
Dikenal sebagai negara yang sering menerima alutsista bekas pakai dan hibahan, menjadikan pamor militer Filipina hanya dipandang sebelah mata di kawasan. Namun, pada 10 Juli lalu, ada sebuah semangat baru, berlokasi di Pelabuhan Subic, AL Filipina meresmikan beroperasinya BRP Jose Rizal, yaitu kapal perang jenis frigat yang dibeli asli baru alias gress dari Hyundai Heavy Industries, Korea Selatan. (more…)

Hampir seluruh negara di Asia Tenggara kini tengah bersiap memghadapi imbas konflik bika pecah perang terbuka antara Cina dan Amerika Serikat. Seperti yang diungkapkan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Pertama (Marsma) Tri Bowo Budi Santoso di detik.com (10/6/2020), yang mengatakan telah terjadi peningkatan eskalasi di Laut Cina Selatan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dia mengatakan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan, seperti terdampak konflik tersebut. (more…)

Tawaran yang diberikan Amerika Serikat lewat US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) kepada Filipina untuk dua tipe helikopter serbu memang menggiurkan, lantaran tak sembarang negara bisa mendapat restu untuk bisa mengakuisisi Boeing AH-64E Apache Guardian atau Bell AH-1Z Viper. Namun, perlu dicatat, itu baru tawaran dari sisi penjual, lantas bagaimana dengan tanggapan dari pihak calon pembeli? (more…)

“I shall return,” demikian taklimat legendaris Jenderal Douglas MacArthur di Filipina saat Perang Dunia II, yang menyiratkan janji AS untuk kembali lagi ke Filipina, setelah Negeri Pinoy tersebut jatuh ke tangan Jepang pada Mei 1942. Meski tidak ada kaitan dengan sumpah Jenderal MacArthur, namun ada kabar yang berhembus bahwa AS, khususnya AL AS akan kembali ke Filipina, khususnya ke basis di Teluk Subic. (more…)

Sebuah kapal perang jenis frigat milik AL Filipina, BRP Ramon Alcaraz (PS-16) dilaporkan mengalami kebakaran beberapa saat setelah berlayar meninggalkan Pelabuhan Cochin di India. Peristiwa yang terjadi pada 7 Mei lalu mengakibatkan dua pelaut mengalami luka bangkar tingkat dua dan beberapa bagian kapal mengalami kerusakan. Kedua pelaut malang tersebut dapat diselamatkan setelah diterbangkan ke rumah sakit di Cochin untuk perawatan intensif. (more…)

Bila Indonesia mengoperasikan Self Propelled Howitzer beroda ban TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), maka pilihan Filipina rupanya beda. Dengan anggaran pertahanan yang tengah kritis, rupanya Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana telah melanjutkan kontrak pengadaan Atmos (Autonomous Truck Mounted howitzer System) 2000 155 mm buatan Soltam Systems (Elbit Systems), manufaktur persenjataan asal Israel. Dengan nilai sekitar US$47 juta, AD Filipina nantinya akan menerima dua baterai Atmos 2000. (more…)

Militer Filipina kini mendapat berhah, lantaran memperoleh persetujuan dari US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) untuk program pengadaan helikopter tempur utama (real gunship), tidak tanggung-tanggung, DCSA memberi lampu hijau bagi Filipina untuk akuisisi enam unit Boeing AH-64E Apache Guardian dan enam unit Bell AH-1Z Viper. (more…)

Meski program akuisisinya telah diwartakan sejak awal 2018, namun hingga kini Indonesia belum juga menerima kedatangan drone intai ScanEagle lansiran Boeing Insitu untuk TNI AL. Sementara negara tetangga yang sama-sama mendapatkan program hibah dari Amerika Serikat, yaitu Filipina dan Malaysia, malah sudah lebih dulu menerima ScanEagle. Seperti belum lama ini AL Malaysia disebut telah menerima gelombang pertama, berupa enam unit ScanEagle. (more…)

Jagad pemerhati alutsista tentu telah mendengar tentang kemampuan helikopter anti kapal selam (AKS) Leonardo AW159 Wildcat, khususnya saat helikopter ini resmi diakuisisi oleh AL Filipina beberapa waktu lalu. Dan belum lama ini, Leonardo memperkenalkan kemampuan baru dari Sang Kucing Liar ini, dimana AW159 Wildcat dapat dipasangi sepasang sayap. Seperti sudah diduga, penambahan sayap bukan untuk urusan aerodinamis, melainkan agar Wildcat dapat lebih banyak menggotong persenjataan dalam sekali terbang. (more…)

Berdasarkan keterangan Kepala Pengembangan Produk PT Pindad Windu Paramarta di media, disebutkan bahwa kini hanya ada dua perusahaan yang lolos dalam tahapan lanjutan program pengadaan kendaraan tempur lapis baja (tank) untuk AD Filipina, yaitu PT Pindad dari Indonesia dan Doosan DST dari Korea Selatan. (more…)