Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Perancis, Sebastien Lecornu di Hambalang.
Kemandirian industri pertahanan menjadi salah satu agenda strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Meski capaian menuju kemandirian penuh produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tanpa impor masih menghadapi tantangan struktural, sejumlah kemajuan signifikan telah dicapai, terutama pada kategori alutsista yang telah dikuasai sepenuhnya teknologinya oleh industri dalam negeri. (more…)
Kemandirian industri pertahanan bukan sekadar agenda teknis pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), melainkan bagian integral dari strategi menjaga kedaulatan, keamanan nasional, dan posisi tawar Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. (more…)
Industri pertahanan Indonesia terus didorong menuju kemandirian agar tidak lagi bergantung pada pihak asing. Untuk itu pemerintah menargetkan agar pengadaan alat pertahanan tertentu dapat sepenuhnya dipenuhi oleh industri dalam negeri. Hal ini meliputi produksi senjata ringan, seperti pistol dan senapan serbu secara lokal, pemeliharaan serta produksi suku cadang di dalam negeri, hingga dukungan pendanaan yang kuat melalui anggaran pertahanan besar dan peran lembaga keuangan pemerintah. (more…)