Tag: korvet

“Menghadapi” Cina dengan Senjata Buatan Cina

KRI Layang 635 saat menembakkan rudal C-802.
KRI Layang 635 saat menembakkan rudal C-802.

Pemerintah Cina memang dengan tegas mengakui Kepulauan Natuna sebagai bagian dari wilayah NKRI, tapi lain hal dengan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) di Perairan Natuna. ZEE RI yang berada bersinggungan dengan Laut Cina Selatan itu sebagian areanya dianggap sebagai traditional fishing zone oleh Cina, padahal dalam hukum laut internasional tak dikenal istilah traditional fishing zone. Klaim sepihak dari Cina ini beberapa kali menjadi sumber ketegangan hubungan diplomatik antara Jakarta dan Beijing. (more…)

Haijing 3303: Senjata Kelas Kapal Patroli, Performa Kelas Korvet

IMG-20160621-WA0011

Dalam beberapa hari ini identitas China Coast Guard (CCG) menjadi trending topic di Tanah Air. Pasalnya beberapa kali armada kapal CCG (Penjaga Pantai Cina) dilaporkan terus membayang-bayangi aksi penegakan hukum yang dilakukan kapal perang TNI AL atas illegal fishing yang dilakukan kapal nelayan Cina. Tak satu dua kali pula, kapal CCG berani menghalangi upaya penangkapan yang dilakukan aparat Indonesia. (more…)

Tinjauan Insiden Korvet KRI Pati Unus 384, Dimana Peran Sonar MG323 Bullhorn?

510891_620

Secara kodrat, korvet Parchim TNI AL punya kemampuan melaksanakan misi AKS (Anti Kapal Selam). Bila dijabarkan lebih detail, tugas korvet buatan Jerman Timur ini tak sekedar memburu, melainkan juga menghancurkan target bawah air. Maka tak heran korvet ini dibekali torpedo, bom laut (depth charge), roket anti kapal selam RBU-6000, dan tentunya perangkat sonar. Namun, musibah yang menimpa KRI Pati Unus 384 di Perairan Belawan sontak mengagetkan kita tentang sosok pemburu kapal selam era Perang Dingin ini.

(more…)

TNI AL Kirimkan Korvet KRI Diponegoro 365 di RIMPAC 2016

diponegoro24

Menyongsong visi sebagai World Class Navy, tentu menjadi kebanggaan saat TNI AL mampu menghadirkan perwakilan kekuatannya dalam ajang latihan perang laut terbesar di dunia. Di tahun 2014, untuk pertama kalinya TNI AL ikut dalam ajang RIMPAC (Rim of Pacific Exercise) di perairan Hawaii, AS. Kala itu TNI AL mengirim LPD (Landing Platform Dock) KRI Banda Aceh 593, lengkap berikut pasukan Marinir dengan tank amfibi LVTP-7.
(more…)

Mulai 2017, TNI AL Bertahap Pensiunkan Frigat Van Speijk Class

060715-N-4104L-015

Setelah 30 tahun bertugas di Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL, dan setengah abad berlayar sejak dioperasikan AL Belanda, akhirnya enam unit frigat Van Speijk Class (Ahmad Yani Class) direncanakan untuk mulai dipensiunkan pada tahun 2017. Satu per satu Van Speijk Class TNI AL akan dipensiunkan bertahap, hingga akhirnya di tahun 2022 semuanya akan decommission. (more…)

OTO Melara 76mm Super Rapid Gun: Meriam Reaksi Cepat KRI Martadinata 331 SIGMA Class 10514 TNI AL

KRI Martdinata 331

PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 pesanan pertama TNI AL kini dalam proses instalasi sistem senjata di galangan PT PAL, Surabaya. Dari beberapa sistem senjata yang diadopsi kapal buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda, ada sosok meriam OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun yang disematkan pada bagian haluan. Menunggu momen peluncuran perdana SIGMA Class 10514 yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini, kabar baiknya OTO Melars 76 mm Super Rapid Gun telah terpasang di KRI Martadinata 331. (more…)

Kapal Latih Tiang Tinggi Terbaru TNI AL, Penerus KRI Dewa Ruci Meluncur Juli 2017

4c673e9f4e0a4beee1c52635f7b9c94d20steel

Tahun 2017 sepertinya bakal jadi momen kebangkitan alutsista TNI AL, di tahun tersebut TNI AL dijadwalkan akan menerima kedatangan kapal selam perdana Changbogo Class dari Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (DSME), Korea Selatan, lalu ada pula PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 dari galangan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Tapi tak itu saja, armada TNI AL juga siap menerima kapal latih tiang tinggi (tall ship) penerus the legend KRI Dewa Ruci.
(more…)

GPS Jammer TNI AL: Pengacau Sinyal Satelit, Mampu Gagalkan Serangan Rudal dan Pointing Target

corvette_ship

Baru-baru ini ada pemberitaan seputar pelatihan awak personel KRI dalam mengoperasikan GPS (Global Positioning System) jammer yang berlangsung di Lantamal Surabaya, 28 – 30 Oktober 2015. GPS jammer, meski kedengaran canggih, tapi sejatinya telah diadopsi di kapal perang TNI AL sejak tahun 2010. Dan hingga kini ada sekitar 10 kapal perang Satkor (Satuan Kapal Eskorta) yang dilengkapi GPS jammer.

(more…)

Helikopter NBO-105 TNI AL Lakukan Pendaratan di USS Fort Worth LCS-3

1635015_-_main

Untuk pertama kalinya, helikopter Puspenerbal TNI AL NBO-105 dengan nomer NV-409, sukses melakukan pendaratan di helipad USS Fort Worth LCS-3. Hal ini menjadi agenda dalam latihan militer CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training) Indonesia 2015 yang berlangsung di perairan Bali. Operasi pendaratan helikopter secara langsung menyiratkan peningkatan interoperabilitas antara kekuatan TNI AL dan AL AS. (more…)