
Meski menyandang status sebagai kapal perang, namun jangan dikira kapal perang selalu siap untuk ‘beradu’ dengan kapal niaga atau kapal penumpang sipil. Faktanya bila kalah dimensi dan tonase, secanggih apa pun kapal perang akan dibuat babak belur. (more…)

Tripartite Class, jenis kapal pemburu dan sapu ranjau yang digunakan TNI AL memang ‘tak ada matinya.’ Meski usianya tak lagi muda, namun faktanya, Tripartite Class yang desainnya dibuat oleh tiga negara – Perancis, Belanda dan Belgia, debutnya masih bersinar di lingkungan armada NATO. Meski program penggantian Tripartite Class telah dicanangkan, tapi toh kemampuan kapal pemburu ranjau ini masih memikat negara lain untuk membelinya. (more…)

Sebelum dua kapal pemburu ranjau Frankenthal Class tiba di Indonesia, maka saat ini yang menjadi alutsista andalan pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL adalah dua kapal Tripartite Class, KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Meski usianya tak lagi muda, lantaran sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, namun Tripartite Class adalah satu-satunya jenis kapal perang buru ranjau yang hingga kini juga masih dioperasian oleh AL Belanda dan AL Belgia. (more…)

Dalam suatu kunjungan ke Sydney, Australia di tahun 2013, tepatnya saat menumpangi kapal ferry dari Circular Quay menuju Manly, terlihat beberapa kapal perang AL Australia/RAN (Royal Australian Navy) bersandar di kawasan Port Jackson yang merupakan Fleet Base East RAN. Dari beberapa kapal perang yang sandar, ada kapal perang yang dimensinya terbilang kecil, dan langsung mengingatkan kami pada sosok kapal pemburu/sapu ranjau andalan Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL, yakni Tripartite Class, yaitu KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. (more…)

Meski diterpa isu seputar pemangkasan anggaran, patut disyukuri pengadaan beberapa alutsista tetap berjalan. Salah satu yang sudah mendapat persetujuan dari pemerintah adalah pengadaan kapal pemburu ranjau untuk TNI AL. Seperti disebutkan dalam berita terdahulu, US$215 juta telah dialokasikan untuk MCMV (Mine Counter Mesaure Vessels). Meski anggaran sudah siap, namun masih jadi pertanyaan, jenis kapal pemburu ranjau apa yang bakal diakuisisi TNI AL? (more…)

Indonesia dan Singapura kali ini menjadi tuan rumah dalam latma (latihan bersama) tingkat multilateral WP MCMEX (Western Pacific Mine Counter Measure Exercise) 2015. Latihan perang dengan fokus penyapuan ranjau ini mengambil lokasi di Selat Singapura dan perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Latma yang berlangsung mulai 25 hingga 31 Agustus 2015 ini, melibatkan 13 kapal perang, 5 under vehicle team, serta 800 personel yang berasal dari 16 negara. (more…)