
Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Australia akan mengirimkan sejumlah besar pasokan rudal udara-ke-udara canggih, AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile), guna membantu UEA mengatasi gelombang serangan drone dan roket yang terus meluas. (more…)

Keputusan Angkatan Udara AS (USAF) pada 26 Juni 2025, ibarat pukulan bagi Boeing Defense, Space & Security di segmen pesawat peringatan dini atau Airborne Warning and Control System (AWACS), pasalnya USAF telah menolak proposal Boeing untuk memasok E-7 Wedgetail sebagai pengganti E-3 Sentry yang akan dipensiunkan bertahap. (more…)

Satu yang tak bisa dilepaskan dari keunggulan udara Australia adalah keberadaan pesawat intai Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). Dioperasikan oleh Skadron No. 2, saat ini Angkatan Udara Australia (RAAF) mengoperasikan enam unit E-7A Wedgetail, yang secara bertahap akan mulai dipensiunkan pada semester kedua tahun 2030. (more…)

Meski pengadaan pesawat intai peringatan dini atau airborne early warning and control system (AWACS) untuk TNI AU masih dalam tahap rencana awal, namun, industri terkait di dalam negeri telah menyiapkan langkas strategis yang diperlukan, terutama bila end user (TNI AU) telah menetapkan spesifikasi teknis dan tersedianya dukungan anggaran untuk pembelian. (more…)

Dengan eskalasi tingkat tinggi, maka lazim bila banyak pesawat dan drone intai terbang di sekitar udara Ukraina. Secara bergilir, unsur intai yang melibatkan pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) dari Amerika Serika dan negara NATO meronda ruang udara di kawasan yang tengah berkecamuk. (more…)

Mendapatkan angin segar berupa pengadaan jet tempur F-15ID (varian F-15EX) dari Indonesia, membuat Boeing bakal tampil berbeda di pameran militer dan pertahanan dua tahunan, Indo Defence (2 – 5 November 2022). Lewat siaran pers yang dirilis 26 Oktober 2022, Boeing menyebutkan akan memamerkan kemampuan mutakhirnya kepada pelanggan regional di Indo Defence 2022, dalam hal ini yang menjadi maskot adalah F-15EX, versi terbaru dan paling canggih dari keluarga pesawat tempur F-15 Eagle yang legendaris. (more…)

Bagi Indonesia, memiliki pesawat intai dengan kemampuan AEW&C sepertinya masih merupakan jalan panjang yang belum jelas bagaimana akhirnya, padahal rencana akuisisi pesawat AEW&C sejatinya telah tertuang dalam MEF (Minimum Essential Force) II 2015-2019. Lain dengan Indonesia yang masih berencana untuk punya, maka lain halnya dengan Australia, negara benua di selatan Indonesia ini malahan sudah mencanangkan untuk mengganti Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). (more…)

Lepas dari kecanggihan perangkat yang ada di dalamnya, salah satu kunci sukses pemasaran pesawat intai maritim P-8 Poseidon dan AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) E-7A Wedgetail adalah pemilihan platform pesawatnya. Dengan basis pesawat narrow body Boeing 737-700/800, negara pengguna akan lebih mudah dalam melakukan perawatan dan ketersediaan suku cadang yang melimpah. Tapi di pasar commercial narrow body, Boeing 737 series faktanya tak melenggang sendiri, dari Eropa ada Airbus A320 series yang populasinya juga sangat besar, termasuk di Indonesia, dan tentunya bersaing keras dengan penjualan Boeing 737. (more…)

Bisa dibilang Boeing adalah manufaktur pesawat yang beruntung, di segmen pesawat komersial, Ia masih jadi raja. Mengandalkan basis pesawat komersial, Boeing juga sukses menelurkan beberapa pesawat intai maritim dan pesawat AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) yang paling laris di dunia. TNI AU pun sampai saat ini masih setia menggunakan Boeing 737 200 yang dilengkapi radar SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) buatan Motorola untuk meronda lautan NKRI.
(more…)