
Para perancang dan calon user sepertinya kurang sreg dengan desain medium tank Kaplan MT atau yang di Indonesia dikenal sebagai “Harimau”. Kabarnya pada ajang International Defence Industry Fair (IDEF) 2021 yang dihelat 17-20 Agustus 2021 di Istanbul, pabrikan alutsista asal Turki itu akan merilis varian upgrade dari Kaplan MT. (more…)

Sejak pandemi Covid-19 ini, hampir tak kedengaran seputar update program pengadaan medium tank Harimau pesanan Kementerian Pertahanan yang sedang digarap PT Pindad. Merujuk ke pemberitaan terakhir, diwartakan Kemhan RI telah memesan 18 unit medium tank hasil rancangan Turki – Indonesia tersebut. Dan belum lama ada kabar, bahwa salah satu vendor sistem transmisi asal Amerika Serikat, ikut dilibatkan dalam program produksi tank Harimau. (more…)

Dari ajang Defense and Security (D&S) 2019 di Bangkok, ada kabar bahwa PT Pindad telah menandatangani letter of intent (LoI) dengan perusahaan Belgia John Cockerill Defense untuk penyediaan 18 pucuk meriam Cockerill 3105 untuk nantinya diintegrasikan ke medium tank Harimau. (more…)

Kilas balik ke Februari 2017, saat itu diwartakan TNI akan menerima gelombang perdana M3 Amphibious Rig produksi Excalibur International. Ransus (kendaraan khusus) tersebut kala itu disebut akan tiba di Indonesia sebelum Oktober 2017, lantaran akan diikutkan dalam defile HUT TNI Ke-72. Total ada 18 unit M3 Amphibious Rig yang dipesan dalam kondisi full gress untuk kebutuhan Satuan Zeni Tempur TNI AD. (more…)

Setelah model mockup-nya ditampilkan dalam pameran alutsista Indo Defence 2018, maka di International Defence Industry Fair (IDEF) 2019 yang di helat di Istanbul, Turki 30 April – 3 Mei, sosok yang disebut Marine Assault Vehicle (MAV) sudah dapat dilihat wujud aslinya. Dikenal sebagai proyek ZAHA (Zırhlı Amfibi Hücum Araçları)-MAV untuk Marinir AL Turki, desain dan tampak rupa ZAHA kental dengan LVTP-7 buatan Amerika Serikat, jenis ranpur APC legendaris yang sejak 2010 memperkuat Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib). (more…)

Meski sudah melampaui sejumlah uji fungsi dan penembakan, hingga saat ini belum ada juga kontrak pengadaan medium tank Harimau oleh Kementerian Pertahanan. Padahal denyut industi alutsista kelas wahid ini sangat bergantung pada kontrak dari pemerintah, baru kemudian setelah itu dapat menyasar untuk kebutuhan ekspor. Proyeksi dari PT Pindad untuk tank Harimau dapat memenuhi format kekuatan satu batalyon kavaleri, artinya diharapkan pesanan minimal ada di angka 50 unit. (more…)

Meski Turki adalah sekutu Amerika Serikat yang tergabung dalam NATO, namun justru Marinir Turki (Amphibious Marine Brigade) yang berada di bawah komando angkatan laut, tidak mengoperasikan ranpur serbu amfibi angkut personel sekelas LVTP-7. Alih-alih mengakuisisi dari luar, Turki lewat manufaktur FNSS Savunma malah mengedepankan rancangan sendiri, berupa ranpur APC amfibi roda rantai yang disebut Marine Assault Vehicle (MAV). (more…)

Tertarik tentu kabar baik dalam hal pengadaan alutsista, meski tertarik belum tentu berujung ke proses pembelian. Dan belum lama ini ada kabar dari Aselsan, manufaktur perangkat elektronik militer dari Turki, yang dalam lembar bulletin perusahaan disebutkan pada 20 September 2018, delegasi militer Indonesia tertarik dengan KORKUT, setelah menyaksikan demonstrasi kemampuan senjata ini di Land Forces Command Air Defense School. (more…)

Setelah tiga bulan melewati serangkaian tahapan uji coba yang terdiri dari mine blast test, uji dinamis dan uji daya gempur, dan hasilnya dinyatakan memuaskan oleh PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri (FNSS), maka selanjutnya tahapan yang harus dijalankan adalan proses produksi. Tentu dalam tahap ini, semua berpulang pada order dari pihak pemesan. Selain PT Pindad yang mengharapkan adanya pesanan setidaknya 100 unit medium tank dari Kementerian Pertahanan untuk Kavaleri TNI AD, nyatanya pihak Turki juga punya tanggapan tersendiri. (more…)