Tag: Indo Defence 2018

Tatra T815 Patriot 4×4 – Dengan Adjustable Ground Clearance, Jadi Bintang di Indo Defence 2018

Nama Czechoslovak Group (CSG Ceko) santer disebut dalam Indo Defence 2018 bulan November lalu, persisnya setelah perusahaan konglomerasi pertahanan asal Ceko ini menanamkan investasi sebesar 100 juta dolar AS (setara Rp 1,49 triliun) untuk membangun industri pertahanan di Indonesia. Dan dibalik berita tersebut, Excalibur Army yang merupakan anak perusahaan CSG Ceko, membawa sesuatu yang baru diperlihatkan di Indonesia. (more…)

Dislitbangad dan PT Pindad Tampilkan Mortir Mekatronik 81mm

Masih ingat dengan mortir mekatronik (mekanik elektronik) yang dikembangkan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) pada tahun 2016/2017? Memang masih dalam status prototipe, namun senjata bantu infanteri mekanis tersebut kini telah melangkah lebih maju, yaitu dengan bergabungnya PT Pindad dalam pembuatan prototipe yang lebih matang, seperti dengan material yang lebih pas, serta menyesuaikan kebutuhan sebenarnya agar kelak memperoleh sertifikasi dari Dislitbangad. (more…)

Spesifikasi Mengacu Pada LVTP-7, FNSS Turki Kembangkan Marine Assault Vehicle

Meski Turki adalah sekutu Amerika Serikat yang tergabung dalam NATO, namun justru Marinir Turki (Amphibious Marine Brigade) yang berada di bawah komando angkatan laut, tidak mengoperasikan ranpur serbu amfibi angkut personel sekelas LVTP-7. Alih-alih mengakuisisi dari luar, Turki lewat manufaktur FNSS Savunma malah mengedepankan rancangan sendiri, berupa ranpur APC amfibi roda rantai yang disebut Marine Assault Vehicle (MAV). (more…)

Alakran – Mortir Mekatronik Unik di Jip Toyota Land Cruiser 4×4

Salah satu tantangan dalam merancang mortir swagerak (self propelled) adalah pada desain ranpur yang ideal. Bukan sekedar kondisi kendaraan yang kuat, lebih dari itu kendaraan harus mampu menahan hentakan (recoil) saat proses penembakan proyektil. Terlebih bicara pada penggunaan mortir kaliber besar 120 mm, maka tak jarang mortir swagerak tersebut disematkan pada platform ranpur roda rantai sekelas APC. (more…)

Lama Dinanti, Akhirnya Jet Tempur T-50i TNI AU Bakal Dilengkapi Radar

Menjelang berakhirnya Minimum Essential Force (MEF) tahap II 2016 – 2019, target untuk melakukan upgrade pada armada jet tempur T-50i Golden Eagle ternyata terus berjalan dan ada telah ada titik terang. Sejak diwartakan pada bulan Juli 2016, memang kemudian tak lagi terdengar kabar pengadaan radar untuk pesawat jet tandem seat buatan Korea Selatan tersebut. Namun, semuanya telah terjawab pada ajang Indo Defence 2018 yang berlangsung awal November 2018. (more…)

Guna Kembali Ke Formasi Awal, TNI AU Akuisisi Tiga Unit KT-1B Wong Bee

Dalam formasi awal, armada pesawat latih dasar KT-1B Wong Bee Skadron Pendidikan (Skadik) 102 TNI AU berjumlah 19 unit. Namun, seiring waktu berjalan, 3 unit KT-1B mengalami total lost. Musibah pertama terjadi pada 24 Juni 2010 di Lanud Ngurah Rai, Denpasar Bali, yang merupakan kecelakaan tunggal. Kemudian musibah kedua terjadi saat persiapan LIMA (Langkawi International Maritime & Aerospace) Exhibition 2015 di Malaysia pada 15 Maret 2015. Musibah yang kedua ini melibatkan dua KT-1B yang bertabrakan di udara. (more…)

North Sea Boats G7 Fast Interceptor: Rebut Predikat Kapal Tercepat di Indonesia!

Selain tank boat X18 Antasena yang unit prototipenya telah dipesan Kementerian Pertahanan, yang menjadi primadona PT Lundin Industry Invest dalam Indo Defence 2018 adalah sosok kapal G7 Fast Interceptor, yakni jenis kapal berbasis RIB (Rigid Inflatable Boat) Carbotech. Selain digadang sebagai kapal permukaan tercepat buatan dalam negeri, G7 juga layak menjadi kebanggaan industri alutsista nasional, lantaran tujuh unit kapal serbu ini telah dipesan oleh militer Rusia. (more…)

Rheinmetall: Indonesia Akan Terima Second Batch Kanon Oerlikon Skyshield di Akhir 2019

Tugas yang dipercayakan kepada Detasemen Pertahahan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU memang tidak mudah, pengamanan maksimal pada Lanud tipe A serta deployment pada beberapa obyek vital nasional, menjadikan fungsi penggelaran sista hanud titik punya tantangan tersendiri. Lepas dari proses pengadaan rudal hanud jarak sedang NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) yang kini sedang berjalan, tumpuan hanud titik masih dipercayakan pada kombinasi kanon reaksi cepat Oerlikon Skyshield dan rudal Chiron untuk meladeni elemen SHORAD (Short Range Air Defence). (more…)