Upaya Azerbaijan dalam memodernisasi kekuatan udaranya kini memasuki babak baru yang ambisius. Pesanan 40 unit jet tempur JF-17C Block III Thunder dari Pakistan tidak hanya membawa peningkatan pada sisi airframe dan radar, tetapi juga akan dilengkapi dengan sistem penargetan mutakhir Aselpod buatan perusahaan pertahanan Turki, Aselsan. (more…)
Geopolitik persenjataan di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang membuat Washington mulai tidak tenang. Amerika Serikat (AS) dikabarkan mulai merasa cemas setelah munculnya laporan bahwa Arab Saudi sedang mempertimbangkan secara serius untuk meminang jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turki dan JF-17 Thunder hasil kolaborasi Pakistan-Cina. (more…)
Setelah performa impresif jet tempurnya dalam konflik udara melawan India tahun lalu, minat global terhadap pesawat tempur JF-17 Thunder meroket tajam. Laporan terbaru dari Reuters menyebutkan bahwa Islamabad kini tengah menjalin pembicaraan serius dengan sedikitnya 13 negara untuk pengadaan alutsista, termasuk varian tercanggih JF-17 Block III. (more…)
Langkah Indonesia dalam memperkuat kedaulatan udaranya kini memasuki babak baru yang cukup mengejutkan. Berdasarkan laporan eksklusif dari Reuters, tiga pejabat keamanan Pakistan yang mengetahui jalannya pertemuan pada Senin (12/01/2026) mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin telah melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Pakistan, Marshal Zaheer Ahmed Baber Sidhu di Islamabad. (more…)
Dunia kedirgantaraan militer dikejutkan oleh kabar terbaru yang menyebutkan bahwa Arab Saudi sedang dalam pembicaraan serius dengan Pakistan untuk mengakuisisi jet tempur JF-17C Block III Thunder. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai total hingga $4 miliar ini menjadi heboh bukan tanpa alasan. Riyadh saat ini sudah mengoperasikan armada jet tempur kelas berat (heavyweight) papan atas seperti F-15SA Advanced Eagle dan Eurofighter Typhoon yang secara spesifikasi jauh melampaui JF-17. (more…)
Dubai Airshow 2025 (17 – 21 November 2025) menjadi panggung bagi dua narasi kontras yang memengaruhi persaingan jet tempur ringan global. Di satu sisi, jet tempur HAL Tejas India menghadapi krisis kepercayaan pasca-kecelakaan fatal. Di sisi lain, JF-17C Thunder Block III Pakistan/Cina berhasil membangun momentum positif, menarik perhatian pembeli potensial di Timur Tengah dan Afrika. (more…)
Bila Indonesia dengan bangga menampilkan defile pasukan dan marching band Akabri pada perayaan Bastille Day di Paris, maka Pakistan juga tak ketinggalan menampilkan kebanggaan militernya di Eropa. Bukan dalam wujud defile pasukan, melainkan jet tempur produksi Pakistan-Cina, JF-17C Block III Thunder untuk pertama kalinya dengan bangga menyambangi langit Eropa, terlebih jet tempur single engine ini dikabarkan sukses melakukan jamming pada jet tempur Rafale milik India. (more…)
Duel udara di atas Kashmir tak hanya memberikan berkah bagi manufaktur dirgantara dan senjata di Cina, citra positif atas keunggulan produk juga dinikmati oleh Pakistan, khususnya pada produksi jet tempur rancangan bersama Cina-Pakistan, yakni JF-17C Block III Thunder. (more…)
Bila klaim Pakistan yang telah menghancurkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 “Sudarshan” milik India benar, maka boleh jadi hubungan antara Cina dan Rusia menjadi ‘tak enak hati’, pasalnya S-400 yang merupakan produksi Rusia, diklaim telah dihancurkan oleh rudal jelajah udara ke permukaan hipersonik CM-400AKG yang tak lain adalah produksi Cina yang disebut telah diluncurkan ke sasaran perbatasan dengan jet tempur JF-17 Thunder. (more…)
Produk alutsista buatan Cina menjadi naik pamor dalam konflik bersenjata India versus Pakistan, selain nama jet tempur JF-17 Thunder Block III dan Chengdu J-10C, maka nama rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range (BVR) PL-15 dan PL-15E (varian ekspor) turut terdongkrak setelah puing-puing rudal tersebut ditemukan, bersamaan dengan kabar rontoknya beberapa jet tempur dari Angkatan Udara India, yang di atas kertas lebih canggih. (more…)