Tag: Laut Cina Selatan

SAET-40 UAE – Inilah Torpedo ‘Asli’ di Korvet Parchim Class TNI AL

KRI Tjiptadi 381 dan KRI Teuku Umar 385 di Pulau Natuna (Foto: Instagram @navy19489)

Sampai artikel ini diturunkan, setidaknya TNI AL telah mengerahkan delapan kapal perang ke wilayah Perairan Natuna, dimana tiga diantara kapal tersebut adalah dari jenis korvet Parchim Class – yaitu KRI Tjiptadi 381, KRI Teuku Umar 385 dan KRI Sutedi Senoputra. Bagi TNI AL keberadaan korvet Parchim Class, selain ada korvet Bung Tomo Class (KRI Usman Harun 359), diperankan untuk menghadapi sasaran berupa kapal perang permukaan dan kapal selam, lantaran dibekali tabung peluncur torpedo. (more…)

MR-302 “Strut Curve” – Radar Intai Udara dan Permukaan di Korvet Parchim Class TNI AL

Usianya memang tak lagi muda, namun korvet Parchim Class adalah jenis kapal perang dengan jumlah terbesar dalam Satuan kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. Dengan populasi 14 unit dari total 16 unit yang diakuisisi dari Jerman Timur, korvet Parchim Class juga yang paling banyak dioperasikan TNI AL dalam operasi pengamanan di Lautan Natuna. Seperti pada insiden 30 Desember 2019, KRI Tjiptadi 381 dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I telah menghalau kapal penjaga pantai Cina yang dengan sengaja masuk ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. (more…)

Kapal Penjaga Pantai Cina Makin Garang, Ada Potensi Berubah Peran Jadi Kapal Kombatan

Nota protes yang dilayangkan Kementerian Luar Negeri Indonesia kepada Pemerintah Cina seolah tidak digubris, baru saja sehari nota protes dilayangkan, kembali kapal penjaga pantai Cina (China Coast Guard/CCG) diwartakan kembali memasuki perairan Natuna Utara pada Selasa, 31 Desember 2019. Kehadiran kapal penjaga pantai Cina, seperti pada kasus-kasus terdahulu yaitu dalam misi mengawal aktivitas perahu nelayan Cina yang secara koordinat memasuki ZEE (Zone Ekonomi Eksklusif) Indonesia. (more…)

Cina Didapuk Sebagai “Superpower di Pasar Drone Kombatan,” Ini Faktanya!

Negara sebagai pelaksana penyerbuan air to ground lewat drone,  masih disandang Amerika Serikat dan Israel, namun bila pertanyaannya diubah, siapa negara penyandang predikat superpower drone kombatan (UCAV/Unmanned Combat Aerial Vehicle), maka jawabannya akan merujuk ke Cina. Terkenal mampu melakukan reverse engineering secara cepat, saat ini Cina didapuk sebagai penguasa pasar drone kombatan di seluruh dunia. Bahkan, Indonesia mempercayakan pengadaan drone kombatan dari Cina, lewat seri drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) CH-4 Rainbow. (more…)

Militer Cina Gunakan Aerostat, Jadi Bukti Kehadiran HAPS di Laut Cina Selatan

Meski secara implementasi masih jauh, namun HAPS (High Altitude Platform Station) telah masuk dalam kajian oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Oleh Kemenko Polhukam HAPS digadang kelak sebagai bagian dari rangka pertahanan dan keamanan di daerah terluar, terpencil dan perbatasan. Dan, terkait HAPS, belum lama ini ada kabar ‘penampakan’ HAPS dari wilayah Laut Cina Selatan.

(more…)

Ungguli Spesifikasi Teknis Drone TNI, Drone Kargo Garuda Indonesia Mulai Uji Coba di Januari 2020

Entah ini kebetulan atau tidak, Beihang Unmanned Aircraft System (UAS) Technology tahun lalu telah memperkenalkan varian ekspor dari drone intai BZK-005 yang diberi kode BZK-005E. Di sisi lain, Garuda Indonesia diwartakan juga merencanakan fase uji coba 2 unit drone kargo BZK-005 pada Januari 2020 di Aceh. Dari beberapa media, Garuda Indonesia menyebut akan melangsungkan fase uji coba selama tiga bulan, dan fase operasional diharapkan dimulai pada 2021. (more…)

Peneliti Cina Kembangkan Airborne Laser System untuk Melacak Kapal Selam

Sejak digunakan sebagai alat pendeteksi keberadaan kapal selam oleh Paul Langevin pada tahun 1915, hingga kini peran Sonar (Sound Navigation and Ranging) masih sangat diandalkan, baik oleh kapal selam maupun kapal permukaan. Namun dengan dinamika pertempuran yang berkembang di masa depan, pihak angkatan laut mungkin membutuhkan metode yang lebih cepat guna melacak keberadaan sosok kapal selam di kedalaman laut. (more…)

Xian JH-7 “Flying Leopard”: Dirancang dan Dikembangkan Sendiri, Inilah Pembom Tempur Andalan Sang Naga

Dilihat dari desain sayapnya yang high wing, jelas pesawat pembom tempur ini usianya tak muda lagi, bahkan sekilas nampak dari depan (air intake-nya) mirip Specat Jaguar, inilah Xian JH-7 yang hingga kini masih menjadi andalan AU dan AL Cina di garda terdepan. Dalam Aviadarts 2019 yang digelar awal Agustus ini, JH-7 disebut-sebut disertakan Cina dalam latihan bersama Rusia. Dan kabar terakhir menyebut bahwa Cina telah melakukan upgrade pada sejumlah varian JH-7 yang ditempatkan pada palagan Laut Cina Selatan. (more…)