Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: korvet

Mengintip Hanggar Helikopter di KRI RE Martadinata 331

kri-re-martadinata-2-e1453571200375

Banyak hal menarik dari sosok PKR (Perusak Kawal Rudal) RE Martaditana Class (aka – SIGMA Class 10514). Dari aspek desain misalnya, struktur frigat ini yang modular dan bernuansa stealth membuat kagum setiap mata yang memandang. Terlebih lagi, ini pertama kali galangan PT PAL dipercaya membangun kapal kombatan bertonase besar (2.400 ton) dengan teknologi tinggi. Yang menarik lagi, pada struktur bagian belakang terdapat hanggar dengan pintu teleskopik yang dirancang mampu memuat helikopter kelas medium.

(more…)

CMS Mandhala: Sistem Manajemen Tempur Laut Kebanggaan Nasional

img-20160909-wa0004

Condongnya pengadaan alutsista TNI AL ke poros manufaktur Cina membawa pengaruh pada teknologi Combat Management System (CMS). Pasalnya meski sistem senjata modern umumnya menyajikan kompatibilitas antar vendor, namun paket integrasi alutsista yang ditawarkan bakal lebih efektif dan efisien bila berasal dari pemasok asal negara yang sama. Contohnya seperti pada jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) Sampari Class dan Clurit Class.

(more…)

KRI Silas Papare 386: Jadi Korvet Parchim Kedua Pengguna Kanon CIWS Type 730

Silas-papare-2

Banyak pemerhati alutsista yang bertanya-tanya, setelah KRI Sultan Thaha Syaifuddin 376, siapa lagi diantara armada korvet Parchim Class TNI AL yang akan dipasangi kanon CIWS (Close In Weapon System) Type 730 kaliber 30 mm? Maklum saja, jumlah Parchim Class total ada 16 unit dan sejak akhir tahun 2014 sampai saat ini, baru satu unit yang telah menggunakan kanon Type 730. Mengingat keuangan negara yang terbatas dan antrian jadwal docking kapal perang, proses instalasi pun nyatanya tetap berjalan secara bertahap.

(more…)

Thales Lirod MK2: Radar Pengendali Tembakan di Korvet Diponegoro Class dan FPB-57 Nav V

1

Dalam dua bulan belakangan, nama KRI Diponegoro 365 lumayan banyak disebut, pasalnya korvet dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim ini dipercaya mewakili kekuatan TNI AL di ajang latma RIMPAC (Rim of the Pacific) 2016. Sebagai kapal kombatan, KRI Diponegoro 365 yang masuk ke SIGMA Class 9113 punya bekal beberapa andalan, diantaranya berupa kanon reaksi cepat Oto Melara 76 mm dan rudal anti serangan udara berbasis SHORADS (Short Range Air Defence System) MBDA Mistral dengan peluncur Tetral. (more…)

Iver Huitfeldt Class: Lebih Perkasa dari Formidable Class, Ini Dia “Bakal Calon” Pengganti Frigat Van Speijk TNI AL

20160119_15

Rencananya, mulai tahun depan TNI AL secara bertahap akan memensiunkan frigat Van Speijk, hingga akhirnya kesemua unit frigat asal Belanda ini akan masuk masa purna tugas di tahun 2024. Berkurangnya kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) sudah diantisipasi dengan pengadaan jenis kapal baru, salah satunya dengan hadirnya frigat Martadinata Class (aka – SIGMA Class 10514). Namun dari segi kuantitas, TNI AL masih perlu menambah unit frigat baru, mengingat jumlah Van Speijk yang akan pensiun mencapai enam unit. (more…)

RIMPAC 2016: KRI Diponegoro 365 Lalukan Uji Tembak Kanon Vektor G12 20mm

26-GUN-EXERCISE-KRI-DIPONEGORO-365-DALAM-RIMPAC-2016-800x445

Sebagai kapal perang andalan (flagship) TNI AL, KRI Diponegoro 365 memang pantas mewakili kekuatan maritim Indonesia di ajang latihan bersama (latma)multilateral terbesar di dunia, RIMPAC (Rim of Pacific) 2016. Bekal sensor dan radar sudah cukup modern di kelasnya, adopsi senjata juga relatif mumpuni di kelas korvet. Namun sayangnya korvet buatan Belanda ini tidak dibekali kanon reaksi cepat CIWS (Close In Weapon System). (more…)

RIMPAC 2016: Pimpin Misi Buru Kapal Selam, KRI Diponegoro 365 Andalkan Sonar Thales UMS 4132 Kingklip

maxresdefault

Untuk kelas korvet, tonase 1.700 ton memang tergolong ringan, namun jangan anggap sepele, korvet andalan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim KRI Diponegoro 365 justru dipercaya untuk memimpin satuan tugas dalam misi AKS (Anti Kapal Selam) di ajang latihan bersama (latma) multilateral terbesar di dunia RIMPAC (Rim of Pacific) 2016 yang tengah berlangsung di Perairan Hawaii, AS. Tentu ada alasan, mengapa KRI Diponegoro 365 dipercaya untuk mengomando misi buru kapal selam. (more…)

Thales WM-22/WM-28: Radar Pengendali Tembakan Khas Kapal Perang TNI AL Era 80 dan 90-an

19

Bentuknya bulat seperti bola atau balon, menjadikan kapal kombatan TNI AL di era 80 dan 90-an begitu kental dengan identitas perangkat unik yang ditempatkan diatas menara ini. Meski mudah dilihat, tapi hingga kini masih banyak yang belum paham apa peran dari sosok ‘bola’ diatas menara kapal perang. Wujudnya kembali jadi bahasan tatkala perangkat berbentuk bola ini dilepas dari posisinya, yakni saat frigat KRI Fatahillah 361 mendapat peremajaan berupa pemasangan radar intai Terma SCANTER 4100. (more…)

“Menghadapi” Cina dengan Senjata Buatan Cina

KRI Layang 635 saat menembakkan rudal C-802.
KRI Layang 635 saat menembakkan rudal C-802.

Pemerintah Cina memang dengan tegas mengakui Kepulauan Natuna sebagai bagian dari wilayah NKRI, tapi lain hal dengan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) di Perairan Natuna. ZEE RI yang berada bersinggungan dengan Laut Cina Selatan itu sebagian areanya dianggap sebagai traditional fishing zone oleh Cina, padahal dalam hukum laut internasional tak dikenal istilah traditional fishing zone. Klaim sepihak dari Cina ini beberapa kali menjadi sumber ketegangan hubungan diplomatik antara Jakarta dan Beijing. (more…)