
Dengan tekanan dari Amerika Serikat dan Israel, Iran menyadari, bahwa cepat atau lambat bakal menghadapi serangan udara, dalam konteks kekinian, serangan yang berpotensi diterima Iran yaitu lewat penggunaan rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk dalam kategori ini adalah rudal dengan kecepatan hipersonik. Menghadapi potensi ancaman yang setiap saat bisa terjadi, maka elemen kekuatan radar menjadi perhatian serius. (more…)

Bukan hal yang baru bila high speed boat diadopsi Iran untuk menjaga kepentingannya di Teluk Persia. Bahkan di tangan Iran, high speed boat dalam beragam ukuran bisa disulap laksana wahana di film “Mad Max,” dimana speed boat bisa dipasangi peluncur roket multilaras sampai penebar ranjau laut. Namun, belum lama ini terungkap, bahwa high speed boat Iran ternyata juga dapat dipasangi drone. (more…)

Sudah sewajarnya bila manufaktur pesawat memiliki wahana yang disebut testbed aircraft atau flying test bed. Seperti halnya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang mengoperasikan CN-235 220 FTB untuk melakukan serangkaian uji coba di udara pada berbagai perangkat baru CN-235 yang akan dikembangkan/dipasang pada varian baru CN-235. Nah, begitu pula dengan Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company (HESA). (more…)

Bila dicermati, banyak hal yang tak lazim dilakukan militer Iran terkait inovasi alutsistanya. Hal tersebut bisa dimaklumi, lantaran Negeri Syiah tersebut banyak mendapat tekanan yang menyebabkan keterbatasan akses pada impor persenjataan. Lain dari itu, langkah ‘nyeleneh’ boleh jadi dilakukan dalam rangka propaganda melawan Amerika Serikat dan sekutunya. (more…)

Lazimnya dalam proses perbaikan maupun pengiriman (selain dilayarkan langsung), sebuah kapal selam dibawa menggunakan wahana angkutan air. Terlebih bila yang dimaksud adalah kapal selam kelas medium, sebut saja saat PT PAL memindahkan KRI Alugoro 405 dengan tongkang ke dok Semarang. KRI Alugoro 405 sendiri punya bobot 1.400 ton, namun rupanya itu belum ada ‘apa-apanya’ jika dibandingkan dengan cara Iran untuk memindahkan kapal selam Kilo Class. (more…)

Ada dua Konstelasi ketegangan di Timur Tengah dalam beberapa hari ini, pertama buntut dari meledaknya fasilitas nuklir Iran di Natanz pada 2 Juli lalu yang diduga dilakukan oleh jasa intelijen Israel, dan kedua peluncuran satelit mata-mata Israel pada hari Minggu lalu. Persisnya pada 5 Juli 2020 pukul 04.00 waktu setempat, Israel untuk pertama kalinya dalam tiga dekade ini meluncurkan apa yang disebutnya sebagai reconnaissance and spy satellite. (more…)

Rupanya ada kesamaan tradisi antara militer Iran dan Indonesia, yakni sama-sama mempertahankan eksistensi alutsista eks Uni Soviet. Terkhusus di lini ranpur (kendaraan tempur) roda rantai, Iran dan Indonesia masih melanjutkan tradisi pengoperasian BTR-50. Dan seolah menandingi program retrofit yang dilakukan Korps Marinir, BTR-50 milik Iran, belum lama ini ditampilkan dalam wujud yang benar-benar beda, khususnya dalam adopsi persenjataan. BTR-50 tidak lagi sebatas APC (Armored Personnel Carrier), di tangan Iran, modifikasi ranpur lawas ini malah telah mencapai level IFV (Infantry Fighting Vehicle). (more…)

Dari desain, sudah jelas bahwa jet tempur yang diakui sebagai produksi dalam negeri Iran, yaitu Kowsar, begitu mirip dan identik dengan F-5 E/F Tiger II buatan Northrop, Amerika Serikat. Pemerintah Iran dengan bangga mengklaim bahwa Kowsar adalah jet baru yang diproduksi oleh Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company (HESA). Malahan Tasnim News Agency menyebut Kowsar sebagai rancangan dan produksi asli dari para injiner Iran. (more…)

Nama frigat Iver Huitfeldt Class kini sedang menjadi trending, lantaran pemberitaan beberapa waktu lalu, bahwa Kementerian Pertahanan RI, PT PAL dan pihak prinsipal Odense Maritime Technology (OMT), telah menandatangani kontrak pembukaan (preamble contract) untuk pembangunan unit perdana frigat asal Denmark tersebut, dimana total akan ada dua unit Iver Huitfeldt Class yang bakal dibangun oleh PT PAL. Dan masih terkait Iver Huitfeldt Class, ada kabar bahwa frigat berbobot 6.645 ton ini akan dilibatkan dalam misi di wilayah Selat Hormuz. (more…)

Perang propaganda antara Amerika Serikat dan Iran sudah berlangsung lumayan lama, namun propaganda yang dibuat Iran termasuk yang paling heboh. Pasalnya Iran sampai membuat dummy kapal induk AS dalam ukuran yang terbilang sangat besar. Tentu saja dummy alias fake aircraft carrier dibuat bukan sebatas iseng belaka, dummy yang mirip siluet kapal induk nuklir Nimitz Class ini sengaja dibuat Iran untuk dipamerkan sebagai sasaran tembak. (more…)