Melanjutkan berita sebelumnya tentang sejumlah sistem rudal hanud S-400 Rusia yang ‘terjebak’ di pangkalan angkatan laut (Lanal) Tartus di Suriah, lantaran tidak semua aset militer Rusia dapat dipindahkan lewat jalur udara dari Lanud Khmeimim, maka aset militer berat harus dievakuasi lewat jalur laut, dan untuk yang satu ini rupanya ada kendala. (more…)
Meski Rusia tak menyatakan mundur dari Suriah, namun kehadiran militer Rusia telah dikurangi drastis pasca tumbangnya rezim Bashar al-Assad, yang atas pertimbangan geopolitik, kemungkinan Rusia akan bergeser pangkalan udara (Lanud) Al Khadim di Libya, yaitu untuk mempertankan kepentingannya di Mediterania dan Afrika Utara. (more…)
Pasca tergulingnya rezim Bashar al-Assad, maka Rusia menata ulang penggelaran kekuatan militernya di Timur Tengah, meski secara resmi tidak hengkang dari Suriah, langkah antisipasi dilakukan begitu Damaskus jatuh ke tangan pemberontak. (more…)
Proses lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing) pesawat di bandara atau pangkalan udara yang berada di wilayah konflik, jelas mengandung kerawanan tingkat tinggi, salah satunya adalah ancaman sengatan rudal panggul pemburu panas MANPADS (Man Portable Air Defence System). (more…)
Pangkalan Udara (Lanud) Khmeimim (Hmeimim) di kota Latakia berperan strategis bagi kepentingan Rusia, bukan hanya di kawasan Suriah, namun menjadi bukti eksistensi militer Rusia di Timur Tengah. Namun, pasca kejatuhan rezim Bashar al-Assad, maka semua berubah 180 derajat, basis militer Rusia di Suriah, termasuk pangkalan angkatan laut di Tartus menjadi sangat rawan untuk diserang pemberontak. (more…)
Seperti diulas pada artikel sebelum ini, dua basis militer Rusia di Suriah, yaitu Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) di kota pelabuhan Tartus dan Pangkalan Udara (Lanud) Khmeimim (Hmeimim) di kota Latakia, dalam kondisi terancam, setelah kota Aleppo jatuh ke tangan pemberontak anti Bashar al-Assad, maka kedua basis militer Rusia tak lagi aman dari serangan. (more…)