Tag: KAL

Terungkap! Inilah Asal Usul KAL Andau, Kapal Patroli yang Jadi ‘Korban’ Tsunami di Teluk Palu

Tentu belum hilang dalam ingatan seputar gelombang tsunami yang menerjang area dermaga Lanal Palu di Watusampu, Sulawesi Tengah pada September 2018 lalu. Selain kerusakan infrastruktur, tsunami yang diakibatkan gempa bumi juga membawa ‘korban’ berupa dua kapal patroli (KAL) yang biasa meronda di kawasan Lanal terangkat dan terseret gelombang, hingga kapal yang berbobot puluhan ton tersebut ‘tersangkut’ di daratan. (more…)

Lanal Palu Diterjang Tsunami, Dua Kapal Patroli Ikut Terseret Gelombang

KAL Andau

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) petang, telah menyebabkan tsunami yang menerjang Palu, Donggala, dan Mamuju. Dan ketika menyebut nama Palu, langsung terlintas Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) Palu yang berada di Watusampu, Palu, Sulawesi Tengah. Nama Lanal Palu selama ini identik sebagai basis terbaru kapal selam TNI AL. Masih beruntung saat kejadian, tidak ada kapal selam TNI AL yang sedang sandar di Lanal tersebut. (more…)

Inilah Arti ‘Sight’ Pada Kanon Oerlikon 20mm/70 MK4 TNI AL

Meski modernisasi persenjataan terus dilakukan TNI AL, namun beberapa alutsista tua nampak masih terpasang. Salah satu yang legendaris adalah kanon kanon Oerlikon 20mm/70 MK4 yang terpasang di beberapa kapal patroli (KAL) berlambung fiberglass tipe PC (Patroli Cepat) 36 dan PC40. Tentang kanon Oerlikon 20mm/70 MK4 telah kami kupas di artikel terdahulu, namun masih ada yang unik dari kanon yang asasinya sebagai PSU (Penangkis Serangan Udara) ini, salah satunya seperti perangkat bidik (sight) yang berbentuk bulat, khas senjata era Perang Dunia II. (more…)

KAL Anakonda: Adopsi Desain Stealth, Sekilas Mirip Korvet Visby Class

Persisnya sejak Juli 2015 kapal milik TNI AL ini tak lagi berstatus sebagai kapal perang (KRI), lewat upacara penurunan ular-ular perang pada 29 September 2015 di Pangkalan Utama TNI AL IV (Lantamal IV) Tanjungpinang, menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebagai unsur kekuatan TNI Angkatan Laut. Dari yang tadinya berstatus KRI Anakonda 868 kini menjadi KAL Anakonda II-4-61. (more…)

KAL 28M Propeller Untuk Lantamal Kini Berlabel “Pulau”

Bila nama “Teluk” identik digunakan pada armada LST (Landing Ship Tank), maka sejak lama beberapa nama “Pulau” di Tanah Air digunakan TNI AL untuk menandai keberadaan kapal penyapu ranjau pada Satuan Kapal Ranjau (Satran). Dan meski bukan berstatus sebagai kapal perang (KRI), identitas nama Pulau kini juga diadopsi untuk penamaan pada kelas kapal patroli Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut) dan Lanal, kapal ini akrab disebut sebagai KAL (Kapal Angkatan Laut). (more…)

Ronin Speed Boat: Peronda Dermaga Lantamal Jakarta

Ronin dalam bahasa Jepang diartikan sebagai Samurai yang terpisah atau hilang dari tuannya. Namun Ronin yang satu ini diwujudkan sebagai kapal patroli di kawasan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta. Berbeda dengan kapal patroli (KAL) yang biasa meronda kawasan Lantamal, Ronin dirancang sebagai speed boat yang dengan desain streamline, justru mencitrakan sebagai speed boat mewah. Pasalnya selain mengemban tugas patroli di dermaga, Ronin juga berfungsi mendukung tugas protokoler VIP (Very Important Person).

(more…)

Perkuat Lantamal, TNI AL Luncurkan Tiga Unit KAL 28M Propeller

5

Armada peronda Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut) Koarmabar bertambah lagi, dengan resmi diluncurkannya tiga unit kapal patroli jenis KAL (Kapal Angkatan Laut) 28M Propeller besutan PT Tesco Indomaritim. Ketiga kapal patroli tersebut masing-masing adalah KAL Marapas untuk memperkuat Lantamal IV Tanjung Pinang, KAL Lemukutan untuk Lantamal XII Pontianak dan KAL Bunyu untuk Lantamal XIII Tarakan.

(more…)

Palindo Marine PC-28: Kapal Patroli Cepat Litoral dengan Teknologi RCWS

2016-04-20_pori

Rasanya miris saat mendengar ada kapal patroli TNI AL yang diserang preman di Perairan Tanjung Balai Asahan. Tepatnya pada 22 Januari lalu, KAL Boa (eks KRI Boa 807) diserang sekelompok preman ketika sedang mengejar kapal pengangkut pakaian bekas ilegal. Dalam aksi penyerangan, awak KAL telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan oleh kawanan 60 preman yang menggunakan empat kapal motor. Dengan dihujani bom Molotov, justru KAL Boa yang harus menjaga jarak sampai harus merapat ke alur darat untuk keluar dari kepungan preman. (more…)