The first prototype Lockheed YC-130 Hercules, takes of from the Lockheed Air Terminal, Burbank, California, 23 August 1954. (Lockheed Martin)
23 Agustus 2025 menjadi momen bersejarah bagi eksistensi C-130 Hercules, pesawat angkut turboprop legendaris ini telah mencapai usia pengabdian 71 tahun. Prototipe perdana C-130 Hercules dengan kode YC-130A diterbangkan dari Burbank, California pada 23 Agustus 1954. Dan menjadikan, C-130 Hercules sebagai lini pesawat yang diproduksi terlama dalam sejarah, lantaran jalur produksinya masih berjalan sampai saat ini. (more…)
Satuan maintenance Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencatatkan prestasi, yaitu dengan tuntasnya tahapan perbaikan ‘besar-besaran’ atas sebuah C-130J Super Hercules yang mengalami kerusakan parah. Persisnya, C‑130J Super Hercules dengan tail number 5736, pada 28 Juli 2025, telah resmi beroperasi kembali setelah lima tahun menjalani upaya rebuilt. (more…)
Contoh yang baik dari proses alih teknologi alias transfer of technology (ToT) bisa merujuik pada pencapain yang dilakukan oleh India. Seperti Lockheed Martin yang belum lama ini memuji kehebatan manufaktur pertahanan India, yang mana 96 persen bagian sayap dari pesawat angkut C-130J Super Hercules saat ini dibuat di India. (more…)
Sebagai sekutu nomer wahid Amerika Serikat, wajar bila C-130J Super Hercules milik Angkatan Udara Australia (RAAF) punya kemampuan lebih. Mengoperasikan 12 unit C-130J, kabar terbaru menyebut armada Super Hercules Negeri Kanguru akan dilengkapi AN/ALQ-251 radio frequency countermeasures system (RFCM) untuk meladeni peperangan elektronik (electronic warfare). (more…)
Selain Embraer C-390 Millennium, ada beberapa pesawat angkut taktis yang menjadi tandingan bagi Lockheed Martin C-130J Super Hercules, salah satunya adalah Shaanxi Y-9E (kode E menyiratkan varian ekspor) buatan Negeri Panda. Setelah bertahun-tahun dioperasikan Angkatan Udara Cina, ada kabar Y-9E akhirnya meraih pesanan ekspor perdana. (more…)
Meski telah menjual armada pesawat angkut Lockheed Martin C-130J Super Hercules ke Bangladesh, Bahrain dan Angkatan Laut AS, namun sisa unit C-130J milik Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) masih lumayan banyak, dan pada dasarnya secara bertahap akan dilego oleh Kementerian Pertahanan Inggris. (more…)
Bagi India, mengoperasikan selusin C-130J-30 Super Hercules bukan berarti urusan selesai, Negeri Anak Benua yang berorientasi untuk mendapatkan manfaat dari alih teknologi, punya rencana lain untuk keberlanjutan program Super Hercules di dalam negeri. Setelah pencapaian atas pembangunan final assembly line pesawat angkut sedang Airbus C-295, maka ada kabar bahwa Tata Advanced Systems Limited dan Lockheed Martin akan membuka fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di India. (more…)
Ada kabar anyar dari Lockheed Martin, pabrikan dirgantara super kondang dari Amerika Serikat tersebut mengumumkan bahwa Mesir bakal menjadi negara ke-23 yang akan mengoperasikan pesawat angkut C-130J-30 Super Hercules. (more…)
Di banyak negara berkembang, konsep alutsista banyak yang berakhir alias mentok di prototipe, namun lain hal dengan di India. Negeri Anak Benua yang berkonflik dengan Cina dan Pakistan, terbilang serius dalam mewujudkan suatu konsep dalam sistem senjata. Seperti salah satunya dalam mengembangkan kemampuan pesawat angkut C-130J Super Hercules untuk diperankan sebagai “Mini Bomber.” (more…)
Angkatan Udara AS (USAF) telah meluncurkan Special Mission Display Processor (SMDP) baru untuk pesawat angkut C-130J Super Hercules di Pangkalan Angkatan Udara Robins, Georgia. Sistem ini dikembangkan untuk memastikan perlindungan pada pesawat, kesadaran situasional, dan jaringan di wilayah udara. (more…)