Tag: Lockheed Martin

Antara Menhan dan KSAU, Beda Pandangan Soal Pesawat Angkut Berat?

Perbedaan statemen dalam rencana pengadaan alutsista rasanya kerap terjadi. Seperti dalam rencana pengadaan pesawat angkut berat untuk kebutuhan TNI AU, bila Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu pada Januari 2017 telah memutuskan untuk membeli lima unit Airbus A400M Atlas senilai US$2 miliar, maka sebaliknya dari pihak user, yakni TNI AU lewat KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan justru pihaknya akan mendatangkan C-130J Super Hercules. (more…)

Mengenal Sensor M-TADS/PNVS di Helikopter Serbu Apache TNI AD

Ada kabar baru dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, pada 28 April lalu telah dirilis kontrak dalam program FMS (Foreign Military Sales) untuk paket komponen helikopter serbu AH-64 Apache. Kali ini bukan tentang pengadaan rudal, melainkan perangkat intai dan penjejak sasaran yang akan terpasang secara terintegrasi di helikopter Apache. Perangkat yang dimaksud adalah Modernized Target Acquisition Designation Sight/ Pilot Night Vision Sensor System (M-TADS/PNVS) yang diproduksi oleh Lockheed Martin di Orlando, Florida. (more…)

Untuk F-16 C/D Block 52ID TNI AU, Pilih Sniper ATP atau LITENING pod?

Mike Pence, orang nomer dua dari Negeri Uwak Sam baru saja meninggalkan Indonesia setelah melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Diantara banyak hal yang menjadi topik pembicaraan dengan pemerintah RI adalah pada sektor pertahanan, khususnya pengadaan alutsista. Selain dalam waktu dekat TNI akan menerima kedatangan helikopter serbu AH-64 Apache, masih ada sisa lima unit F-16 C/D Block 52ID yang akan tiba akhir tahun ini. Tentang armada F-16 C/D, pemerintah RI terbilang serius untuk melengkapi Sang Elang Penempur dengan jenis rudal terbaru dan sensor mutakhir. (more…)

Kejar Ketertinggalan, F-16 A/B Block 15 TNI AU Bakal Mendapat Mid Life Uprade

Indonesia bersama Singapura dan Thailand adalah ‘sejawat’ pada masa-masa awal penggunaan jet tempur F-16 A/B Fighting Falcon. Meski kuantitas yang dimiliki berbeda setiap negara, kepemilikan F-16 pada awal dekade 90-an turut memberi suasana perimbangan kekuatan militer yang kondusif di kawasan Asia Tenggara. Meski sama-sama sebagai pengguna F-16 A/B Block 15 OCU (Operational Capability Upgrade), faktanya Indonesia kini menjadi yang tertinggal dalam program peningkatan F-16 A/B. (more…)

Bukan UH-60M, Helikopter Black Hawk Untuk TNI AD Adalah S-70i

Di artikel kami terdahulu, disebut bahwa TNI AD akan mengakuisisi helikopter angkut sedang UH (Utility Helicopter)-60M Black Hawk untuk memperkuat Puspenerbad. Hadirnya Black Hawk dirasa perlu untuk mengimbangi kemampuan helikopter serbu AH-64E Apache yang gelombang pertamanya akan tiba di Indonesia tahun ini. Meski beda peran, antara Black Hawk dan Apache mengadopsi jenis mesin yang serupa, dengan begitu faktor kecepatan dan jarak tempuh dirasa ideal untuk mendukung suatu operasi tempur. Dan, kini ada kabar terbaru bahwa sejatinya yang akan diakuisisi TNI AD bukanlah UH-60M Black Hawk. (more…)

IFF Bird Slicer: Absen di F-16 Fighting Falcon TNI AU

Radar AN/APG-66 pada jet tempur F-16 A/B Fighting Falcon TNI AU secara teori mampu mengendus sasaran dari jarak 150 km. Seperti pada insiden di atas Bawean tahun 2003, setelah dipandu dari radar GCI (Ground Controlled Intercept), dua unit F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi yang ditugaskan melakukan pengejaran pada black flight akhirnya dapat mengenali identitas sang penyusup, yakni F/A-18 Hornet dari USS Carl Vinson yang tengah berlayar di Laut Jawa. Namun pengenalan identitas F/A-18 Hornet dilalukan lewat pengamatan langsung sang pilot, alias memanfaatkan darto (radar moto – bahasa Jawa berarti mata). (more…)

UH-60M Black Hawk: Multi Mission Performer Untuk Kavaleri Udara TNI AD

Kabar rencana TNI AD untuk mengakuisisi helikopter angkut sedang UH (Utility Helicopter)-60 Black Hawk telah berhembus sejak tahun 2012 silam, namun baru di akhir Februari lalu, jenis Black Hawk yang akan dipinang mulai jelas variannya, maklum keluarga Black Hawk lansiran Sikorsky Aircraft (Lockheed Martin Company) terdiri dari beragam varian. Dan merujuk ke pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di beberapa media nasional, maka yang bakal didatangkan adalah UH-60M Black Hawk. (more…)

Lockheed L-100-30 TNI AU: Transformasi Pesawat Sipil Untuk Kebutuhan Militer

Selain dikenal super kondang sebagai pesawat angkut berat legendaris, masih banyak hal menarik dari sosok Lockheed C-130 Hercules. Salah satunya adalah adanya keluarga Sang Hercules yang didapuk sebagai pesawat sipil. Ya meski berperawakan bongsor, namun L-100-30 begitu kental kemiripannya dengan C-130, bahkan masih banyak orang yang kesulitan membedakan diantara keduanya. Dan di Indonesia, L-100-30 sampai saat ini masih aktif beroperasi, melengkapi etalase Skadron Udara 17 dan Skadron Udara 31.

(more…)

Mengenang Hercules A-1334, Battle Proven dari Operasi di Irak sampai Afghanistan

Duka mendalam kembali menyelimuti dunia dirgantara nasional, hari ini Minggu, 18 Desember 2016 telah jatuh (total lost) pesawat angkut berat C-130H Hercules A-1334 di Wamena, Papua. Pesawat turbo propeller produksi Lockheed Martin mengalami musibah sesaat sebelum mendarat di Bandara Wamena. Tercatat 12 awak dan satu penumpang dinyatakan tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada pukul 06.00 WIT. Meski belum genap setahun dioperasikan TNI AU, sejatinya pesawat andalan Skadron Udara 32 ini sudah malang melintang dalam operasi internasional, termasuk mendukung operasi militer di Afghanistan. (more…)