada 28 Maret 2022, kini giliran waktu penyerahan pesawat Maritime Patrol Aircraft (MPA) tersebut kepada pihak TUDM. Namun, penyerahan tersebut bukan dilakukan oleh PT DI. (more…)
Ada kabar dari Angkatan Laut Negeri Jiran, dimana dua dari enam unit offshore patrol vessels (OPV) Kedah Class akan naik statusnya menjadi korvet dengan rudal anti kapal. Hal tersebut telah dicanangkan oleh Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang menyusun rencana anggaran senilai MYR214 juta (US$48 juta) untuk melengkapi dua OPV rasa korvet Kedah Class dengan peluncur rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM). (more…)
Senapan anti material dan rantis 4×4, di lingkup TNI jelas bukan sesuatu yang asing, seperti senapan anti material sudah jamak melengkapi arsenal persenjataan satuan elite. Namun, sejauh ini jarang terlihat senapan anti material dipasang dalam dudukan di suatu rantis oleh TNI. Pernah dalam sebuah defile HUT TNI hal itu diperlihatkan oleh Korps Marinir dengan rantis amfibi JASGU, namun, belum pernah hal yang sama ditampilkan dalam format latihan taktis. (more…)
Bandung, 22 Juni 2022, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang dalam kunjungannya ke PT Dirgantara Indonesia (DI) meninjau progres dua unit yang tersisa dari tiga unit pesawat CN-235 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang sedang dikonversi menjadi Pesawat CN-235-220 Maritime Surveillance Aircraft (MSA) melalui program Maritime Security Initiative (MSI). (more…)
Dari Paris, Perancis, pada 17 Mei 2022 telah dilangsungkan penandatanganan kerja sama antara Thales dan PT Len Industri. Poin dari kerja sama itu adalah terkait pengadaan 13 unit radar GCI (Ground-Controlled Interception) pesanan Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Koopsudnas (Komando Operasional Udara Nasional) – (d/h Kohanudnas). Yang menarik dari kerja sama ini adalah, sebagian komponen dari radar GCI dari jenis Ground Master GM403 akan dibuat di Indonesia. (more…)