Salah satu yang ditakutkan dari drone kamikaze adalah pola serangannya yang berkelompok (swarming), sehingga dalam beberapa kasus membuat sistem pertahanan udara lawan kewalahan, terlebih drone kamikaze berukuran kecil dan lincah sehingga lebih sulit untuk dibidik. Dan untuk mewujudkan pola serangan swarm drone, maka tak bisa dilepaskan dari unit peluncur yang digunakan. (more…)
Tak berselang lama setelah serangan drone Ukraina yang menyasar Pelabuhan Sevastopol (30/10/2022) yang dikenal sebagai markas Armada Laut Hitam, rupanya ada ‘pembalasan’ dari Rusia yang menggunakan drone kamikaze (loitering munition). Bahkan serangan drone kamikaze Rusia terbilang monumental, lantaran disebut sebagai serangan drone kamikaze pertama yang terverifikasi mampu menyerang secara efektif pada target kapal permukaan. (more…)
Setelah debut Shahed-136 yang membuat geger laga Perang di Ukraina, kini muncul kabar, bahwa Iran akan mengirimkan drone kamikaze yang lebih sangar, yakni Arash 2 untuk Rusia. Drone kamikaze ini disebut-sebut punya jarak jangkau yang sedikit lebih rendah dari Shahed-136, namun, Arash 2 dapat membawa hulu ledak lebih besar. (more…)
Ketika dunia tengah gandrung pada apa yang disebut drone kamikaze (loitering munition), sudah barang tentu Negeri Anak Benua tidak akan ketinggalan inovasi di segmen yang satu ini. Dari ajang DefExpo 2022 yang belum lama dihelat di Gandhinagar, Gujarat, India, Tata Advanced Systems Limited (TASL), merilis prototipe drone kamikaze yang diberi label ASL 50. (more…)
Urusan politik dan bisnis kerap saling terkait dalam operasi militer dan berkecamuknya konflik. Dalam segmen drone misalnya, debut Bayraktar TB2 produksi Baykar Makina dari Tukri, menjadi contoh yang menarik. Ketika Bayraktar TB2 diikutkan dalam banyak laga pertempuran dan mencetak sukses, maka ‘promo’ di medan perang berbuah manis, yakni Bayraktar TB2 laris dipesan banyak negara. (more…)
Sejak serangan drone kamikaze yang dilancarkan milisi Houthi dari Yaman ke fasilitas kilang minyak Aramco Arab Saudi, maka Amerika Serikat selaku sekutu Negeri Kaya Minyak itu, telah memikirkan serangkaian cara efektif untuk menghadapi drone kamikaze. Bila dihadapi dengan sistem hanud konvensional, boleh jadi selain tidak efektif, dari segi biaya akan tekor, lantaran munisi seperti rudal hanud berharga sangat mahal, sementara target yang disasar adalah drone kamikaze yang harganya ada di bawah US$10.000. (more…)
Terlepas dari kontroversinya, nama Shahed-136 (Geran-2) kini menempati trending topik di jagad drone kamikaze (louitering munition), pasalnya drone produksi Shahed Aviation Industries, Iran, menjadi nama drone kamikaze yang paling banyak disebut dan diberitakan, lantaran Shahed-136 secara masif digunakan Rusia untuk melakukan serangan ke berbagai wilayah di Ukraina. (more…)
SpearUaV, manufaktur wahana nirawak dari Israel, selama ini dikenal dengan inovasinya dalam meluncurkan drone quadcopter berukuran mikro. Sebut saja drone mikro Ninox 40 yang diluncurkan dari pelontar granat kaliber 40 mm, kemudian ada Ninox 103, yang juga drone intai, namun dirancang untuk diluncurkan dari kapal selam. Dan masih terkait drone copter berukuran mikro, kali ini SpearUAV merilis apa yang disebutnya sebagai Viper. (more…)
Meski Ukraina telah mendapatkan begitu banyak pasokan persenjatan anti serangan udara dari Amerika Serikat dan sekutunya, namun, Ukraina rupanya gentar pada ‘hujan’ rudal jelajah dan drone kamikaze yang diluncurkan Rusia. Selain terus merapatkan sistem hanud yang ada, Pemerintah Ukraina belum lama ini juga melibatkan peran serta warganya untuk berburu rudal dan drone yang diluncurkan Rusia. (more…)
Selain insiden dogfight antar dua drone, rupanya ada lagi ‘anomali’ yang terjadi pada aksi drone di laga Perang Ukraina. Kali ini bukan melibatkan drone komersial macam DJI Mavic, melainkan terkait lakon drone kamikaze (loitering munition) Shaded-136 buatan Iran, atau yang dalam kode Rusia disebut Geran -2. Disebut anomali lantaran, insiden atas Shaded-136 disebut terkait dengan jatuhnya jet tempur MiG-29 Fulcrum milik Angkatan Udara Ukraina. (more…)