Untuk kedua kalinya Indonesia bakal ‘disalip’ India dalam kesempatan produksi pesawat angkut sedang. Setelah menggeser predikat Indonesia sebagai operator terbesar C-295 di Asia Pasifik yang berbuah pembukaan fasilitas perakitan dan produksi C-295 oleh perusahaan dirgantara India, maka ada kasus yang serupa tapi tidak sama, yakni terkait pesawat angkut komuter turboprop ATR-72 series yang dikenal sebagai karya dari Perancis dan Italia, produksinya juga akan dibuka di India. (more…)
Rencana Cina untuk mempercepat pengiriman jet tempur stealth Shenyang J-35A ke Pakistan, nampaknya telah mendorong India untuk mengkalkukasi ulang proyeksi kekuatan udaranya, pasalnya bila J-35A tiba pada tahun depan, maka otomatis India tertinggal dari Pakistan, pasalnya India saat ini baru dalam tahap pengembangan pesawat tempur generasi kelima. (more…)
Tawaran dari Rusia ini sejatinya telah dilayangkan jauh-jauh hari sebelum duel udara di langit Kashmir, yang mana sejumlah jet tempur papan atas India rontok akibat serangan rudal udara ke udara jarak jauh PL-15 yang dilepaskan jet tempur Pakistan. Dan melihat konstelasi yang terjadi, maka ada potensi bahwa India akan menerima tawaran dari Rusia untuk mengakuisisi rudal udara ke udara jarak jauh, Vympel R-37M. (more…)
Setelah apa yang menimpa jet tempur Rafale dalam perang di atas Kashmir, sepertinya India wajib khawatir atas rencana kedatangan jet tempur stealth Shenyang J-35A yang akan memperkuat Angkatan Udara Pakistan. Bukan sekedar pesawat tempur generasi kelima yang akan lebih dulu dioperasikan Pakistan, melainkan ada rudal udara ke udara jarak jauh yang diklaim lebih canggih dari PL-15 dan akan melengkapi kehadiran J-35A Pakistan. (more…)
Meski efektivitasnya dalam pertempuran masih perlu dibuktikan, namun konvergensi kanon reaksi cepat pada kapal perang, yang dipindahkan ke platform kendaraan bergerak di darat, menarik untuk dicermati. Setelah yang dilakukan militer Libya pada kanon AK-230, kini kanon reaksi cepat yang lebih baru dan modern, AK-630M dikabarkan tengah dikembangkan untuk sistem pertahanan udara (hanud) mobile di darat. (more…)
Brahmos Aerospace Private Limited (BAPL), perusahaan patungan India dan Rusia yang memproduksi rudal jelajah Brahmos, dikabarkan telah membuka fasilitas produksi baru di Lucknow, ibu kota Uttar Pradesh, pada tanggal 11 Mei 2025. (more…)
Bertambah lagi negara yang berusaha mengintip puing-puing dari rudal udara ke udara jarak jauh PL-15 yang ditemukan di wilayah India. Setelah aliansi intelijen “Five Eyes”—yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, menyatakan minat untuk pemeriksaan ketat terhadap komponen PL-15, kabar terbaru menyebut Taiwan ada dalam antrian yang akan mengendus teknologi dibalik rudal buatan Cina tersebut. (more…)
India terkesan pasif dalam merespon pemberitaan yang menyudutkan, khususnya terkait klaim Pakistan yang telah menjatuhkan beberapa jet tempur papan atas India. Meski unggul dalam pemberitaan di media, namun ada dugaan militer Pakistan mengalami tingkat kerugian yang lebih besar daripada India, bukan karena jet tempur yang jatuh, melainkan oleh serangan udara presisi yang menghantam beberapa pangkalan udara dan menghancurkan aset-aset di dalamnya. (more…)
Secara langsung industri pertahanan Cina telah diuntungkan dari duel udara antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025. Pemberitaan atas keunggulan jet tempur dan rudal ke udara buatan Cina, secara langsung telah mengangkat pamor produk alutsista, bahkan sampai membuat nilai salam pabrikan Chengdu Aircraft Corporation setelah Chengdu J-10CE diklaim berhasil menjatuhkan jet tempur buatan Perancis, Dassault Rafale. (more…)
Konflik di Kashmir telah meningkatkan pamor rudal udara ke udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) dalam pertempuran udara, terutama kala rudal PL-15 yang dilepaskan jet tempur Pakistan diklaim berhasil menembak jatuh beberapa jet tempur India yang masih berada di wilayah India. Terkait atau tidak, Rusia belum lama kembali mengangkat pamor rudal udara ke udara jarak jauh Novator KS-172. (more…)